Polda Metro Jaya Ungkap Jaringan Peredaran Tembakau Gorila Industri Rumahan

Polda Metro Jaya Ungkap Jaringan Peredaran Tembakau Gorila Industri Rumahan Chairul Ichsan

JAKARTA, -- Sinarpaginews.com, - Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya dibawah pimpinan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Wadir Resnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Suhermanto dan Kasubdit I Resnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ferry Nur Abdullah mengungkap barang bukti dan tersangka pelaku Home Industry tembakau sintetis atau tembakau gorila.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 14 tersangka dengan perannya masing-masing. Salah satu pelaku merupakan narapidana berinisial V yang sedang menjalani masa tahanan di lembaga pemasyarakatan di Jakarta.

"Ini adalah jaringan salah satu tersangka V yang saat ini masih ada di LP. Dia pengendali dan sebagai koordinator serta mengajarkan membuat tembakau sintetis ini kemudian mengendalikan pengriman," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/3).

Dari jaringan napi polisi menangkap 7 tersangka dan satu orang narapidana. Ke-7 berinisial HA, EM, M, RZ, NPS, RSW, dan EA pada 2-17 Maret 2021 silam, Yusri memaparkan, HA yang berperan sebagai kurir, seorang wanita inisial EM berperan sebagai produksi tembakau sintetis. Kemudian tersangka RZ dan M alias Tunggir sebagai tenaga produksi dan pembeli tembakau sintetis ke Akun Fortune Jack dan penjualan dengan akun Emergency dan Legendary Mamoth. Tersangka NPS pemilik akun Fortune Jack dan tersangka RSW serta EA mengirim tembakau sintetis kepada NPS dan mendapatkan tembakau sintetis dari akun Starsstuf dan Mr Sinta.

Berawal adanya informasi dari masyarakat tentang peredaran tembakau sintetis di Jakarta, selanjutnya Tem Sus Subdit I Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya melakukan Penyelidikan. polisi masih mengejar tersangka lainnya yang berstatus sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dikatakan Yusri, Para pelaku membuat tembakau sintetis dan mengedarkannya melalui media sosial, “V pemilik akun Cemical Narkos and Goup Lines Form Order untuk penjualan tembakau sintetis, serta mengendalikan atau memerintahkan tersangka lainnya, dan melakukan penjemputan tembakau sintetis,” tuturnya.

Modus operandi para pelaku yaitu membuat tembakau sintetis dan mengedarkannya melalui media sosial. Polisi turut mengamankan barang bukti berupa plastik bening berisi bibit sintetis 10 gram positif MDMB-4en-PINACA.

“Tetapi ini mereka bisa menciptakan bahan yang baru. Namanya itu positif MDMB 4en Pinaca, dampaknya sama dengan orang menggunakan tembakau gorilla. Tersangka melakukan penjualannya melalui instagram dan akun yang telah disiapkan oleh V,” jelas Yusri.

Dalam melakukan aksinya, tersangka melakukan secara ortodidak melalui link yang dikirim oleh V kepada pelaku peracik untuk mencampur tembakau sintetis secara manual dengan tembakau murni, kemudian dikirim sesuai pesanan, menggunakan jasa pengiriman ke Jabodetabek, Pulau Jawa, dan Bali.

“Tembakau sintetis dicampur atau mix dengan tembakau murni, kemudian dimasukkan kedalam bungkus kertas dan dijual dengan menggunakan medsos dan Akun Emergency ke Jabodetabek, pulau Jawa, Bali, Lampung, Kalimantan Timur,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider 113 ayat (1) lebih subsider pasal 112 ayat (2) Juncto pasal 132 (1) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati.

Editor: Chairul Ichsan

Bagikan melalui:

Komentar