Dari Musical Theatre ke Dunia Musik, ANN Bersiap Membuka Babak Baru Lewat “HANYA BISA”

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Annabella Zafeera Farizky, atau ANN, bersiap memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya di industri musik Indonesia. Setelah membangun pengalaman melalui panggung musical theatre, penyanyi muda ini akan memperkenalkan single perdana berjudul “Hanya Bisa”, lagu ciptaan Mario Ginanjar yang terinspirasi dari kehilangan seorang guru musik.

Lagu tersebut berangkat dari pengalaman personal Mario, personel Maliq & D’Essentials, ketika guru musik yang dihormatinya, Alva Sessioria, meninggal dunia. Pada hari itu, Mario mengaku mendapatkan melodi yang kemudian menjadi titik awal penciptaan “Hanya Bisa”.

“Waktu itu aku kehilangan guru besar aku, guru besar musik. Guru besar musik aku, Alva Sessioria, meninggal. Terus, pada hari dia meninggal, melodi ini datang,” kata Mario saat menceritakan latar belakang lagu tersebut di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Melodi itu tercipta dalam waktu relatif singkat, sekitar 10 menit. Namun, Mario baru mendapatkan bagian verse atau bait. Bagian reffrain belum selesai sehingga proses penciptaan berlanjut melalui pengembangan melodi dan aransemen hingga menjadi komposisi utuh.

Bagi Mario, “Hanya Bisa” bukan sekadar lagu tentang kesedihan. Karya tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan kerinduan kepada seseorang yang memiliki arti penting dalam kehidupan, tetapi sudah tidak bisa ditemui kembali.

Menurut dia, pengalaman kehilangan merupakan sesuatu yang dapat dirasakan siapa saja, tanpa memandang usia maupun latar belakang.

“Setiap orang pasti punya seseorang yang dirindukan, benar enggak? Besar, kecil, tua, muda, perempuan, laki-laki, pasti punya seseorang yang sangat disayangi, tetapi sudah enggak bisa ketemu lagi,” ujar Mario.

Mario juga mendedikasikan lagu itu untuk Alva, sosok yang berperan besar dalam perjalanan bermusiknya. Sang guru pernah membawanya mengikuti festival di luar negeri dan memperkenalkannya kepada sejumlah musisi. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan karier Mario hingga sekarang.

Dengan tema kerinduan yang dekat dengan pengalaman banyak orang, “Hanya Bisa” diharapkan dapat menjangkau pendengar lintas generasi. Lagu ini sekaligus menjadi awal perjalanan ANN sebagai penyanyi rekaman yang membawakan karya orisinal.

ANN Bersyukur Bawakan Lagu Ciptaan Mario Ginanjar

Bagi ANN, kesempatan membawakan lagu ciptaan Mario menjadi pengalaman istimewa. Penyanyi yang lahir di Bali pada 12 November 2013 itu mengaku senang sekaligus bersyukur dipercaya menyanyikan karya musisi yang memiliki perjalanan panjang di industri musik Indonesia.

“Seru banget bisa nyanyiin lagu dari Mario, karena it’s such an honor for me to sing one of his songs that he made,” kata ANN.

ANN mengaku langsung menyukai lagu tersebut ketika pertama kali mendengarnya. Proses pengerjaan kemudian dimulai dengan pembuatan sampel sebelum berlanjut ke tahap rekaman beberapa bulan kemudian.

Menurut Mario, proses rekaman vokal ANN berlangsung relatif singkat. ANN datang ke studio dengan persiapan matang dan telah menghafal lagu yang akan dibawakannya.

“Dia datang sudah ready, sudah prepare, sudah hafal. Tinggal nyanyi, selesai,” ujar Mario.

Mario bersama tim produksinya menggarap aransemen musik yang disesuaikan dengan karakter vokal ANN. Pengalaman ANN dalam bernyanyi, berakting, dan menari turut membantu proses interpretasi lagu di studio.

Mario menilai kemampuan tersebut menjadi modal penting bagi ANN untuk membangun karakter sebagai penyanyi muda. Pengalaman tampil di panggung membuatnya lebih mudah memahami emosi lagu dan menerjemahkannya melalui vokal.

Ia juga melihat ANN memiliki bekal sebagai performer karena terbiasa menggabungkan kemampuan menyanyi, akting, dan menari dalam satu pertunjukan.

Pernah Memerankan Sherina di Panggung Musikal

Sebelum menyiapkan debut sebagai penyanyi rekaman, ANN lebih dahulu menapaki dunia seni pertunjukan. Salah satu pencapaian pentingnya adalah ketika dipercaya memerankan tokoh utama Sherina dalam Musikal Petualangan Sherina bersama JakartaMovin di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Juli 2025.

Kesempatan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan ANN. Saat mengikuti proses latihan, ia masih duduk di kelas lima sekolah dasar dan harus membagi waktu antara pendidikan dan persiapan pertunjukan.

Pada pagi hari, ANN mengikuti sekolah daring. Setelah itu, ia melanjutkan aktivitas dengan latihan di Jakarta sejak sore hingga malam. Jadwal yang padat menuntutnya belajar mengatur waktu dan menjaga konsistensi.

Kecintaan ANN terhadap dunia seni sebenarnya sudah terlihat sejak usia dini. Ia pernah tampil dalam opening singing performance Bali Jagadhita pada 2023, menjadi finalis KILA Indonesia pada 2024, serta meraih juara ketiga OCA Got Talent pada tahun yang sama.

Ia juga mengikuti Guitar Festival di Bali dan dance performance FairPlay pada 2024.

Perjalanan tersebut berlanjut pada 2025 ketika ANN terlibat dalam Kids Ensemble Konser Jumbo bersama para pemain film Jumbo di Ancol, Jakarta. Pada September tahun yang sama, ia juga menjadi bintang tamu program Anak Indonesia di DAAI TV.

Memasuki 2026, ANN kembali dipercaya terlibat dalam Musikal Senja Teduh Pelita bersama JakartaMovin dan Maliq & D’Essentials. Dalam produksi tersebut, ia memerankan karakter Lagu dan membawakan lagu “Menari” karya Maliq & D’Essentials.

Rangkaian pengalaman itu membentuk kemampuan ANN dalam bernyanyi sekaligus berakting di atas panggung. Kini, pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia mulai memperkenalkan identitasnya sebagai penyanyi melalui single “Hanya Bisa”.

Perjuangan ANN Membagi Waktu antara Sekolah dan Karier

Perjalanan ANN di industri hiburan juga membawa perubahan dalam kehidupan keluarganya. Kesibukan sekolah, latihan, dan aktivitas seni membuat kedua orang tuanya mengambil keputusan untuk sementara menyekolahkannya di Jakarta bersama sang kakak.

Keputusan tersebut bukan perkara mudah bagi keluarga yang sebelumnya terbiasa menjalani aktivitas bersama. Orang tua ANN kini harus menjalani hubungan jarak jauh dengan putri mereka.

Namun, dukungan keluarga menjadi bagian penting dari proses ANN mengejar cita-citanya. Di tengah berbagai penyesuaian, ia tetap menjalani pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan di bidang seni.

Bagi ANN, perjalanan dari panggung musikal menuju dunia rekaman bukan hanya tentang mendapatkan kesempatan tampil. Proses tersebut juga menjadi ruang untuk belajar, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan karakter sebagai musisi muda.

Mario Ginanjar Berharap ANN Mengisi Ruang Musik Anak Indonesia

Selain menjadi langkah awal karier ANN sebagai penyanyi rekaman, “Hanya Bisa” membawa harapan lain bagi Mario. Ia ingin ANN turut meramaikan musik anak Indonesia yang menurutnya membutuhkan lebih banyak penyanyi muda dengan karya baru.

Mario berharap ANN dapat mengikuti jejak penyanyi seperti Naura dan Neona, yang dikenal lewat karya-karya mereka ketika masih berkiprah di segmen musik anak dan remaja.

“Semoga ANN bisa mengisi tempat yang tadinya ditempati oleh mereka dan menjadi sama sukses dengan mereka,” kata Mario.

Harapan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi ANN untuk membangun identitas musikalnya. Pengalaman di musical theatre memberinya bekal dalam bernyanyi, menari, dan berakting, sedangkan single “Hanya Bisa” menjadi kesempatan untuk memperkenalkan dirinya melalui lagu orisinal.

Bagi ANN, debut ini menandai babak baru setelah melewati berbagai panggung pertunjukan sejak usia dini. Sementara bagi Mario, lagu tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada guru yang pernah membuka jalan dalam perjalanan musiknya.

Melalui “Hanya Bisa”, keduanya mempertemukan dua perjalanan berbeda dalam satu karya: kerinduan seorang musisi terhadap sosok yang telah tiada dan langkah seorang penyanyi muda yang tengah memulai perjalanan kariernya di industri musik Indonesia.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *