Membangun Rapport yang Baik, Kunci Sukses Pembimbingan

Membangun Rapport yang Baik, Kunci Sukses Pembimbingan

SINARPAGINEWS.COM, SEMARANG - Kamis (28/07/2022) Balai Pemasyarakatan (Bapas) sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis yang bernaung di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Pembimbing Kemasyarakatan dan Asisten Pembimbing Kemasyarakatan sebagai Core Bussinesnya memiliki beberapa tugas dan fungsi diantaranya: penyusunan laporan penelitian ekmasyarakatan atau yang lebih di kendal dengan litmas, pendampingan pemeriksaan baik Anak maupun tersangka dewasa, pembimbingan dan pengawasan klien dewasa, serta penyelenggaraan sidang tim pengamat pemasyarakatan untuk memastikan ketepatan dalam pemberian rekomendasi dan penyusunan program bimbingnya dan menyikapi laporan perkembangan dari masing – masing klien pemasyarakatan.

Menilik pada fungsi pembimbingan yang dilakukan oleh petugas Pembimbing Kemasyaraatan dan Asisten Pembimbing Kemasyarakatan salah satunya dilakukan melalui konseling.

Sasaran sistem konseling adalah menyediakan kondisi dimana dapat menolong klien agar bisa mengembangkan kekuatan psikologis untuk mengevaluasi perilakunya sekarang dan bisa mendapatkan perilaku yang lebih efektif. Proses belajar berperilaku efektif ini difasilitasi dengan menciptakan lingkungan konseling yang hangat dan aplikasi berbagai prosedur konseling.

Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kualitas hubungan antar pribadi yang baik konselor dan klien. Konseling sebagai sebuah profesi yang digambarkan dengan tampilan konselornya. Konselor profesional merupakan figur yang dapat menampilkan dirinya sebagai teladan.

Di antara kompetensi konselor, yang paling penting adalah kualitas pribadi konselor karena konselor sebagai pribadi harus mampu menampilkan jati dirinya secara utuh, tepat, dan berarti, serta membangun hubungan interpersonal yang baik sehingga menjadi motor penggerak keberhasilan layanan. Pribadi konselor merupakan, sebab inti dari proses terapeutik dalam konseling yaitu hubungan yang dibangun antara konselor dan konseli. Sehingga kualitas pribadi konselor merupakan hal yang esensial bagi konselor untuk mencapai tujuan dalam proses konseling.

Oleh karena itu Pembimbing Kemasyarakatan harus mau untuk terus belajar menambah wawasan, menjadi pendengar yang baik dan mempelajari berbagai teknik sugesti dan motivasi. Konseling yang berhasil akan terlihat dari kemampuan seorang pembimbing kemasyarakatan membangun kedekatan dan hubungan baxik atau yang dikatakan dengan rapport pada pertemuaan pertama.

Aktivitas bimbingan dan konseling, pada dasarnya, merupakan interaksi timbal-balik, yang di dalamnya terjadi hubungan saling mempengaruhi antara konselor sebagai pihak yang membantu dan klien sebagai pihak yang dibantu. Hanya saja, mengingat konselor diasumsikan sebagai pribadi yang akan membimbing konseli dalam mencapai tujuan tertentu, maka dalam relasi ini sangat dibutuhkan adanya kapasitas tertentu yang harus dimiliki oleh seorang konselor

Akan ada perbedaan model dalam praktek konseling dan secara alami dipengaruhi pada pemilihan model yang dilakukan oleh sebagian konselor. Pada dasarnya bahwa setiap konseli memiliki potensi positif dan kekuatan dalam dimensi waktu kekinian untuk mengembangkan diri.

Dengan konsep ini, individu dibawa ke dalam pemahaman kekuatankekuatan diri untuk membangun struktur kepribadian yang mandiri. Implikasi dalam konseling adalah, klien diberi kesempatan untuk membuka diri terhadap pengalamanpengalamannya dan konselor memberikan kesempatan sepenuhnya agar klien mampu mengeksplorasi kekuatan dan potensi dirinya.

Oleh karena itu seorang Pembimbing Kemasyarakatan dan Asxisten Pemabimabing Kemasyarakatan dituntut untuk selalu mengembakan kemampuan dan wawasannya karena profesi ini tidak hanya berpegang pada satu bidang keahlian atau ilmu pengetahuan saja, namun harus mampu mengkombinasikan antara ilmu di bidang hukum, sosiologi, psikologi, dan ekonomi.

Berkaitan dnegan hal tersebut Bapas Kelas I Semarangs eraca berkala mengirimkan PK dan APK nya untuk mengikuti diklat yang berhubungan dengan profesi guna mengembangkan penegtahuan dan potensi diri agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar