Polisi Bekuk 2 Pelaku Sindikat Penipuan Undian Via SMS di Tanggerang

Polisi Bekuk 2 Pelaku Sindikat Penipuan Undian Via SMS di Tanggerang Chairul Ichsan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan melalui pesan singkat SMS

JAKARTA, - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan melalui pesan singkat SMS, Kedua tersangka tersebut ditangkap di salah satu perumahan kawasan Pondok Jaya, Sepatan, Kabupaten Tangerang, 20 Februari 2021.

"Dua penipu tersebut berinisial U (37) dan HS (29) yang beraksi dengan modus undian SMS," ungkap Yusri saat jumpa pers di di Aula Satya Haprabu,Mapolda Metro Jaya, Senin, (1/4 2021).Jakarta.

Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan, Penangakapan kedua tersangka bermula adanya laporan yang diterima Polisi tentang adanya aksi penipuan modus undian melalui pesan singkat. Berdasarkan pemeriksaan polisi, tersangka mendapatkan Rp 200 juga per bulan dari hasil melakukan penipuan dengan modus tersebut.

"Awalnya Pelapor selaku korban menerangkan bahwa pada tanggal 15 Februari 2020 telah menerima pesan singkat dari nomor +6282312468930 yang berisikan promo undian berhadiah, kemudian setelah membuka pesan tersebut korban diarahkan untuk membuka halaman website bit.ly/program_unlimited2021 dan korban diarahkan untuk menghubungi melalui aplikasi Whatsapp pada nomor telpon 08529858226," kata Yusri.

"Yang kemudian korban kembali diarahkan untuk mengirim pulsa sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) kepada nomor telpon 08529858226 dan mengirimkan uang kepada rekening BRI dengan Nomor Rekening 1801063542505 atas nama RD sebesar Rp. 3.720.000,- (tiga juta tujuh ratus dua puluh ribu rupiah) sebagai administrasi atau persyaratan untuk mendapatkan uang hadiah sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah)," terangnya.

Yusri menambahakan, Yang mana untuk pengirimannya akan langsung masuk kepada rekening pribadi milik korban selanjutnya setelah korban mengikuti dan melaksanakan panduan yang dimaksud, korban tidak kunjung mendapatkan uang hadiah sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) seperti yang dijanjikan dan nomor telpon tersebut tidak dapat dihubungi oleh korban.

"Pengakuannya tersangka ada baru sekali dan dua kali. Tetapi keuntungannya setelah kami dalami hampir Rp 200 juta per bulan," kata Yusri.

Ada 20 rekening berbagai bank atas nama orang yang berbeda disita dari penangkapan kedua tersangka, Sejumlah rekening itu digunakan tersangka untuk menerima transferan uang dari korban.

"Keterangan awal dia membeli rekening. Ini kami masih mendalami dan kita akan koordinasi dengan bank," katanya.

Adapun barang bukti lain dari penangkapan tersangka, yakni buku tabungan, 2 laptop, ponsel, 20 unit modem, unit port USB dan 40 sim card.

"Di sini tersangka, kami persangkakan Pasal 378 dan 372 juga Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 tentang TPPU. Juga Undang-Undang RI 11 tahun 2008 tentang ITE. Ancaman 20 tahun penjara dan paling rendah 4 tahun penjara," tutup Yusri.

Editor: Chairul Ichsan

Bagikan melalui:

Komentar