Sampah Mengotori Objek Wisata Pasca Libur Lebaran, Kadispar : Ini Tanggung Jawab Bersama

Sampah Mengotori Objek Wisata Pasca Libur Lebaran, Kadispar : Ini Tanggung Jawab Bersama Dok

SINARPAGINEWS.COM, KAB. SUKABUMI – Selama hari libur lebaran Iedul Fitri 1443 H/2022 M, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sukabumi cukup tinggi. Umumnya memadati objek-objek wisata yang sudah sangat dikenal luas, seperti  pantai sepanjang Palabuhanratu hingga Cisolok, pemandian air panas Cisolok, pantai Ujung genteng, termasuk objek wisata lain di kawasan Geopark Ciletuh Palabuharatu.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Sukabumi Sigit Widarmadi, mengungkapkan kepada sinarpaginews.com ketika dihubungi lewat telp, Kamis (12/5/2022), bahwa  untuk mengantisipasi hal itu Pemerintah Kabupaten Sukabumi melakukan berbagai himbauan, salah satunya berkaitan dengan kebersihan.

“ Kami sebelumnya terus melakukan himbauan kepada warga dan masyarakat pengunjung yang berwisata ke Kabupaten Sukabumi, untuk bersama-sama menjaga kebersihan, karena kebersihan tempat wisata merupakan bagian penting untuk menciptakan keindahan dan kenyamanan saat berwisata” tutur Sigit.

Namun kenyataannya pasca liburan, dibeberapa lokasi sampah berserakan  mengotori tempat-tempat wisata. Menurut Sigit, ini harus segera diselesaikan dan merupakan tanggung jawab bersama.

" Dari aktifitas pengunjung yang begitu padat saat ini, beberapa tempat wisata di penuhi dengan sampah. Kami akan segera melakukan koordinasi dengan instansi yang membidangi pengelolaan sampah di kabupaten sukabumi. Masalah sampah menjadi tanggung jawab kita bersama, mari kita cari solusi untuk menyelesaikannya dengan baik,” kata Sigit.

Kepada pengunjung yang hendaknya berwisata ke Sukabumi Sigit menghimbau, agar selalu menjaga kebersihan. Semua pihak punya tanggung jawab termasuk para wisatawan yang datang menikmati destinasi wisata.

Mengenai pengelolaan sampah, apakah bisa dikelola masyarakat dengan biayanya dialokasikan sebagian dari hasil retribusi, Sigit mengungkapkan, dalam hal ini harus menjadi pemahaman bersama bahwa hasil pungutan retribusi tersebut secara aturan tidak bisa di alokasikan langsung. Namun harus dikelola sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD),  dan digabungkan dengan sumber PAD lainnya, untuk program percepatan pembangunan. Salah satunya sektor pariwista, disamping sektor pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur.

Editor: Iyan Sopyan

Bagikan melalui:

Komentar