SINARPAGINEWS.COM,JAKARTA — Barasuara merilis “Api dan Mimpi” sebagai original soundtrack film GJLS: Berapi-Api. Lagu tersebut lahir dari cerita tiga sahabat dalam film, termasuk perjalanan mereka menghadapi keinginan, konflik, hingga menemukan titik penyelesaian.
“Api dan Mimpi” diperkenalkan bersamaan dengan rangkaian materi promosi film GJLS: Berapi-Api, termasuk official poster dan trailer. Film yang disutradarai Monty Tiwa itu menghadirkan perpaduan pemain film dan komika dari berbagai generasi.
Vokalis sekaligus gitaris Barasuara, Iga Massardi, mengatakan pembuatan lagu dimulai dari upaya memahami cerita film. Menurut dia, soundtrack harus memiliki hubungan dengan narasi film agar musik tidak berdiri sebagai karya yang terpisah.
“Yang kami harapkan, lagu ini bisa berjalan bersama dengan filmnya, tetapi juga tetap bisa berdiri sendiri sebagai karya Barasuara. Jadi ada hubungan yang saling menguatkan antara lagu dan film,” kata Iga dalam jumpa pers di Jakarta, (1/10/2026).
Barasuara Menyesuaikan Lagu dengan Cerita GJLS
Iga menjelaskan Barasuara terlebih dahulu menyaksikan film untuk memahami alur cerita sebelum mengembangkan “Api dan Mimpi”. Cerita yang mereka tangkap kemudian diterjemahkan ke dalam lirik dan musik.
“Kalau kita membuat sesuatu yang penceritaannya terpisah dari film, nanti tidak akan ada korelasinya. Jadi lagu ini memang dibuat berdasarkan alur cerita dan apa yang terjadi di film,” ujar Iga.
Menurut Iga, cerita tentang tiga sahabat menjadi dasar utama dalam penulisan lirik. Ketiganya memiliki keinginan yang hendak dicapai, tetapi hubungan mereka kemudian menghadapi konflik.
“Secara lirik, lagu ini dibuat berdasarkan plot dari filmnya. Filmnya berbicara tentang tiga sahabat yang ingin mengejar sesuatu, kemudian di tengah perjalanan muncul konflik di antara mereka, sampai akhirnya ada satu kesimpulan,” katanya.
Bagi Barasuara, hubungan antara lagu dan film tersebut penting agar “Api dan Mimpi” tidak sekadar menjadi musik latar. Lagu diharapkan ikut membawa emosi dan gagasan yang terdapat dalam cerita GJLS: Berapi-Api.
Proses Kreatif Berawal dari Menonton Film
Iga menuturkan proses penggarapan lagu dimulai setelah personel Barasuara menonton film. Cerita yang mereka tangkap kemudian menjadi bahan untuk menyusun lirik.
Setelah lirik mulai terbentuk, Barasuara mengembangkan musik dari sejumlah draft yang telah tersedia. Salah satu draft kemudian dirasakan memiliki karakter yang sesuai dengan cerita dan lirik.
“Setelah menonton filmnya, ceritanya terekam di kepala. Dari situ kami menggarap lirik dan musik. Kami melihat beberapa draft dan sejak awal sudah terasa ada yang cocok. Ketika kemudian digabungkan dengan lirik, semuanya terasa natural dan langsung klop,” ujar Iga.
Proses tersebut membuat Barasuara tetap dapat mempertahankan karakter musik mereka tanpa mengabaikan kebutuhan film. Bagi Iga, soundtrack yang baik harus memiliki hubungan dengan film sekaligus tetap dapat dinikmati sebagai karya musik.
Barasuara Tak Turunkan Standar Musik
Meski dibuat untuk film, Barasuara tetap menjaga standar produksi “Api dan Mimpi”. Iga mengatakan proses pengerjaan dilakukan dengan keseriusan yang sama seperti ketika mereka membuat karya musik lainnya.
“Kalau Barasuara membuat sesuatu memang selalu serius. Kami tetap menjaga standar kualitas musik supaya tidak mengecewakan kami maupun pendengar,” kata Iga.
Ia berharap “Api dan Mimpi” dapat memberikan nilai tambah bagi film GJLS: Berapi-Api. Di sisi lain, lagu tersebut diharapkan tetap memiliki ruang untuk dinikmati pendengar di luar konteks film.
“Kami ingin membuat musik yang bisa memberikan nilai tambah untuk filmnya, tetapi pada saat yang sama lagu ini juga bisa menjadi lagunya Barasuara,” tutur Iga.
Selain Barasuara, sejumlah pemeran film juga terlibat dalam proses rekaman. Keterlibatan mereka menjadi salah satu bagian yang menghubungkan karakter film dengan produksi soundtrack.
GJLS: Berapi-Api disutradarai Monty Tiwa dan dibintangi Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani atau Inayma, Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triy.
Melalui “Api dan Mimpi”, Barasuara membawa cerita GJLS: Berapi-Api ke dalam medium musik. Lagu tersebut menjadi perpanjangan dari cerita tiga sahabat yang menghadapi keinginan, konflik, dan perjalanan menuju sebuah penyelesaian.**






