PK Bapas Semarang Ikuti Kuliah Umum Wamenkumham

PK Bapas Semarang Ikuti Kuliah Umum Wamenkumham Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, SEMARANG  - Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI (Wamenkumham RI) Prof Dr. Edwar Omar Sharif Hiariej menyampaikan materi dalam Kuliah Umum bertema 'Proyeksi Pengembangan Hukum Pidana Nasional' yang digelar secara luring di GSG FH UNNES dan daring melalui zoom pada Jumat (05/08/2022)

Wamenkumham memberi penjelasan beberapa isu kontroversial di masyarakat terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undangan Hukum Pidana (KUHP).

Beberapa isu yang kontroversial di masyarakat yang ada di RUU KUHP di antaranya pidana mati, penyerangan terhadap harkat dan martabat presiden dan wakil presiden, tindak pidana karena memiliki kekuatan gaib, contempt of court, dan penodaan agama.

"Dari 14 butir RUU KUHP yang menjadi perbincangan hangat di masyarakat, akhirnya Kemenkumham dan DPR menyepakati ada pasal yang tetap dipertahankan," ujar Wamenkumham

Prof. Eddy memberikan contoh isu kontroversi di masyarakat seperti pasal hukuman mati, kemudian ada pasal yang direformulasi seperti pasal mengenai penodaan agama, serta ada juga pasal yang dihapus seperti pasal mengenai advokat curang dan pasal mengenai praktik dokter gigi tak berizin.

Sedangkan, PK Bapas Semarang Puguh Setyawan Jhody yang mengikuti kuliah umum menyampaikan bahwa PK juga harus paham terhadap RUU KHUP karena juga menyangkut tugas fungsi PK.

"Kuliah umum Wamenkumham ini menguraikan secara komprehensif isi RUU KUHP sehingga dapat memperkaya pengetahuan khususnya tentang hukum pidana" ujar Puguh

Diakhir kuliah umum Wamenkumham berdiskusi dengan beberapa peserta kuliah umum, dan dilanjutkan perjalanan ke Lapas Kelas I Semarang untuk kegiatan selanjutnya.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar