SINARPAGINEWS.Com, KOTA BANDUNG,-
Program rawan melanjutkan pendidikan (RMP) yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melelui Dinas Pendidikan, keberadaannya sangat membantu bagi kalangan masyarakat ekonomi menengah-kebawah. Pasalnya, bisa meringankan biaya pendidikan serta dapat menunjang fasilitas pendidikan di sekolah.
Seperti apa yang diungkapkan, oleh Kepala Sekolah (Kepsek) PGRI 7 Kota Bandung, Agus Syahid, S. Pd, kepada sinarpaginews.com, Jumat 2 Oktober 2026 di kantornya, bahwa dengan adanya program RMP ini kebutuhan siswa dan sarana pendidikan sangat terbantu.
“Apalagi kepada masyarakat atau siswa yang rawan melanjutkan pendidikan. Program ini sangat di butuhkan sekali keberadaannya.” Ucapnya.
Dikatakan Agus, bahwa program RMP ini tetap di pertahankan akan tetapi nilainya kalau bisa dtingkatkan. Karena, kadang RMP tesebut, jumlahnya fluktuatif. “Khusus murid RMP tidak di pungut biaya pendidika. Intinya harus ditingkatkan kembali, agar kebutuhan operasional-operasional sekolah bisa terpenuhi.” Lanjutnya.
Sementara itu, ditambahkan Agus, jumlah siswa yang mendapatkan RMP pada tahun kemarin, sebanyak 384 dan untuk tahun sekarang menurun sebanyak 175 siswa.”Untuk pengelolaan RMP, kami merasa tidak ada kendala karena sebelum pencairan membuat RAB untuk perencanaan yang akan di butuhkan oleh sekolah.” Imbuhnya.
Untuk itu, Agus bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkot Bandung dalam hal ini, Dinas Pendidikan dengan dicanangkannya program RMP tersebut. Semoga kebermanfataannya dirasakan langsung oleh siswa-siswi di sekolah.






