Jalan Desa Waru Mranggen Tergenang Banjir, Babinsa Arahkan Warga Lalui Jalan Alternatif

Jalan Desa Waru Mranggen Tergenang Banjir, Babinsa Arahkan Warga Lalui Jalan Alternatif Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, DEMAK - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Mranggen Rabu (10/11) sore, mengakibatkan ruas jalan utama Desa Waru banjir, akibat luapan sungai Dombo yang berada disamping jalan. Hal ini menyebabkan lalu lintas jalan yang menjadi penghubung Kecamatan Mranggen dengan Kecamatan Sayung ini terhambat.

Babinsa Koramil 12/Mranggen Kodim 0716/Demak Serda Solekhun yang mendapat informasi banjirnya jalan tersebut, langsung menuju lokasi. Dirinya bersama beberapa orang warga berusaha mengingatkan pengendara terutama kendaraan roda dua untuk melewati jalan alternatif lain, yakni melalui jalan Ngemplak timur.

"Kita arahkan warga untuk melalui jalur timur. Walaupun jalannya tak selebar jalan ini, akan tetapi jalan sana tidak tergenang air," kata Solekhun saat ditemui disela-sela aktivitasnya.

Saat terjadi hujan lebat, terlebih di kawasan selatan, baik daerah Pucang gading, maupun desa-desa lainnya, bisa dipastikan sungi Dombo, yang menjadi saluran penampung air dari daerah Kecamatan Mranggen akan meluap, terutama di jalan Desa Waru, yang terbilang cukup rendah.

Penyebab meluapnya air sungai Dombo di Desa Waru tak hanya dari segi jalan yang terbilang cukup rendah, akan tetapi sungai tersebut sudah mengalami pendangkalan, serta banyaknya jembatan di kawasan tersebut yang menjorok ke sungai, sehingga menghambat aliran air yang mengalir.

Air yang menggenang di kawasan tersebut, menurut Serda Solekhun, bisa mencapai 30 hingga 60 centimeter di atas permukaan jalan raya. Dan biasanya genangan air bertahan hingga 2-5 jam tergantung dari curah hujan di kawasan selatan Kecamatan Mranggen.

"Banyak faktor yang menyebabkan kawasan ini langganan banjir. Yang paling utama adalah daerah Kecamatan Sayung sudah mengalami penurunan muka tanah setiap tahunnya, sehingga manakala air datang dengan kapasitas cukup banyak, air tidak dapat mengalir ke laut, sehingga menggenang di cekungan sekitar sungai, salah satunya ya jalan ini. Semoga ini segera mendapatkan penanganan lebih intensif dari pemerintah, mengingat jalan ini adalah jalan utama warga," tandasnya.(hid/pen)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar