SINARPAGINEWS.COM, SUKABUMI — Kelompok Ekstrakurikuler (Eskul) Literasi SMP Negeri 13 Kota Sukabumi menghadirkan film pendek berjudul Salah Langkah yang mengangkat sejumlah persoalan di kalangan pelajar, mulai dari kedisiplinan penggunaan telepon seluler (HP), penyebaran berita bohong atau hoaks, hingga perundungan di lingkungan sekolah.
Film yang mengambil latar lingkungan SMPN 13 Kota Sukabumi tersebut menjadi media pembelajaran bagi pelajar untuk memahami pentingnya menggunakan teknologi secara bijak, membangun perilaku disiplin, serta menumbuhkan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
Film Salah Langkah disutradarai oleh Rd. Ratu Dinar Nusantara Putri Abdul Salam. Produksinya mendapat dukungan dan sponsor dari PT Ragamulya Suryakencana Warta Indonesia.
Melalui alur cerita yang dekat dengan kehidupan remaja, film ini menyampaikan pesan bahwa telepon seluler tidak hanya dapat digunakan untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk menghasilkan karya kreatif dan menyampaikan pesan pendidikan kepada masyarakat.
Edukasi Literasi Digital dan Pencegahan Hoaks
Salah satu pesan utama film Salah Langkah adalah pentingnya kedisiplinan dalam menggunakan HP, khususnya di lingkungan sekolah.
Film ini juga menyoroti kebiasaan menerima dan menyebarkan informasi tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Pesan tersebut mengingatkan pelajar agar tidak mudah mempercayai konten viral, baik berupa berita maupun video, sebelum memastikan kebenaran sumber dan informasi yang disampaikan.
Literasi digital menjadi penting bagi generasi muda agar mampu membedakan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dari informasi yang menyesatkan. Kebiasaan memeriksa sumber, membandingkan informasi, dan melakukan verifikasi dapat membantu mencegah penyebaran hoaks.
Mengajak Pelajar Menolak Perundungan
Selain literasi digital, film ini mengangkat pesan antiperundungan atau bullying. Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga hubungan antarsiswa agar terbebas dari kekerasan fisik, ejekan, penghinaan, maupun tindakan lain yang dapat merugikan dan menyakiti orang lain.
Melalui media film, pelajar diajak memahami bahwa lingkungan sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman untuk belajar, mengembangkan potensi, dan membangun pertemanan yang sehat.
Pesan antiperundungan juga menjadi pengingat bahwa setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk menghormati perbedaan, menjaga ucapan, serta tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan ejekan.
Menampilkan Pesan tentang Makanan Bergizi Gratis
Film Salah Langkah turut memuat adegan yang menampilkan ungkapan terima kasih siswa terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Adegan tersebut menjadi bagian dari pesan mengenai pentingnya asupan makanan bergizi dalam mendukung kebutuhan pelajar selama mengikuti kegiatan pembelajaran.
Pemenuhan gizi merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah. Melalui adegan tersebut, film ini memasukkan isu pemenuhan gizi ke dalam cerita yang dekat dengan kehidupan siswa.
Film sebagai Media Pembelajaran Kreatif
Kehadiran film Salah Langkah memperlihatkan pemanfaatan media audiovisual sebagai salah satu sarana untuk menyampaikan pesan pendidikan. Kegiatan produksi film juga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, dan literasi media.
Pesan yang disampaikan melalui cerita diharapkan dapat mendorong pelajar untuk lebih bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi, lebih kritis dalam menerima informasi, serta membangun lingkungan pergaulan yang aman dan saling menghargai.
Film pendek Salah Langkah dapat disaksikan melalui kanal YouTube pada tautan berikut:
https://youtube.com/watch?v=rmnt1xzh2i4
Melalui karya tersebut, Kelompok Eskul Literasi SMPN 13 Kota Sukabumi mengangkat pesan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan secara produktif untuk berkarya sekaligus menyampaikan nilai-nilai positif bagi dunia pendidikan.






