Dmaz Brodjonegoro Bongkar Alasan Pilih Raihaanun dan Baim Wong di Beautiful Pain

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Sutradara Dmaz Brodjonegoro akhirnya membongkar alasan memilih Raihaanun dan Baim Wong sebagai pemeran utama film Beautiful Pain. Keduanya dipercaya memerankan karakter Niken dan Dirga karena dinilai mampu menghadirkan emosi serta karakter yang memiliki banyak lapisan.

Dmaz mengaku sudah lama memiliki keinginan untuk bekerja sama dengan Raihaanun. Kekagumannya terhadap kemampuan akting sang aktris muncul setelah menyaksikan sejumlah film yang dibintanginya.

“Dari zaman nonton Raihaanun di Lovely Man, terus kemudian 27 Steps of May, aku sudah terkesan. Kayak, one day kalau aku bikin film, aku harus sama dia,” ujar Dmaz dalam konferensi pers peluncuran poster dan trailer Beautiful Pain di XXI Senayan City, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Keinginannya tersebut semakin kuat ketika Dmaz mulai membaca dan mengembangkan skenario Beautiful Pain. Saat mendalami karakter Niken, ia langsung membayangkan Raihaanun sebagai sosok yang tepat untuk menghidupkan karakter tersebut.

“Begitu aku lihat skripnya, aku langsung kepikiran, Raihaanun kayaknya pas nih sama karakter Niken. Karena secara akting kita sudah tahu kelasnya Raihaanun seperti apa,” katanya.

Menurut Dmaz, karakter Niken tidak mudah dimainkan karena mempunyai sejumlah lapisan emosi dan subteks. Karena itu, ia membutuhkan aktris yang mampu menyampaikan perubahan emosi karakter secara kuat tanpa harus selalu dijelaskan melalui dialog.

“Dia bisa memerankan karakter apa pun. Ditambah karakter Niken ini lumayan berlapis, jadi banyak layer-layer. Aku rasa Raihaanun masih mampu memerankan karakter Niken karena subteksnya berbeda-beda,” tuturnya.

Baim Wong Dipilih untuk Perankan Dirga

Sementara untuk karakter Dirga, Dmaz memilih Baim Wong setelah melihat perkembangan kemampuan aktingnya dalam sejumlah film layar lebar.

Dmaz mengaku sebelumnya lebih mengenal Baim lewat sinetron. Namun, pandangannya berubah setelah menyaksikan akting Baim dalam film Bebas hingga Berbalas Kejam.

“Dari zaman film Bebas aku sudah kayak, wah, ternyata Baim Wong bisa kayak gini aktingnya. Terus ketika aku lihat Berbalas Kejam, aku pikir, ini gila sih,” ujarnya.

Menurut Dmaz, Baim mampu mengolah rasa dan menghadirkan karakter secara lebih mendalam. Karena itu, ketika skenario Beautiful Pain semakin matang, sosok Baim sudah terbayang untuk memerankan Dirga.

“Saat proses penulisan skenario itu, aku sudah langsung kebayang Mas Baim. Aku sampai bilang ke Mas Hanung, ‘Mas, kenal sama Baim nggak? Boleh nggak tolong minta Baim untuk main di film ini?’,” kata Dmaz.

Bukan hanya soal pemilihan pemain, Dmaz juga menekankan pentingnya pembagian peran antara sutradara dan produser dalam membuat sebuah film.

Menurutnya, sutradara seharusnya diberi ruang untuk fokus pada kreativitas, storytelling dan visual, sementara persoalan bisnis, pemasaran, serta strategi menjangkau penonton menjadi bagian yang harus dipikirkan bersama oleh tim produksi.

“Biarkan sutradara berkarya, storytelling secara visual untuk mendapatkan film yang bagus dan punya pasar penonton,” ujarnya.

Dmaz menilai film pada akhirnya dibuat bukan hanya untuk kepentingan pembuatnya. Film harus memiliki penonton dan mampu menemukan komunitas yang sesuai dengan cerita yang dibawa.

“Setiap kali membuat film, bukan berarti kita membuat film untuk diri sendiri. Kita membuat film bagus untuk orang lain juga. Film itu dibuat untuk ditonton,” katanya.

Ia juga menilai strategi pemasaran seharusnya sudah dipikirkan sejak awal produksi, bukan ketika film telah selesai.

“Marketing itu bukan di akhir. Marketing itu pada saat film sudah mulai dibuat. Kalau bikin film tidak punya konten marketing dan teknologi, amsyong,” ujar Dmaz.

Raihaanun Dalami Karakter Niken

Sementara itu, Raihaanun mengaku tertarik memerankan Niken karena perjalanan karakter tersebut cukup kompleks. Ia bersama Dmaz banyak melakukan pembahasan untuk membedah karakter dan setiap adegan.

“Saya pengen tahu karakter ini sebenarnya bagaimana. Dari besarnya, dia adalah seorang ibu. Dari perjalanannya dia menemukan perjuangannya, terus yang diperjuangkan itu apa. Ketika sudah dibedah dan segala macam, wow, menarik sekali karakternya,” kata Raihaanun.

Proses pendalaman karakter juga dilakukan untuk sejumlah adegan emosional yang terdapat dalam film. Raihaanun menyebut beberapa adegan yang terlihat dalam trailer membutuhkan persiapan khusus agar emosi karakter tetap terjaga.

Salah satunya adegan ketika Niken mengenakan blazer merah dan mengalami kekerasan. Menurut Raihaanun, adegan tersebut membutuhkan kesinambungan emosi dari rangkaian kejadian sebelumnya.

Selain itu, terdapat pula adegan panjang yang menjadi salah satu bagian emosional dalam film. Proses persiapannya dilakukan melalui workshop dan latihan sebelum kamera mulai merekam.

Film Beautiful Pain merupakan produksi Dapur Film dan dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026. Film ini turut dibintangi Baim Wong, Raihaanun, Jajang C. Noer, Tarra Budiman, Dimas Aditya, Nikita Mirzani, Anantya Kirana, Evano Zyan dan sejumlah pemain lainnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *