Dinas PU Kota Bandung,Didug Peti Eskan Atas Kekurangan Volume Pekerjaan pada Empat Paket Pekerjaan

Dinas PU Kota Bandung,Didug Peti Eskan Atas Kekurangan Volume Pekerjaan pada Empat Paket Pekerjaan Red

SINARPAGINEWS.COM, KOTA BANDUNG - Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Diduga Peti Eskan, Rp.105.169.050,85 Atas Kekurangan Volume Pekerjaan pada Empat Paket Pekerjaan.

Dari Hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran (TA) 2021 yang di Lakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat Menemukan masalah: Kekurangan Volume Pekerjaan pada Empat Paket Pekerjaan Peningkatan Jalan Irigasi Jaringan di Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Sebesar Rp.105.169.050,85.

Pada Tahun Anggaran 2021, Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung memperoleh alokasi anggaran Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan sebesar Rp119.533.700.418,00 dengan realisasi belanja s.d. 31 Desember 2021 sebesar Rp104.818.394.157,00 (87,69%).

Berdasarkan hasil pemeriksaan atas dokumen pertanggungjawaban berupa kontrak, as built drawing dan back up data serta pemeriksaan fisik di lapangan, diketahui terjadi kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp.105.169.050,85 pada empat (4) paket pekerjaan peningkatan jalan irigasi dan jaringan di Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung dengan uraian sebagai berikut:

1.Kekurangan Volume Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Ir. H. Juanda (Segmen Jl. Cikapayang – Simpang Dago) Sebesar Rp.33.187.352,20.
Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Ir. H. Juanda (Segmen Jl. Cikapayang – Simpang Dago) yang dilaksanakan oleh PT AK melalui Kontrak Nomor 027/1.03.10.2.01.10/JAL/SP-03/PPKm/DPU/2021 tanggal 25 Agustus 2021 dengan nilai sebesar Rp.3.805.807.200,00 (termasuk PPN)
.
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 90 hari kalender terhitung sejak tanggal 30 Agustus 2021 s.d. 26 November 2021. Lingkup pekerjaan ini berupa pekerjaan perkerasan aspal (Laston Lapis Aus (AC-WC), pekerjaan kerb, dan pekerjaan minor lainnya.

Kontrak mengalami perubahan pekerjaan melalui Surat Perintah Perubahan Pekerjaan Nomor 027/1.03.10.2.01.10/PJKK/SPPP-03/PPK/DPU/2021 tanggal 8 September 2021 berupa penyesuaian terhadap panjang dan lebar jalan existing mengakibatkan terjadinya tambah-kurang volume pekerjaan. Pekerjaan telah selesai 100% dengan Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan (PHO) Nomor 027/1.03.10.2.01.10/BASTHPP- 146/PPK/DPU/2021 tanggal 8 Desember 2021.

Terdapat keterlambatan pekerjaan selama 12 hari kalender dan telah dikenakan denda sebesar Rp.8.634.570,00 melalui pemotongan pembayaran termin terakhir. Pembayaran telah lunas dengan realisasi pembayaran sebesar Rp.3.718.122.200,00, terakhir melalui SP2D termin 100% Nomor SP2D/02483/BM/1.03.0.00.0.00.01.0000/2021 tanggal 21 Desember 2021 sebesar Rp2.956.960.760,00.

Hasil pemeriksaan fisik secara uji petik yang dilakukan oleh BPK, Pelaksana Pekerjaan, Konsultan Pengawas, serta PPK dan PPTK pada tanggal 23
Februari 2022 menunjukkan terdapat kekurangan volume pekerjaan Sebesar Rp.33.187.352,20 rincian terlampir.

2.Kekurangan Volume Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Taman Citarum di Dinas Pekerjaan Umum Sebesar Rp.32.418.383,40
Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Taman Citarum yang dilaksanakan oleh CV CR melalui Kontrak Nomor 027/1.03.10.2.01.10/JAL/SP-01/PPKm/DPU/2021 tanggal 25 Agustus 2021 dengan nilai sebesar Rp1.370.228.500,00 (termasuk PPN).

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 60 hari kalender terhitung sejaktanggal 30 Agustus 2021 s.d. 28 Oktober 2021. Item pekerjaan utama berupa
pekerjaan perkerasan aspal Laston Lapis Aus (AC-WC). Kontrak mengalami perubahan pekerjaan melalui Surat Perintah Perubahan Pekerjaan Nomor 027/1.03.10.2.01.10/PJKK/SPPP-01/PPK/DPU/2021 tanggal 8 September 2021 berupa penyesuaian terhadap panjang dan lebar jalan existing mengakibatkan terjadinya tambah-kurang volume pekerjaan. Pekerjaan telah diserahterimakan dengan Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan (PHO) Nomor 027/1.03.10.2.01.10/BASTHPP- 145/PPK/DPU/2021 tanggal 24 November 2021.

Terdapat keterlambatan pekerjaan selama 27 hari kalender dan telah dikenakan denda sebesar Rp 27.016.883,00 melalui pemotongan pembayaran termin terakhir. Pembayaran telah lunas dengan realisasi pembayaran sebesar Rp1.332.106.700,00, terakhir melalui SP2D Nomor SP2D/02432/BM/1.03.0.00.0.00.01.0000/2021 tanggal 21 Desember 2021 sebesar Rp.1.332.106.700,00.

Hasil pemeriksaan fisik secara uji petik yang dilakukan oleh BPK, Pelaksana Pekerjaan, Konsultan Pengawas, serta PPK dan PPTK pada tanggal 24
Februari 2022 menunjukkan terdapat kekurangan volume pekerjaan Sebesar Rp.32.418.383,40 dengan rincian sebagai berikut:

3.Kekurangan Volume Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Bengawan sebesar Rp 2.869.700,40
Pemeliharaan Jalan Bengawan yang dilaksanakan oleh CV CR melalui Kontrak Nomor 027/1.03.10.2.01.10/JAL/SP-04/PPKm/DPU/2021 tanggal 25 Agustus 2021 dengan nilai sebesar Rp1.365.277.500,00 (termasuk PPN). Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 60 hari kalender terhitung sejak tanggal 30 Agustus 2021 s.d. 28 Oktober 2021. Item pekerjaan utama berupa pekerjaan perkerasan aspal Laston Lapis Aus (AC-WC).

Kontrak mengalami perubahan pekerjaan melalui Surat Perintah Perubahan Pekerjaan Nomor 027/1.03.10.2.01.10/PJKK/SPPP-04/PPK/DPU/2021 tanggal 8 September 2021 berupa penyesuaian terhadap panjang dan lebar jalan existing mengakibatkan terjadinya tambah-kurang volume pekerjaan. Pekerjaan telah diserahterimakan dengan Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan (PHO) Nomor 027/1.03.10.2.01.10/BASTHPP- 144/PPK/DPU/2021 tanggal 18 November 2021.

4. Kekurangan Volume Pekerjaan Pekerjaan Pembangunan Kolam Retensi Jalan Bima Kec. Cicendo sebesar Rp 36.693.614,85

Pekerjaan Pembangunan Kolam Retensi Jalan Bima Kec. Cicendo dilaksanakan oleh PT CMU berdasarkan Surat Perjanjian Nomor 027/01.14/PembJB-02/SP-02/PPKm-Bid/SDA.DPU/VIII/2021 Tanggal 31 Agustus 2021 senilai Rp3.786.823.313,00, dengan jangka waktu pelaksanaan selama 100 hari kalender terhitung mulai tanggal 31 Agustus s.d. 9 Desember 2021.

Kontrak tersebut selanjutnya mengalami dua kali perubahan, terakhir dengan Addendum Nomor 027/01.14/PembJB-02/SP-02/ADD-02/PPKm- Bid/SDA.DPU/XII/2021 Tanggal 10 Desember 2021 yang memberikan kesempatan pelaksanaan pekerjaan sebanyak 50 hari kalender dengan dikenakan denda.

Pekerjaan belum selesai dilaksanakan 100%. PPK telah menerima hasil pekerjaan sesuai dengan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hasil Pekerjaan Nomor 027/01.14/Pemb.JB-02/BASTP-01/DPU/2022 tanggal 25 Januari 2022 dengan alasan karena telah dapat difungsikan dengan keadaan baik. Realisasi pekerjaan sesuai BAST tersebut adalah Rp3.590.551.208,64. Pembayaran telah dibayarkan sebesar Rp1.893.411.657,00 atau 50,00% dari nilai kontrak berdasarkan:

1) SP2D Nomor SP2D/01293/BM/1.03.0.00.0.00.01.0000/2021 Tanggal 5 November 2021 sebesar Rp1.136.046.994,00;
2) SP2D Nomor SP2D/02500/BM/1.03.0.00.0.00.01.0000/2021 Tanggal 22 Desember 2021 sebesar Rp757.364.663,00.
Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik secara uji petik atas pekerjaan tersebut yang dilakukan oleh BPK, Pelaksana Pekerjaan, Konsultan Pengawas, serta PPK dan PPTK Dinas Pekerjaan Umum pada tanggal 28 Maret 2022 diketahui penyimpangan-penyimpangan sebagai berikut.

1) Kekurangan volume pekerjaan pada beberapa item pekerjaan, antara lain pada pekerjaan Dinding Penahan Tanah (DPT) dan pekerjaan Bronjong sebesar Rp.26.104.036,64. Hasil perhitungan secara rinci terdapat pada Lampiran 9.

2) Pekerjaan Beton DPT tidak memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan. Hasil laboratorium yang dilakukan penyedia diketahui terdapat hasil uji beton DPT dengan nilai 16,7 Mpa sedangkan spesifikasi teknis mutu beton yang dipersyaratkan adalah 21,7 Mpa. Hasil klarifikasi kepada Konsultan Pengawas dan Penyedia dengan diketahui oleh PPK diketahui bahwa volume beton terpasang yang diwakili oleh titik tersebut adalah sebesar 45 m3.

Selanjutnya hasil wawancara dengan perencana, diketahui bahwa berdasarkan hasil perhitungan perencana, mutu beton 16,7 Mpa masih dapat diterima dan tidak akan menyebabkan gagal bangunan apabila memperoleh beban sebagaimana rencana. Dengan demikian volume beton dapat diperhitungkan sebagai prestasi pekerjaan dengan pengurangan harga. Dari hasil perhitungan menggunakan spesifikasi teknis Bina Marga 2018 Divisi 7 diperoleh harga satuan

terkoreksi menjadi Rp 715.479,92 dari harga awal Rp 950.803,88. Dengan demikian terdapat potensi kelebihan pembayaran sebesar Rp.10.589.578,21 (45 m3 x (Rp 950.803,88 - Rp 715.479,92).

Kondisi tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan TA 2021 sebesar Rp.68.475.436,00 (Rp33.187.352,20 + Rp32.418.383,40 + Rp2.869.700,40) Potensi kelebihan pembayaran sebesar Rp36.693.614,85 (Rp26.104.036,64 + Rp10.589.578,21).

Hal tersebut terjadi karena PPK dan Pengawas Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Ir. H. Juanda (Segmen Jl. Cikapayang – Simpang Dago); Pemeliharaan Jalan Taman Citarum; Pemeliharaan Jalan Bengawan dan Pembangunan Kolam Retensi Jalan Bima Kec. Cicendo belum sepenuhnya optimal dalam mengendalikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

BPK merekomendasikan Wali Kota Bandung agar memerintahkan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung selaku Pengguna
Anggaran untuk: Memproses kelebihan pembayaran sebesar Rp 36.693.614,85 sesuai peraturan perundang-undangan dan menyetorkannya ke kas daerah

.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar