SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – The Canopy Room resmi membuka gerai permanen pertamanya di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Gerai tersebut menjadi ruang bagi brand dan desainer independen Indonesia untuk memperkenalkan karya, identitas, serta cerita di balik produk mereka kepada konsumen.
The Canopy Room sebelumnya memulai perjalanannya melalui platform daring sekitar delapan bulan lalu. Pembukaan gerai fisik dilakukan setelah muncul permintaan konsumen yang ingin melihat dan mencoba langsung produk dari berbagai brand yang sebelumnya mereka temukan melalui internet.
Founder sekaligus Creative Director The Canopy Room, Anita Anastasia, mengatakan ruang tersebut dibangun untuk membantu masyarakat menemukan brand lokal yang belum banyak dikenal.
“Brand lokal di Indonesia banyak banget yang belum ter-discover, dengan quality yang sangat bagus. Mereka punya story yang begitu besar, mereka punya quality yang begitu baik. Jadi saya rasa kita bisa bersanding dengan brand-brand luar,” tutur Anita dalam Grand Opening The Canopy Room di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (18/9).
Menurut Anita, masih banyak brand lokal yang memiliki kualitas dan karakter produk, tetapi belum memperoleh ruang yang cukup untuk dikenal konsumen. Karena itu, The Canopy Room melakukan pemilihan terhadap brand yang akan mengisi gerainya.
Proses pemilihan dilakukan dengan melihat sejumlah aspek, mulai dari kualitas produk, identitas merek, pengelolaan media sosial hingga kesesuaian visi brand dengan The Canopy Room.
Anita mengatakan proses tersebut juga dilakukan dengan melihat langsung produk dan mencoba koleksi yang ditawarkan. Pertimbangan itu mencakup kenyamanan serta kesesuaian produk dengan karakter konsumen.
“Kita cobain satu-satu. Apakah ini benar-benar actually untuk kita, apakah kita sendiri mau pakai. Biasanya dari situ,” ujar Anita.
Saat ini terdapat 15 brand pakaian serta delapan brand dari kategori aksesori, tas, dan perhiasan yang mengisi The Canopy Room. Produk yang dihadirkan memiliki ketersediaan khusus di gerai tersebut dan tidak dijual melalui toko daring.
Komposisi brand juga tidak dibuat tetap. The Canopy Room berencana melakukan pergantian brand sekitar tiga bulan sekali agar pilihan produk yang tersedia dapat berubah secara berkala.
Anita mengatakan pendekatan tersebut juga berkaitan dengan konsep ruang yang ingin memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mengenal brand baru. Pengunjung tidak diarahkan untuk langsung membeli, melainkan dapat melihat dan mencoba produk terlebih dahulu.
“Kita nggak mau terlalu komersil. Kita lebih prefer customer datang, enjoy, lihat-lihat, coba dulu, nggak perlu langsung purchase, tapi setidaknya experience the brand,” katanya.
Berada di Plaza Indonesia, The Canopy Room menyasar masyarakat perkotaan, khususnya perempuan berusia 25 hingga 45 tahun yang memiliki ketertarikan terhadap fashion, tren, dan brand baru.
Deretan brand yang hadir menawarkan karakter dan gaya berbeda. Untuk kebutuhan pakaian kerja dan pertemuan bisnis, terdapat Dirty Laundry, Wear Alter, dan Luce and Vera. Sementara Aequus, Ammartera, dan Prine menghadirkan pilihan dengan karakter lebih feminin untuk acara formal maupun momen khusus.
Pilihan bergaya sederhana dan mudah dipadukan juga tersedia melalui Orgeo, Maison Kolori, Onze Studio, dan Rotouche. Sementara Abstrak dan Your Hands melengkapi pilihan tersebut melalui produk aksesori.
Untuk gaya kasual dengan karakter lebih berani, tersedia koleksi dari Isoos Studio dan Rauv. Adapun pilihan tas dan sepatu antara lain berasal dari Page and Lane, YEVA, Scilla, dan Orbit Studio.
Selain menghadirkan berbagai brand lokal, The Canopy Room juga berkolaborasi dengan kreator dari bidang lain. Dalam pembukaan gerai di Plaza Indonesia, set designer Nelly Sucitas menghadirkan instalasi pada bagian depan gerai.
Instalasi tersebut menggunakan serat batang pisang yang diolah menjadi serat alami. Material itu kemudian disusun menjadi anyaman dan untaian untuk membentuk elemen visual yang memadukan bahan alami dengan pendekatan desain kontemporer.
The Canopy Room juga menggandeng Jovi Adhiguna dan MJ Sehonanda dalam rangkaian pembukaan gerai. Keduanya memberikan pengalaman penataan busana kepada para tamu pada 18-19 September 2026.
Anita mengatakan pembukaan gerai di Plaza Indonesia menjadi bagian dari upaya mempertemukan brand independen dengan konsumen secara langsung.
“Kehadiran The Canopy Room di Plaza Indonesia menjadi salah satu langkah penting bagi kami untuk membawa lebih banyak brand independen lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin menciptakan ruang di mana orang bisa datang, menemukan brand baru, mengenal ceritanya, sekaligus menemukan sesuatu yang sesuai dengan gaya mereka,” ujar Anita.
Dengan gerai permanen tersebut, The Canopy Room ingin memperluas ruang bagi brand lokal untuk memperkenalkan karya kepada konsumen. Konsep yang ditawarkan tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga mempertemukan konsumen dengan identitas dan cerita di balik brand yang mereka temui.**






