Dua PK Bapas Semarang Ikuti Training of Trainer (TOT) Sistem Peradilan Pidana Anak

Dua PK Bapas Semarang Ikuti Training of Trainer (TOT) Sistem Peradilan Pidana Anak Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, SEMARANG  - Seorang aparatur negara yang memiliki tugas dan fungsi dalam bidang penegakan hukum harus mempunyai integritas dan menjadi individu yang berkualitas. Penanganan permasalahan hukum yang timbul harus didasarkan pada asas rasionalitas agar ditemukan penyelesaian yang terbaik. Terutama apabila kasus-kasus atau permasalahan yang ditangani adalah yang berkaitan dengan anak-anak.

Melihat kenyataan pada saat ini bahwa masih banyaknya kasus-kasus yang melibatkan anak-anak, maka dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, aparatur negara yang terkait dengan penanganan hukum yang melibatkan anak, seperti Hakim, Jaksa, Penyidik, Pekerja Sosial, Advokat/pengacara, dan Pembimbing Kemasyarakatan harus dibekali dengan kemampuan yang memadai, dengan cara peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai penanganan anak yang berhadapan dengan hukum.

Oleh karena itu, BPSDM Hukum dan HAM RI menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) Pelatihan Sistem Peradilan Pidana Anak ( SPPA) pada 20 November - 25 November 2022 bertempat di BPSDM Hukum dan HAM Cinere yang diikuti oleh 90 orang APH dan Pihak terkait termasuk dua orang PK Bapas Semarang, Falikha Ardiyani dan Puguh Setyawan Jhody.

"TOT ini adalah mempersiapkan tenaga pengajar untuk diklat SPPA kedepan, sehingga kualitas dan kuantitas diklat SPPA akan semakin baik" Ujar Puguh

Sasaran yang hendak capai dari pelaksanaan TOT ini adalah meningkatnya pengetahuan yang sama bagi penegak hukum dan pihak terkait tentang hak-hak anak, keadilan restoratif, dan diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak, meningkatnya kompetensi teknis penegak hukum dan pihak terkait dalam penanganan Anak yang berhadapan dengan hukum dalam Sistem Peradilan Pidana Anak, dan terpenuhnya jumlah penegak hukum dan pihak terkait dalam Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Semoga melalui TOT dapat menghasilkan tenaga pengajar yang berkualitas sehingga pelaksanaan SPPA di lapangan dapat berjalan baik, satu persepsi, dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi Anak" Harap Puguh.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar