Polres Pelabuhan Tanjung Priok Amanakan Penyelundupan 61.398 Ekor Benih Lobster Siap Ekspor di Muara Angke

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Amanakan Penyelundupan 61.398 Ekor Benih Lobster Siap Ekspor di Muara Angke Chairul Ichsan

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA, - Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengungkap penyelundupan 11 kotak sterofoam berisi 61.398 ekor benih lobster (benur) di wilayah Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (11/7/2021) pukul 01.05 WIB. 

Modusnya, pelaku yang berangkat dari Pelabuhan Ratu Sukabumi mencari lokasi sepi di sekitar Muara Angke, kemudian memindahkan 11 kotak sterofoam berisi benur tersebut dari mobil Toyota Avanza ke Mitsubishi volt untuk dibawa ke Lampung. 

Menurut Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana, penyelundupan yang dilakukan tiga tersangka yakni UJ, N dan R adalah modus baru. 

"Kita menemukan sesuatu yang tidak biasa, mereka menggunakan akses laut maupun darat langsung menuju Lampung. Mereka terindikasi memanfaatkan akses di sektor essensial di pelabuhan Muara Angke, " ujar Kapolres saat jumpa pers di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (13/7/2021). 

"Dari Pelabuhan Ratu mereka ke Jakarta dulu baru ke Sumatra lewat jalur darat," lanjutnya. Pengakuan tersangka, dari Sumatera benur tersebut rencananya akan dikirim ke luar negeri yakni Vietnam, melalui jalur laut Sumatera. Kapolres juga menyatakan, penangkapan benur ini bisa menyelamatkan keuangan negara senilai Rp 6 Milyar. 

"Khusus barbuk benih lobster ini yang berhasil kita amankan berpotensi menyelamatkan keuangan negara apabila dijual ke luar negeri senilai Rp 6 Milyar, "jelasnya. 

Selanjutnya, kasus ini akan dikembangkan oleh polisi bersama Ditjen PKSDP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 92 juncto Pasal 26 ayat 1 UU No. 11 Tahun 2020 dan Pasal 88 juncto Pasal 16 ayat 1 UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman lima tahun penjara. 

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 92 juncto Pasal 26 ayat 1 UU No. 11 Tahun 2020 dan Pasal 88 juncto Pasal 16 ayat 1 UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman lima tahun penjara. 

Editor: Chairul Ichsan

Bagikan melalui:

Komentar