Rapat Bersama Gubernur Jateng, Bupati Tegal Karen Citra Suarakan Hak Anak

Rapat Bersama Gubernur Jateng, Bupati Tegal Karen Citra Suarakan Hak Anak Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM,TEGAL– Bupati Tegal Karen Citra Yehuni (17) suarakan hak anak saat rapat bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui aplikasi zoom meeting dari rumah dinas Bupati Tegal, Sabtu (20/11/2021) pagi. Di sini, Karen menyampaikan persoalan vaksinasi pada anak sekolah dasar yang belum merata, disamping rendahnya kesadaran siswa dalam menerapkan protokol kesehatan saat pembelajaran tatap muka terbatas berlangsung.

Karen adalah siswi kelas XII SMA Negeri 1 Slawi, Ketua Forum Anak Slawi Ayu (FASA) yang mendapat kesempatan mengambil alih peran Bupati Tegal selama dua jam pada rangkaian peringatan Hari Anak Sedunia 2021 tingkat Jawa Tengah yang dikemas lewat rapat koordinasi secara daring.

Selain Karen, ada 34 anak lainnya di Jawa Tengah yang tergabung dalam Forum Anak Jawa Tengah menggantikan peran bupati dan walikotanya masing-masing. Rapat virtual berkonsep “Kids Take Over” ini tidak saja memberikan kesempatan bagi anak-anak bersuara, tapi juga menggugah kesadaran dan meneguhkan komitmen Pemkab Tegal untuk selalu menghargai, memenuhi dan melindungi hak-hak anak, mewujudkan visi Kabupaten Tegal Layak Anak.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah usai mendampingi Karen yang menggantikan posisinya saat berdialog dengan Gubernur Jawa Tengah. Umi pun menyambut kegiatan baik ini dan menyampaikan apresiasinya kepada Unicef dan Forum Anak Jawa Tengah yang telah menginisiasi acara tersebut.

“Ini adalah ajang positif dalam memberikan ruang dan kesempatan bagi forum anak di Jawa Tengah untuk bisa merasakan menjadi walikota ataupun bupati. Walaupun hanya sebentar, pengalaman ini bisa jadi momen paling berkesan bagi mereka,” kata Umi.

Pada rapat virtual ini Umi juga menyampaikan bahwa saat ini sudah terdapat 457 sekolah ramah anak di Kabupaten Tegal sebagai wujud nyata komitmen Pemkab Tegal dalam memberikan perlindungan pada anak. Ia berharap dengan terpenuhinya hak-hak anak tersebut anak-anak bisa nyaman bersekolah dan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan fokus belajar untuk meraih prestasi yang lebih baik.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan jika forum ini adalah kesempatan pemerintah untuk mendengarkan suara anak secara langsung. Sehingga para pemangku kebijakan dapat mengerti dan memahami apa yang dirasakan dan diinginkan anak-anak.

“Dari Kids Take Over ini anak-anak memainkan perannya sebagai pelopor dan pelapor. Mereka berkesempatan untuk bisa mengekspresikan gagasannya dengan berbagai permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari,” katanya.

Misalnya, lanjut Ganjar, bagaimana anak merasa terintimidasi di sekolah, kondisi kesehatan mental dan perlindungan bagi anak yang kehilangan orang tua atau pengasuhan anak di masa pandemi dan pendidikan yang berdampak pada kesehatan mental anak-anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tegal Elliya Hidayah siap menindaklanjuti setiap permasalahan yang disampaikan anak-anak tersebut dengan merumuskan solusi dan melangkah ke aksi nyata agar hak-hak anak terpenuhi dan anak menjadi lebih terlindungi.(hid/oka)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar