Konsolidasi Bawaslu Bersama Media Menuju Pengawasan Pemilihan Serentak 2024

Konsolidasi Bawaslu Bersama Media Menuju Pengawasan Pemilihan Serentak 2024 Affan Safani Adham

SINARPAGINEWS.COM, YOGYAKARTA - Dalam rangka desiminasi informasi pengawasan pemilihan serentak 2024 untuk kepala daerah kabupaten/kota/provinsi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI mengadakan konsolidasi bersama media di Yogyakarta, Sabtu (23/3/2024) sore, di Sekar Kedhaton Restaurant, Jl Tegalgendu No 28 Kelurahan Prenggan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta.

Kegiatan konsolidasi media dalam rangka penguatan pemberitaan pada tahapan pemilihan serentak 2024 dihadiri Deputi Bidang Administrasi Bawaslu RI Ferdinand Eskal Tiae Sirait, Bawaslu DIY, jurnalis, mahasiswa dan Lembaga Pemantau Pemilu.

Konsolidasi yang dikemas dengan konsep serius tapi santai menghadirkan dua pembicara: Negus Gibran Mayardhi (caritau.com) dan Rizky Prasetya (mojok.co).

Bawaslu RI memberikan apresiasi atas peran media massa yang memiliki komitmen kuat mendinginkan situasi di tengah memanasnya iklim politik nasional.

Diharapkan, media mampu menjadi pengawas partisipatif dalam Pilkada serentak yang berlangsung November 2024. Dan peran media sebagai pengawas partisipatif diharapkan setiap tahapan Pilkada dengan memberikan informasi maupun masukan kepada Bawaslu selama proses Pilkada berlangsung.

Sebagaimana disampaikan Umi Illiyins, Anggota Bawaslu DIY Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Pilkada serentak se-Indonesia akan digelar 27 November 2024. "Tapi khusus di DIY tidak ada pemilihan gubernur," terangnya.

Meski begitu, Bawaslu DIY yang memiliki tanggung jawab lingkup nasional akan mengawal jalannya Pilkada Kabupaten/Kota se-DIY. "Karena Yogyakarta merupakan barometer politik di Indonesia yang dampaknya bisa memengaruhi konstelasi politik nasional," kata Umi.

Agar pesta demokrasi berjalan kondusif, Bawaslu DIY akan mengawal karena Bawaslu DIY memiliki tugas yang tidak ringan. "Gaungnya provinsi, tapi menjadi cerminan skala nasional. Untuk itu pesta demokrasi di DIY harus berjalan dengan integritas, jujur dan adil," ungkap Umi.

Bagi Umi, Bawaslu DIY akan tetap memberikan perhatian terhadap seluruh proses tahapan Pilkada 2024. "Khususnya pemilihan bupati dan walikota," terang Umi yang menambahkan senantiasa menjaga kondusivitas dan mengawal tahapan-tahapan Pilkada yang lebih menyentuh akar rumput sampai tingkat RW dan RT.

Saat ini Bawaslu DIY masih menunggu instruksi Bawaslu RI terkait pelantikan Panwas Adhoc Pilkada 2024. "Apakah akan merekrut Panwas Adhoc yang baru atau tetap Panwas Adhoc Pemilu 2024," kata Umi.

Ada sejumlah pertimbangan penting dalam pembentukan Panwas Adhoc. Dan Bawaslu DIY memiliki catatan evaluasi kinerja Panwas Pemilu 2024. "Seluruhnya telah dikirim ke Bawaslu RI sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi," ungkap Umi.

Menyinggung media, Umi mengatakan bahwa Bawaslu DIY telah berkolaborasi dengan baik bersama media. "Khususnya dalam hal pemberitaan," tandasnya.

Menurutnya, kerjasama dengan media akan tetap terus terjalin dengan baik. "Peran media dalam melakukan pengawasan pada saat Pemilu sangatlah luar biasa," kata Umi.

Bawaslu DIY menjadikan berita sebagai informasi awal dan dasar dilakukannya tindakan lanjutan kepada KPU DIY dan juga ke Bawaslu Kabupaten/Kota.

Peran media sangatlah besar dalam membantu pengawas Pemilu dan konsolidasi media bagi penguatan pemberitaan hasil Pemilu 2024 berlangsung secara nasional. (Fan)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar