BUTUH PERHATIAN: Berharap para Dermawan bisa peduli membantu.

Yayasan Sinar Pagi Peduli sambangi Pak Tasri, Pemilik Rumah Reot di Rancaekek

Yayasan Sinar Pagi Peduli sambangi Pak Tasri, Pemilik Rumah Reot di Rancaekek Ahmad Wahidin Kondisi Rumah Tasri (75) terlihat dari Depan. Foto: Sinarpaginews.com

BANDUNG, SINARPAGINEWS.COM - Tasri (75), Warga Kampung Babakan Jeungjing, Rt 3, Rw 3, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat memiliki rumah huni yang sangat memperihatinkan.
 
Saat disambangi wartawan, Minggu 26 Juni 2022 bersama tim Yayasan Sinar Pagi Peduli ke kediamannya, terlihat kondisi rumah yang sangat tidak layak huni, tim Yayasan langsung melakukan dokumentasi dan berdialog dengan Pak Tasri.
 
"Sehari-hari saya membakar sampah warga, kalo ada yang ngasih dapat uang, kalo ngga ngasih ya, ngga dapat uang," Ungkap Tasri saat berdialog dikediamannya, Kp. Babakan jeungjing Rt 3, Rw 3, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Bandung, Minggu (26/6).
 
Tasri mengungkapkan, keadaan ekonomi menjadi penyebab kesulitan pihaknya untuk merehab rumah. Terlebih, keadaan istrinya yang saat ini sedang sakit membutuhkan biaya lebih untuk pembelian obat secara rutin.
 

Kondisi Toilet Rumah Pak Tasri, berpalang papan dan terpal. Foto: Sinarpaginews.com.

 
Saat disambangi wartawan, terlihat kondisi rumah yang memprihatinkan, bangunan yang dihuninya itu berdinding dan atap bilik dengan kondisi rapuh, berukuran tanah dan bangunan hanya seluas 2 tumbak.
 
Dengan ukuran sekecil itu, rumah Tasri dihuni oleh 6 orang dari 2 Kepala Keluarga (KK) yang merupakan anaknya yang sudah berumah tangga yang dikaruniai 2 anak.

Tim Yayasan Sinar Pagi Peduli. Hafidz (kiri, berbaju abu) bersama Wartawan Sinarpaginews.com, saat menyambangi keluarga Pak Tasri (kanan, berdampingan dengan istrinya) bersama anak dan cucuny. Foto: Sinarpaginews.com.


Selain kondisi bangunan yang memprihatikan, dikediamannya juga tidak ada toilet dan sumber air sendiri, namun untuk mandi dan cuci hanya memanfaatkan lahan kecil diluar rumah dengan berpalangkan terpal.
 
Selain itu, sumber air yang digunakannya didapat dari pemberian tetangga disalurkan melalui pipah kecil. Tasri mengungkapkan, kesulitan terjadi apabila istrinya yang sedang sakit meminta diantar ke toilet mesjid terdekat untuk buang air besar (BAB) dimalam atau dini hari.

BACA JUGA: Lembaga Sosial Sinar Pagi Peduli Gemar Berbagi Pondok Yatim Dhuafa

"Disini memang tidak memiliki toilet, kalo buang air besar ke MCK yang disebelah sana (menunjuk ke arah barat) deket rumah pak iin, kalo malam hari suka ke toilet mesjid," Ungkap Tasri.
 
Tasri berharap, dengan keadaannya tersebut mendapat bantuan guna meringankan bebannya, lebih jauh tasri sangat berterima kasih jika ada pihak yang akan membantu.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Editor: Dimas Madia

Bagikan melalui:

Komentar