SINARPAGINEWS.COM, CIANJUR — Limbah minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai sampah rumah tangga diperkenalkan sebagai bahan yang masih memiliki nilai guna. Mahasiswa KKN SISDAMAS Kelompok 176 mengajak masyarakat Desa Hegarmanah, Kabupaten Cianjur, mengolah minyak jelantah menjadi lilin melalui edukasi dan praktik langsung.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya mahasiswa memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai alternatif pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih bermanfaat.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari tokoh masyarakat setempat. Mahasiswa kemudian menyampaikan materi mengenai persoalan limbah minyak jelantah serta dampak pembuangannya terhadap lingkungan.
Masyarakat selanjutnya diperkenalkan dengan proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin. Para peserta mendapat penjelasan mengenai bahan dan peralatan yang diperlukan, mulai dari minyak jelantah yang telah disaring, stearic acid, pewarna, pewangi, sumbu, hingga wadah atau cetakan lilin.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa KKN 176 memberikan demonstrasi pembuatan lilin secara langsung. Peserta kemudian diberi kesempatan mempraktikkan proses tersebut dengan pendampingan mahasiswa.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengikuti tahapan pembuatan, berdiskusi, serta mengajukan pertanyaan terkait proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin.
Dari praktik tersebut, peserta berhasil menghasilkan lebih dari 25 lilin. Bahkan, beberapa peserta mampu membuat dua hingga tiga lilin selama kegiatan berlangsung.
Untuk membantu masyarakat melanjutkan praktik secara mandiri, mahasiswa KKN 176 juga membagikan pamflet yang memuat daftar bahan serta langkah-langkah pembuatan lilin dari minyak jelantah.
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan limbah, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam mengubah minyak jelantah menjadi produk yang dapat digunakan.
Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat membuka cara pandang baru bahwa limbah rumah tangga tidak selalu harus berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Melalui kegiatan ini, KKN SISDAMAS Kelompok 176 turut mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekaligus memperkenalkan keterampilan sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri di tingkat rumah tangga.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat Desa Hegarmanah. (YT)






