Buku 1.500 Inspirasi Jelajah Perjalanan Sandiaga Uno Kary Yuga Aden diLuncurkan

Buku 1.500 Inspirasi Jelajah Perjalanan Sandiaga Uno Kary Yuga Aden diLuncurkan Chairul Ichsan

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA - Catatan harian Yuga Sugama Aden yang tertuang dalam buku '1.500 Inspirasi Jelajah Perjalanan Sandiaga Uno', buku tersebut diluncurkan pada Senin (21/11/2022) pada siang ini di Gramedia Matraman Jakarta Timur Peluncuran ini dihadiri Menparekraf RI Sandiaga Uno, hingga Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan pun turut memberikan dukungan. Sementara itu, turut hadir sosok-sosok yang ikut dalam perjalanan tersebut, seperti Dahnil Simanjuntak, Hinca Panjaitan, Kawendra Lukistian, serta Dr Gamal Albinsaid. 

Buku tersebut merekam perjalanan safari politik semasa kampanye Pemilihan Presiden 2019. Saat itu Sandiaga menjadi calon wakil presiden, mendampingi Prabowo Subianto. Sejak 2 September 2018 hingga 12 April 2019, Yuga mencatat ada 1.500 titik daerah yang dikunjungi Sandi, mulai timur Aceh hingga barat Sorong, Papua. Dari utara Tarakan hingga selatan Bali.

Perjalanan puluhan ribu mil itu ada kalanya dijalani dengan pesawat komersial, kendaraan bermotor, berjalan kaki, hingga berlari di pagi atau sore hari.

Karya tersebut merupakan catatan Yuga Aden ke 1.500 titik dari Sabang sampai Merauke saat mendampingi Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 lalu.

Yuga Aden menuturkan, dirinya melihat sosok Sandiaga Uno yang begitu dekat dengan 'Wong Cilik' dengan program-programnya. "Saya menyaksikan sendiri bagaimana masyarakat yang dikunjungi memandang Sandiaga Uno sebagai sosok pemimpin yang mereka harapkan," kata Yuga.

Masyarakat begitu berharap lebih kepada Sandiaga Uno terutama dalam hal ekonomi. "Bagaimana Sandiaga Uno mendengarkan keluh kesah mereka, terutama masalah ekonomi, dan bagaimana mereka berharap kepada pengalaman Sandiaga Uno dalam memberikan solusi ekonomi," tambahnya. 

Menurut Yuga Aden, apa yang dilakukan Sandiaga Uno bukan sekadar blusukan pencitraan. 

"Sandi Uno menjalani muhibah silaturahmi langsung, berkunjung ke 1.500 titik selama delapan bulan nonstop, sesungguhnya aksi unik yang menguras energi dan daya batin ini, tanpa henti, demi menyapa, mengerti, hadir dan ada. Sandi sedang menyemai benih penting, sebuah gaya pejuang gerilya, yang langsung menusuk ke jantung persoalan rakyat. Kunjungan penuh kesantunan dan etika ini jauh lebih efektif daripada sekadar blusukan pencitraan," jelas Yuga. 

"Silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi dan berbagi inspirasi," tulis Yuga, yang pernah menjadi wartawan selama belasan tahun.

Sepanjang perjalanan, Sandiaga bertemu dengan para nelayan, petani, pelaku UMKM, kiai dan habaib, serta kelompok masyarakat lainnya. Salah satu hal menarik, di beberapa titik ternyata kelompok masyarakat yang ditemui justru memberikan sumbangan kepada Sandiaga. Hal itu antara lain terjadi saat berkampanye di Ponpes An-Nidzom, Sukabumi, pada 11 April 2019 dan keesokan harinya di GOR Saburai, Lampung.

Uang sumbangan dikumpulkan ke dalam kantong plastik. Sebelumnya, saat tiba di Sorong pada 27 Maret 2019, Sandi menerima satu stoples uang recehan."Uang receh untuk bayar utang negara", begitu tertulis di stoples tersebut.

Apa yang bisa dipetik dari ratusan foto yang tersebar di 252 halaman buku ini? Kalau saya lebih menangkap bagaimana kerja keras dan keseriusan Sandiaga S Uno dalam mengejar cita-cita. Selain itu, ketahanan stamina fisik, ketersediaan materi untuk biaya transportasi dan akomodasi, serta keperluan logistik lainnya diimbangi dengan keikhlasan dalam menerima takdir.

Selebihnya, buku ini tak lebih semacam dokumentasi foto dengan caption ala kadarnya. Tak ada informasi lebih dari yang telah dimuat di media massa dan media sosial kala itu. Buku ini juga menjadi terasa kurang gereget karena baru terbit tiga tahun setelah peristiwa berlalu. Apalagi, sebagai mantan wartawan, Yuga tak memberikan sedikit kisah di balik gambar ataupun dari apa yang dilihat, didengar, dan ketahuinya langsung di lapangan.

Ini adalah salah satu catatan harian Yuga Sugama Aden yang tertuang dalam buku '1.500 Inspirasi Jelajah Perjalanan Sandiaga Uno'. Rencananya, buku tersebut akan diluncurkan pada Senin (21/11/2022) siang ini.

Buleleng - Bali, 9 April 2019. Sejak pagi hujan deras mengguyur Lapangan Buana Patra, Singaraja. Tapi massa yang kebanyakan mengenakan kaus biru bergambar wajah Prabowo-Sandiaga Uno tetap bertahan. Mereka berkerumun di sana sambil sesekali meneriakkan yel-yel Sandiaga-Prabowo.

"Persaudaraan kita nomor satu, yang penting presiden kita nomor 2. Tusuk Prabowo-Sandi, insyaallah NKRI-Pancasila harga mati," kata Sandiaga S Uno disambut pekik yel-yel massa.

Mungkin karena faktor hujan kelewat deras, tak sampai lima menit berorasi, tiba-tiba mikrofon mati. Sandi pun memutuskan mengakhiri orasi untuk melanjutkan perjalanan ke lokasi lain di Bali.

Padahal majalah Tempo edisi 13 April 2019, misalnya, memotret sedikit sisi humanis Sandiaga. Di situ disebutkan Sandiaga pernah beberapa kali sempat menangis terharu di dalam mobil seusai kampanye. Salah satunya terjadi setelah berorasi di Lapangan Buana Patra, Singaraja, 9 April 2019.

Judul: 1.500 Inspirasi Jelajah Perjalanan Sandiaga Uno

Penulis: Yuga Aden

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Terbitan: November 2022

Tebal: 252 halaman

Editor: Chairul Ichsan

Bagikan melalui:

Komentar