SINARPAGINEWS.COM, CURUP, – Sebanyak 320 calon haji Rejang Lebong tahun 2027 memprotes biaya cek kesehatan. Pasalnya kendati ada kartu BPJS justru tak berlaku. Mereka bahkan merogoh kantong hingga jutaan rupiah. Biaya cek kesehatan di Puskesmas Rp 255.000 dan di RSUD Rejang Lebong Rp 1.300.000.
” Ya, kami diminta bayar cek kesehatan di Puskesmas dan di Rumah Sakit. Ngapo kartu BPJS Ado kok Idak berlaku. Suruh buat kartu BPJS. La untuk apo BPJS tu, duit yang disetor ke Kemenhaj itu kemano,” gerutu salah seorang calon haji Rejang Lebong tak mau di tulis nama saat cek kesehatan di RSUD REJANG LEBONG kepada wartawan Rabu, (16/9/2026) sekira pukul 11.00 WIB
Lanjut sumber anehnya, setiap sudah pemeriksaan baik di Puskesmas maun di RSUD pembayaran uang tidak pernah dikasih kwitansi tanda terima uang. ” Apo itu namonyo masok dak Ado Tando Terimo duit,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Kantor Haji dan Umroh Rejang Lebong Aditya Warman mengatakan soal biaya cek kesehatan itu domainnya Dinas Kesehatan Rejang Lebong. ” Kami cuma ngurus haji nyo ajo. Soal biaya tanyo Dinkes itu, “” kata Aditya.
Lanjut Aditya, saat ini calon haji yang sudah pengurusan administrasi sudah mencapai 320 orang lebih. ” Untuk tahap pertama pengurusan sekitar 181 orang. Cek kesehatan dibagi ke 8 Puskesmas dan 2 rumah sakit. Tapi uang itu tidak diambil dari transpor keberangkatan haji,” demikian Aditya.
Di tempat terpisah Kepala Puskesmas Curup Timur Rezi Putri mengatakan sebanyak 22 calon haji memang melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas tersebut. ” Yang sudah cek kesehatan 21 orang. Itu biayanya ada aturan dari Dinkes,” kata Rezi didampingi tim kesehatan haji Puskesmas Curup timur.
Ia menambahkan untuk cek kesehatan calon haji sesuai surat dari Dinkes dikenakan biaya Rp 255.000 perorang. ” Nah kalau soal tak dikasih kwitansi itu mungkin tidak ada yang minta. Kalau ada yang minta pasti dikasih,” demikian Rezi. ( Ish)








