Dra. Hj. Yunimar Mulyana Teman Berbagi Tangis dan Kebahagiaan Yana Mulyana

Dra. Hj. Yunimar Mulyana Teman Berbagi Tangis dan Kebahagiaan Yana Mulyana Dok SPN Dra. Hj. Yunimar Mulyana

SINARPAGINEWS.COM, KOTA BANDUNG - Selalu ada seorang perempuan di balik kesuksesan seorang pria. Itu ungkapan yang sering terlontar mengiringi keberhassilan seorang pria.

Hal itu juga yang dialami oleh Yana Mulyana. Ada seorang perempuan yang menemaninya hingga bisa menjadi Wali Kota Bandung seperti saat ini.

Ia adalah sang istri, Dra. Hj. Yunimar Mulyana. Pasangan ini menikah pada 20 April 1996.

Di momen hari jadi ke-25 pernikahannya, Yana sempat menyatakan jika Yunimar adalah teman seperjuangannya.

“Bunda... 25 tahun perjalanan hidup kita, 300 Bulan kita saling berbagi ruang, 1.304 Minggu kita berbagi tangis & tawa, 9.131 Hari kita melalui suka & duka, 219.144 Jam kita saling menyayangi, 13.148.640 Menit kita menjalani hidup ini bersama,” tulis Yana Mulyana di akun media sosialnya tahun lalu.

Perlu diketahui, Yunimar lahir di Bandung, 1 Juni 1966, melakukan pendidikan dasar di SD Assalam Bandung.

Lulus SD, ia melanjutkan ke SMP 24 Bandung dan SMA PGRI Padang Sumatera Barat. Ia meraih gelar sarjananya di STBA Yapari Bandung.

Yunimar pun memiliki berbagai aktivitas pada berbagai organisasi, seperti Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung, Ketua Pokja Literasi Kota Bandung.

Ia pun aktif pada organisasi sebagai Ketua Umum Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM). Ketua Forum Warga Peduli AIDS juga Wakil Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga.

Yunimar juga aktif di Forum Bandung Sehat, Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kota Bandung.

Ketua Dewan Kehormatan PMI Kota Bandung, Bunda Forum Anak Daerah Kota Bandung, Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan dan Bunda Paud.

Di tengah kesibukannya berorganisasi, Yunimar tetap melaksanakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Sehingga ia tetap memberikan perhatian penuh kepada kedua anak tercintanya Ahmad Reza Junadi dan Misyayunanti Azzahra.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar