SINARPAGINEWS.COM, BANDUNG – Dua pegiat olahraga lempar pisau dan kapak asal Indonesia, Ramlan M.Sn. atau yang akrab disapa Ellen Ramlan dan Ir. Asep Tedi Respati, berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam ajang World Cup Sports Knife Throwing Rusia 2026 yang berlangsung di Ulan-Ude, Republik Buryatia, Rusia, 26–29 September 2026.
Keduanya yang mewakili Porlempika (Perkumpulan Olahraga Lempar Pisau dan Kapak) dan Lempar Pisau Kreasi Nasional (Lempiknas) berhasil membawa pulang dua medali emas dan dua medali perunggu dari kompetisi yang diikuti lebih dari 60 atlet dari 16 negara.
Kejuaraan tersebut diselenggarakan oleh International Sport Knife Throwing Association (ISKTA) di Patriot Regional Martial Arts Center (RCE “Patriot”), Ulan-Ude, Republik Buryatia, Rusia.
Kategori yang dipertandingkan meliputi No Spin, Quick Draw Throw, serta Full Spin dengan jarak 5, 6, 7, 8, hingga 9 meter. Kompetisi terbuka bagi atlet putra dan putri, termasuk atlet penyandang disabilitas.
Dalam kejuaraan tersebut, kontingen Indonesia menempati peringkat ketiga negara dengan perolehan medali terbanyak, di bawah Rusia dan Mongolia.
Indonesia berhasil meraih dua medali emas masing-masing melalui kategori No Spin dan Quick Draw Throw. Sementara itu, dua medali perunggu diraih pada kategori Full Spin jarak 9 meter dan Quick Draw.
Sementara Mongolia berhasil menempatkan dua wakilnya sebagai tim yang juga meraih prestasi dalam kejuaraan tersebut.
ISKTA merupakan organisasi internasional yang menaungi dan mengembangkan olahraga lempar pisau dengan anggota dari lebih dari 20 negara serta menyelenggarakan berbagai kejuaraan tingkat dunia.
Ellen Ramlan yang saat ini menjabat sebagai Dewan Penasihat Porlempika dan Dewan Pakar Lempiknas, merupakan salah satu pendiri D’Lempar Pisau Indonesia. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Porlempika pertama.
Ellen mengaku bersyukur dapat hadir dalam ajang internasional tersebut sekaligus membawa pulang prestasi bagi Indonesia.
“Ini menjadi hadiah untuk ulang tahun Porlempika yang ke-9,” ujar Ellen.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap keberangkatan dan perjuangan kontingen Indonesia.
Menurut Ellen, kejuaraan di Ulan-Ude tidak hanya menghadirkan persaingan olahraga, tetapi juga memberikan pengalaman budaya yang kuat bagi para peserta.
“Kegiatan kejuaraan ini sangat luar biasa, ada sentuhan kebudayaan. Penyambutan atlet mulai dari bandara, pembukaan, hingga penutupan dengan tarian khas Ulan-Ude,” tuturnya.
Ellen menambahkan, penyelenggaraan kejuaraan mendapat dukungan dari Kementerian Olahraga. Menurutnya, sistem penjurian yang diterapkan juga berjalan secara profesional.
“Kegiatan ini juga disupport oleh Kementerian Olahraga Russia, dengan peserta dari berbagai negara. Sistem penjurian sudah cukup profesional. Para atlet di sana sangat disiplin waktu, dan pelempar putri sudah sangat baik lemparannya,” kata Ellen.
Sementara itu, Asep Tedi Respati yang juga menjabat sebagai Ketua Porlempika Jawa Barat dan Ketua I Bidang Pembinaan dan Organisasi Lempiknas, mengungkapkan rasa syukurnya setelah kembali ke tanah air.
Ia mengatakan, keikutsertaan dalam kejuaraan tersebut memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan penting, khususnya terkait regulasi, sistem pertandingan, sertifikasi perwasitan, venue, hingga pelatihan.
“Alhamdulillah, dengan berkesempatan hadir dalam kejuaraan di Rusia, semua sudah kita dapat, baik regulasi, sertifikasi perwasitan, venue, sertifikasi pelatihan, istilah mereka protokol,” ungkap Asep.
Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan olahraga lempar pisau dan kapak di Indonesia serta membuka jalan bagi organisasi untuk menjadi bagian dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Semoga hasil ini akan mempermudah jalan kita menuju anggota KONI,” harapnya.
Asep juga menegaskan bahwa olahraga lempar pisau dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia dan terbuka bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, olahraga tersebut bukan sekadar mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga dapat menjadi sarana pembentukan karakter.
“Olahraga lempar pisau bisa diikuti oleh berbagai usia, bahkan disabilitas. Olahraga ini menjadi media pembentukan karakter yang lebih baik, lebih fokus, lebih disiplin, lebih percaya diri, dan bisa berkompetisi sehat dalam sebuah ajang prestasi,” jelas Asep.
Ia menilai olahraga lempar pisau layak dikembangkan sebagai olahraga yang ramah bagi berbagai kalangan.
“Jadi, olahraga lempar pisau layak dan ramah untuk semua kalangan. Terima kasih untuk dorongan, doa, support, dan ucapannya,” pungkas Asep.
D’Lempar Pisau Indonesia Apresiasi Prestasi Atlet
Ketua D’Lempar Pisau Indonesia, Taufik Wijaya, turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Ellen Ramlan dan Asep Tedi Respati membawa nama Indonesia ke tingkat dunia.
Menurut Taufik, undangan dari International Sport Knife Throwing Association (ISKTA) merupakan sebuah kebanggaan bagi para penggiat olahraga lempar pisau di seluruh Indonesia.
“Menjadi suatu kebanggaan bagi penggiat olahraga lempar pisau di seluruh Indonesia, dengan adanya undangan dari International Sport Knife Throwing Association (ISKTA),” ujar Taufik.
Ia menyebut Ellen Ramlan dan Asep Tedi Respati sebagai sosok penting dalam sejarah perjuangan dan perkembangan olahraga lempar pisau dan kapak di Indonesia.
“Ellen Ramlan dan Asep Tedi Respati merupakan sosok penting dalam sejarah perjuangan dan perkembangan dunia lempar pisau dan kapak di Indonesia dan merupakan sosok paling pantas untuk mewakili Indonesia,” katanya.
Taufik menilai keberhasilan keduanya meraih dua medali emas dan dua medali perunggu menjadi bukti bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.
“Terbukti dengan berhasil meraih dua medali emas dan dua medali perunggu, hingga dua kali lagu Indonesia Raya berkumandang di Ulan-Ude, Rusia,” ujarnya.
Menurut Taufik, keikutsertaan anggota D’Lempar Pisau Indonesia dalam kompetisi dunia merupakan salah satu program yang telah lama dicanangkan organisasi.
Program tersebut, kata dia, sudah direncanakan sejak ulang tahun D’Lempar Pisau Indonesia yang ke-5 dan akhirnya dapat terwujud pada momentum ulang tahun ke-16.
“Menjadi salah satu program ambisius D’Lempar Pisau Indonesia bisa menerjunkan anggota D’Lempis bertanding di ajang dunia mewakili Indonesia. Program ini sudah dicanangkan pada ulang tahun yang ke-5 dan akhirnya baru bisa terwujud di ulang tahun D’Lempis yang ke-16,” jelas Taufik.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi pemicu semakin banyak atlet dan penggiat olahraga lempar pisau Indonesia untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
“Semoga di tahun-tahun berikutnya banyak atlet atau penggiat anggota D’Lempar Pisau Indonesia, khususnya, bisa membuktikan bahwa Indonesia bisa berprestasi di ajang nasional dan internasional,” pungkasnya. (Elies)
D’Lempar Pisau Indonesia
“Beware of Flying Metal.”








