Seni Budaya Sunda masih banyak diminati warga.

Peringati Sumpah Pemuda, Moch. Lutfhi Dorong Pemuda Lestarikan Seni Sunda

Peringati Sumpah Pemuda, Moch. Lutfhi Dorong Pemuda Lestarikan Seni Sunda Red Anggota DPRD KAB. Bandung Fraksi PDIP, Moch. Lutfi Hafian saat menyaksikan pertunjukan seni budaya sunda di Cicakengka bersama tokoh dan warga setempat. Foto: Andi.
BANDUNG, SINARPAGINEWS.COM - Kesenian Sunda dirasakan hampir hilang eksistensinya di masyarakat, terlebih bagi kaum pemuda milenial, yang hidup pada era digital dewasa ini yang tergerus oleh budaya-budaya asing. 
 
Padahal, kita tahu bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menghargai dan melestarikan budayanya sendiri. 
 
Kesenian sunda merupakan salah satu budaya yang kian hari kian menghilang eksistensinya. Hal ini perlu mendapatkan perhatian  masyarakat pecinta seni sunda pemerintah dan berbagai pihak lainnya yang  terkait.  
 
Hal itu di utarakan Moch. Lutfhi Hafiyyan anggota DPRD Kabupaten Bandung Dapil IV saat menghadiri pagelaran seni sunda di Kp.Cicalung Desa Dampit Kecamatan Cicalengka, minggu (30/10).
 
Siupi, panggilan akrab Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bandudng ini, sangat mendorong upaya pelestarian budaya melalui pagelaran-pagelaran kesenian sunda. Menurutnya, semakin banyak digelar semakin dikenal oleh kalangan milenial. 
 
"Salah satu cara memperkenalkan kesenian sunda ya, harus banyak  dibuat event atau pagelaran seni sunda," ungkapnya. 
 
Selain itu, ia pun mendorong para pelaku seni di daearah agar terus memberikan pembinaan terhadap generasi millenial agar semakin mencintai budayanya sendiri. 
 
Bertajug "Gelar seni budaya Sunda  Dampit salaras," adalah pagelaran seni sunda yang bertujuan untuk mempersatukan keberagaman pemahaman melalui karya seni. 
 
Dalam gelaran tersebut di tampilkan kesenian diantaranya Calung yang, binaan pemuda Desa Dampit, diketuai oleh  Ayi Sutaryat (74) yang bertujuan untuk melestarikan kesenian sunda. 
 
"Tujuan kami mengadakan pagelaran seni sunda, agar dapat mempersatukan masyarakat melalui kesenian sunda," ungkap Ayi. 
 
Menurutnya, seni sunda dirasakan hilang kalah bersaing dengan kesenian lainnya. 
 
Ayi bercerita, ada seni Badawang Dampit, yang tempo dulu terkenal di daerahnya, juga Sisingaan, reog, dogdog, karinding, terbang, jaipongan, dll. Ia berharap, pagelaran ini adalah awal mula melestarikan seni dan budaya sunda. 
 
Pihaknya telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya para pengusaha yang ada di daerahnya, pemerintah desa setempat, dan Moch. Lutfhi Hafiyyan selaku anggota dewan yang terus menerus memberikan motivasi kepada pihaknya untuk berkarya seni. 
 
"Budaya jeng seni sunda mau sama siapa kalau bukan kita yang melestarikannya selaku orang sunda," kata Ayi  
 
"Saya sudah mendukung kepada para dewan yang sudah mendorong pihaknya  demi terlaksanakan kegiatan ini," lanjut Ayi. 
 
Dia berharap, kepada para anggota Dewan yang masih muda, sepeti Kang Upi, "Harapan saya untuk para dewan yang masih kuda yuk kita bangun bangsa kita lebih maju di bidang apapun, salah satunya dengan karya seni,"ungkapnya. 
 
Selain di Cicalung Dampiit, peringatan sumpah pemuda juga di gelar sederhana oleh karta Desa Tanjungwangi. (Andi)

Editor: Dimas Madia

Bagikan melalui:

Komentar