Kapolri Resmi Luncurkan ETLE Nasional Tahap Satu di 12 Polda Dengan 244 Kamera Tilang

Kapolri Resmi Luncurkan ETLE Nasional Tahap Satu di 12 Polda Dengan 244 Kamera Tilang Ismet spn

JAKARTA, Sinarpaginews.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meresmikan launching tilang elektronik atau Elektronic Traffic law enforcement (ETLE) Nasional tahap 1 (satu) di Gedung NTMC Polri, jln MT Haryono, Jakarta, Selasa (23/3).

Dalam launching tahap 1 ini, ada 12 Polda dengan 244 kamera tilang elektronik yang akan dioperasikan mulai hari ini.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin dan Jaksa Agung TB. Burhanuddin yang turut dalam penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) penegakan hukum.

Menpan RB Tjahjo Kumolo, Kepala Bappenas Suharso Manoarfa, Dirut Jasa Raharja Budi Raharjo dan beberapa perwakilan instansi lain turut hadir. Jajaran Dirlantas se-Indonesia juga hadir secara virtual.

ETLE Nasional ini merupakan salah satu implementasi Korlantas Polri yang dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono dalam mewujudkan salah satu program prioritas Presisi (prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam paparannya mengatakan, kehadiran tilang elektronik nasional ini untuk meningkatkan program keamanan dan keselamatan masyarakat di jalan raya. Kapolri ingin masyarakat lebih waspada dalam waspada karena adanya Etle dapat memantau perilaku pengendara.

“Kenapa ini kita lakukan. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk meningkat program keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas,”ujar Listyo Sigit dalam sambutannya di Gedung NTMC

“Tentunya perlu ada upaya-upaya penegakan hukum agar proses pelaksanaan kegiatan para pengguna jalan betul-betul bisa disiplin, bisa mengutamakan keselamatan dan tentunga menghargai masyarakat lain sesama pengguna jalan,” sambungnya.

Di sisi Polri, Kapolri menekankan upaya penegakan hukum yang transparan melalui ETLE atau tilang elektronik. Ia berharap sistem Etle dapat mencegah penyalahgunaan wewenang sekaligus pemanfaatan teknologi informasi

Dengan Sistem ETLE , Kata Kapolri, program itu dapat mencegah penyalahgunaan wewenang sekaligus pemanfaatan teknologi informasi.

“Di sisi kepolisian, program ETLE adalah bagian dari kami untuk melakukan penegakan hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi. Kita terus memperbaiki sistem sehingga ke depan penegakan hukum kepolisian, khususnya lalu lintas di jalan, tidak perlu berinteraksi langsung dengan masyarakat yang tentunya kita sering mendapatkan komplain,” kata Listyo.

“Terkait dengan masalah proses tilang yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota, yang kemudian berpotensi terjadinya penyalahgunaan wewenang,” jelasnya.

Sistem ETLE Nasional ini , lanjut Kapolri, dapat menindak 10 pelanggaran lalu lintas diantaranya pelanggaran traffic light, marka jalan, ganjil genap, menggunakan ponsel, melawan arus, tidak menggunakan helm, keabsahan STNK, tidak menggunakan sabuk pengaman dan pelanggaran pembatasan jenis kendaraan tertentu.

“Selain mendeteksi pelanggaran lalu lintas, sistem Etle juga dapat menjadi pendukung bukti kasus kecelakaan dan tidak kriminalitas di jalan raya dengan menggunakan teknologi face recognition yang sudah ada di sistem Etle,” katanya.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengungkapkan jajaran Korlantas masih terus bekerja agar penerapan Etle bisa rampung di 34 Polda.

“Sistem ETLE ini terintegrasi dari Polres, Polda hingga Korlantas Polri. Konsen tahap pertama ini tentunya akan ditindaklanjuti dengan launching kedua nanti,” ujarnya.

“Rencananya kita akan bangun di 10 polda berikutnya, yang kita rencanakan nanti sekitar 28 april kita resmikan launching kedua, nanti secara bertahap, akan kita laksanakan,” tambahnya.

Secara teknis, Kakorlantas menjelaskan, pihaknya terus bekerja untuk merampungkan program ini secara bertahap hingga 34 polda nanti terpasang semua.

“Di semua titik yang perlu kita pasang ETLE tentunya berdasarkan maping dan analisis kita. Titik mana yang paling krusial dan perlu kita pasang ETLE di situ,” ujar istiono.

Menurutnya, ETLE Nasional ini dapat mendeteksi seluruh kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang tidak mematuhi aturan lalu lintas.

“Dengan kehadiran ETLE, semua kendaraan yang melanggar intinya ke foto, ke potret, mau nomor khusus, nomor apa saja, pake nomor TNI itu ke potret. Kalau TNI nanti urusannya dikonfirmasi ke temen-temen, kita sudah kerjasama bagaimana mekanismesnya untuk teman-teman TNI, ada konfirmasi disitu,” beber Istiono.

“Ini adalah bagian dari kesadaran masyarakat dalam membangun hukum itu sendiri,” pungkasnya.

Berikut 12 Polda yang sudah menerapkan Etle di launching tahap 1 (Satu) :

1. Polda Metro Jaya

2. Polda Jawa Barat

3. Polda Jawa Tengah

4. Polda Jawa Timur

5. Polda Jambi

6. Polda Sumatera Utara

7. Polda Riau

8. Polda Banten

9. Polda D.I.Y

10. Polda Lampung

11. Polda Sulawesi Selatan

12. Polda Sumatera Barat.

Editor: Chairul Ichsan

Bagikan melalui:

Komentar