Sekum PWM DIY: Literasi sebagai Nafas Dakwah Persyarikatan Muhammadiyah

Sekum PWM DIY: Literasi sebagai Nafas Dakwah Persyarikatan Muhammadiyah Affan Safani Adham

SINARPAGINEWS.COM, YOGYAKARTA - Di depan peserta Rakerwil (Rapat Kerja Wilayah) Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Sekretaris Umum PWM DIY, Arif Jamali Muis, menyampaikan bahwa literasi adalah nafas gerakan dakwah Muhammadiyah.

Dalam kegiatan bertemakan "Menggairahkan Tradisi Literasi sebagai Penguatan Gerakan Mencerahkan Semesta Digital" yang berlangsung di Aula Islamic Center Masjid UAD, Kampus 4 UAD, Sabtu (24/2/2024), Arif menyampaikan, dua tahun setelah Muhammadiyah berdiri, tepatnya pada tahun 1915, Kyai Dahlan mendirikan Suara Muhammadiyah sebagai media dakwah.

Kata Arif, literasi sebagai nafas dakwah persyarikatan Muhammadiyah. "Sampai saat ini masih sangat relevan, apalagi di tengah zaman post truth dan simularca yang antara haq dan bathil batasnya sangat tipis," papar Arif.

Menurutnya, salah-salah yang benar dianggap salah dan yang salah dianggap benar. "Otoritas kebenaran ditentukan oleh banyaknya yang posting, komentar dan like di media digital atau viral," tandasnya, yang menyinggung pendapat Tom Nichols, disebut matinya kepakaran The Death of Expertise.

Dalam konteks itulah, lanjut Arif, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-DIY harus mengambil peran strategis dalam memfasilitasi dakwah digital Muhammadiyah di seluruh DIY. "Perlu jihad Algoritma untuk membanjiri media sosial dengan dakwah Muhammadiyah," ungkap Arif lagi.

Dalam konteks kebijakan organisasi literasi, kata Arif, juga harus dipahami sebagai kesadaran pimpinan Muhammadiyah dalam membaca data.

Keputusan dan kebijakan organisasi tidak bisa lagi hanya berdasarkan asumsi belaka, tapi harus berbasis data. "Tentu data akan mudah dibaca dan dianalisis jika menggunakan aplikasi yang dibuat," papar Arif.

Sekali lagi, inilah peran Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) untuk membuat ekosistem digital dalam budaya organisasi agar pengelolaan dan analisis data akan mudah dibaca untuk mendukung kebijakan-kebijakan organisasi. "Selamat Rakerwil MPI PWM DIY. Selamat berjihad Algoritma," pungkas Arif Jamali Muis. (Fan)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar