"GNPK-RI Jawa Barat Menilai Wali Kota Bandung Periode -2024 -2029, Idealnya Kader Anti Korupsi"

"GNPK-RI Jawa Barat Menilai Wali Kota Bandung Periode -2024 -2029, Idealnya Kader Anti Korupsi"

SINARPAGINEWS.COM, KOTA BANDUNG - Proses pemilihan Kepala Daerah serentak akan segera dimulai dengan menjaring bakal calon oleh Partai-partai Politik, tak terkecuali Kota Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat.

Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Pimpinan Wilayah Jawa Barat memiliki kepentingan untuk memberikan sumbangan pemikiran kepada Partai Politik, bahkan bila perlu menyodorkan kader Anti Korupsi yang potensial membawa Kota Bandung menjadi Kota yang bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme termasuk didalamnya Pungli.

Alasan pentingnya kader Anti Korupsi untuk dipilih sebagai Walikota Bandung antara lain karena banyaknya kasus Korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Kasus terakhir yang saat ini masih berjalan di persidangan Pengadilan Tipikor adalah Korupsi Proyek Smart City yang telah menyeret Walikota saat itu Yana Mulyana beserta pejabat-pejabat lainnya dan pihak Swasta.

"Peristiwa OTT terakhir adalah cambuk yang sangat menyakitkan bagi Pemerintah dan warga Kota Bandung untuk memperbaiki diri", ungkap Sekretaris GNPK-RI Jawa Barat Darmawan.

"Sejak tahun 2003 Kota Bandung didera masalah korupsi besar beruntun hingga peristiwa OTT tahun lalu, bahkan disinyalir masih ada kasus-kasus lain yang belum dipublikasikan, apalagi bila kita lihat LHP BPK", demikian lanjut Darmawan.

Pada kesempatan lain, Ketua GNPK-RI Jawa Barat, Nana Supriatna Hadiwinata yang akrab dipanggil Abah Nana menyampaikan pandangan tentang urgensi kader Anti Korupsi menjadi Walikota Bandung.

Abah Nana menjelaskan bahwa citra Kota Bandung harus diperbaiki mulai dari pemimpinnya. "Yang akan menjabat Walikota Bandung harus benar-benar teruji integritas dan kapabilitasnya. Mengerti tentang bagaimana upaya pencegahan korupsi, paham tentang tata kelola Pemerintah Kota yang bersih dan bebas KKN, memiliki pengalaman dalan upaya pemberantasan korupsi, dan sebagainya. Materi ini semua ada di GNPK-RI", ujar Abah Nana.

Beberapa nama kader Anti Korupsi yang kemudian muncul ke permukaan untuk masuk ke ajang pemilihan Walikota Bandung tahun 2024 antara lain Dandan Riza Wardana dan Dede Farhan Aulawi, keduanya adalah Pengurus Wilayah GNPK-RI Jawa Barat, serta nama-nama lainnya yang tidak secara eksplisit disebutkan.

"Mereka itu memiliki pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni dalam organisasi pemerintahan dan mumpuni dalam ilmu pencegahan dan pemberantasan korupsi, maka sewajarnya kita munculkan nama-nama itu", demikian imbuh Abah Nana.

"GNPK-RI tidak ikut dalam kancah politik, tetapi wajib memberikan kader terbaik kepada Parpol untuk dipilih menjadi pemimpin Kota Bandung yang mampu mewujudkan Zero Corruption pada saat ini dan yang akan datang", pungkas Ketua GNPK-RI Jawa Barat.*

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar