Bupati Lucky Hakim: Giant Sea Wall Sukra-Krangkeng 100 KM Mulai Dibangun 2028, Warga Indramayu Jangan Hanya Jadi Penonton

SINARPAGINEWS.COM, INDRAMAYU – Bupati Indramayu Lucky Hakim memastikan megaproyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) di wilayah Indramayu akan mulai dibangun pada tahun 2028.

Hal itu disampaikan Lucky Hakim saat memberikan sambutan di panggung Indramayu Expo, Kamis, (9/9/26) Malam.

Lucky menyebut proyek tersebut adalah proyek pemerintah pusat yang dikelola Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura). Ia memberikan apresiasi kepada Badan Otorita Pantura.

“2028 insya Allah sudah mulai dibangun. Apresiasi untuk Badan Otorita Pantura karena itu project-nya pusat,” ujar Lucky dalam pidatonya yang terekam video.

Menurut Lucky, pembangunan di Indramayu akan membentang dari ujung Kecamatan Sukra di ujung barat sampai Kecamatan Krangkeng di timur.

“Tembok kurang lebih lebarnya 35 meter, dalamnya itu 160-an. Panjangnya bisa 100 kilometer. Itu adalah project yang sangat besar, sangat besar. Mahal sekali itu,” jelasnya.

Proyek Giant Sea Wall sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional sepanjang 575 Km dari Banten hingga Jawa Timur untuk melindungi pesisir dari banjir rob dan abrasi. Indramayu menjadi salah satu wilayah prioritas di Jawa Barat bersama Bekasi, Karawang, dan Subang. Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 77 Tahun 2025 sebagai pelaksana proyek ini.

Lucky mengingatkan megaproyek ini akan mendatangkan ribuan tenaga kerja. Ia meminta masyarakat dan pengusaha Indramayu berperan aktif, bukan hanya menjadi penonton.

“Nah ini kesempatan buat teman-teman semuanya para pengusaha. Bahwa akan datang ribuan orang yang akan bekerja sebagai insinyur, engineering, penyedia bahkan sampai kuli-kulinya,” kata Lucky.

“Indramayu harus berperan aktif jangan cuma nonton dan jangan cuma hanya berharap pak kitanya pengen kerja pak bakal jadi kuli kayak ora papa. Ya enggak papa jadi kuli, menjadi buruh itu adalah halal. Tapi ekspektasi saya adalah kita bisa lebih dari itu,” tegasnya.

Ia mengakui syarat kerja di proyek nasional tidak mudah, membutuhkan batasan umur dan ijazah teknis tertentu. Namun perputaran ekonomi dari gaji dan keuntungan usaha para pekerja akan sangat besar jika warga Indramayu siap.

“Kalau ada dua ribu orang datang, mereka tentu akan dibayar setiap bulan mendapatkan honor, gaji, mendapatkan keuntungan dari usahanya, maka teman-teman di Indramayu harus siap,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *