Protocol Afro Rilis “Anarki”, Suarakan Kekecewaan pada Sistem: “Teriak, Berontak, Jangan Mau Dibungkam”

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Protocol Afro kembali menggebrak musik independen Indonesia. Setelah merilis “Maling! (Tolong Pak Polisi!)” pada Juli 2026, kolektif musik asal Jakarta ini meluncurkan single terbaru berjudul “Anarki” pada 25 September 2026.

Lewat lagu tersebut, Protocol Afro membawa suara yang lebih keras dan agresif. “Anarki” menjadi ruang bagi mereka untuk menyuarakan kekecewaan terhadap sistem dan berbagai situasi sosial yang dinilai semakin absurd.

“Sebuah anthem agresif tentang kekecewaan terhadap sistem. Namun, seperti yang tergambar dalam aransemennya, ketika kita berhadapan dengan sistem, kita pun pada akhirnya bisa ikut dihancurkan oleh kenyataan,” ujar Protocol Afro dalam keterangan resminya.

Kemarahan itu kemudian diterjemahkan dalam refrain yang lugas: “Teriak, berontak, jangan mau dibungkam.” Kalimat tersebut menjadi salah satu kekuatan utama “Anarki”, sekaligus menggambarkan kegelisahan yang ingin disampaikan Protocol Afro melalui musik.

Berbeda dari lagu yang mencoba memberikan jawaban atas sebuah persoalan, Protocol Afro memilih membiarkan “Anarki” menjadi saluran frustrasi. Mereka menuangkan keresahan terhadap keadaan sekitar melalui musik yang lebih bising, keras, dan konfrontatif.

“Anarki” Lebih Keras dari “Maling!”

“Anarki” menjadi kelanjutan dari langkah baru Protocol Afro setelah mereka kembali ke dunia musik pada 2026. Sebelumnya, mereka merilis “Maling! (Tolong Pak Polisi!)” pada Juli lalu.

Kedua lagu tersebut sekaligus menandai babak baru Protocol Afro setelah sempat vakum sejak merilis “Serigala” pada 2020.

Dalam rilisan terbarunya, Protocol Afro tetap membawa filosofi “Inconsistent Pop”, konsep bermusik yang membuat mereka tidak ingin terikat pada satu genre.

Namun kali ini, warna rock terasa semakin dominan. Energi eksperimental yang selama ini menjadi bagian dari karakter Protocol Afro dipertajam dengan aransemen yang lebih agresif.

Untuk menggarap “Anarki”, Protocol Afro bekerja bersama Reney Karamoy sebagai co-produser. Proses rekaman dilakukan di Sonic Garage.

Kehadiran “Anarki” juga memperlihatkan konsistensi Protocol Afro dalam menjadikan musik sebagai respons terhadap berbagai situasi sosial. Jika “Maling!” membuka pintu kembalinya mereka, “Anarki” terdengar seperti langkah yang lebih berani.

Protocol Afro Siapkan Pertunjukan di Jakarta dan Cirebon

Tak berhenti di perilisan single, Protocol Afro juga menyiapkan rangkaian pertunjukan dalam beberapa pekan ke depan.

Pertunjukan pertama digelar di Jakarta pada 25 September 2026, bertepatan dengan perilisan “Anarki”.

Selanjutnya, Protocol Afro dijadwalkan tampil di Cirebon pada 10 Oktober 2026 dalam sebuah acara bersama Reality Club.

Ada hubungan khusus di balik pertemuan dua nama dari ekosistem musik independen tersebut. Mayo Falmonti, pendiri Protocol Afro, diketahui juga merupakan salah satu pendiri Reality Club.

Jejak Panjang Protocol Afro di Musik Independen

Protocol Afro telah menjadi bagian dari skena musik independen Asia Tenggara sejak 2011. Mereka pernah tampil di sejumlah panggung Indonesia dan Asia Tenggara, termasuk berbagi panggung dengan Phoenix dalam Love Garage 2014.

Mereka juga pernah tampil di Baybeats, Singapura, serta ASEAN Pride di Hanoi, Vietnam.

Pada 2014, Protocol Afro merilis album debut “The Youth”. Album tersebut mendapat perhatian media musik internasional, termasuk Louder Than War dari Inggris, sebelum kemudian dirilis ulang di Jepang melalui Moorworks Records.

Profil Spotify Protocol Afro juga mencatat “The Youth” sebagai album mereka, sementara “Serigala” tercatat sebagai salah satu rilisan mereka pada 2020.

Setelah jeda panjang, Protocol Afro kembali pada 2026 dengan “Maling!” dan kini “Anarki”. Single terbaru ini mempertegas arah musik mereka yang semakin keras sekaligus membawa keresahan sosial ke dalam musik rock.

“Anarki” kini menjadi bagian terbaru dari perjalanan Protocol Afro, sebuah lagu yang tidak banyak basa-basi ketika menyuarakan kemarahan: teriak, berontak, dan jangan mau dibungkam.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *