SINARPAGINEWS.COM JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merombak sejumlah jabatan perwira tinggi Polri sehari setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto. Salah satu perubahan itu adalah penunjukan Irjen Pol Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Surat telegram itu ditandatangani Wakapolri Komjen Pol Wahyu Hadiningrat.
Dadang Hartanto sebelumnya menjabat Kapolda Maluku. Ia menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri yang mendapat penugasan baru sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Mutasi tersebut menjadi bagian dari pergeseran 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri.
Penempatan sebagai Kapolda Metro Jaya membuat Dadang akan menyandang pangkat Komisaris Jenderal atau Komjen. Jabatan Kapolda Metro Jaya merupakan posisi yang berada pada struktur Polda tipe A+, sehingga dijabat perwira tinggi berpangkat bintang tiga.
Suwondo Nainggolan Gantikan Dadang di Maluku
Posisi Kapolda Maluku yang ditinggalkan Dadang kemudian diisi Irjen Pol Suwondo Nainggolan. Sebelumnya, Suwondo menjabat Asisten Logistik (Aslog) Kapolri.
Pergantian tersebut telah dibenarkan Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi.
“Benar ada mutasi. Bapak Kapolda Maluku dapat promosi jadi Kapolda Metro Jaya,” kata Rositah.
Dengan demikian, terjadi pertukaran penugasan di dua jabatan strategis tersebut. Dadang bergerak ke Jakarta, sedangkan Suwondo mendapat tugas memimpin Polda Maluku.
Dadang, Suyudi, dan Suwondo diketahui merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.
Rekam Jejak Dadang Hartanto
Dadang Hartanto merupakan perwira yang memiliki pengalaman di sejumlah bidang kepolisian, mulai dari kewilayahan, reserse hingga pendidikan Polri.
Kariernya di tingkat kewilayahan antara lain dimulai sebagai Kapolsek Senen pada 2005. Empat tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kapolres Subang. Pada 2011, Dadang mendapat penugasan sebagai Kapolres Cianjur.
Setahun kemudian, ia menjabat Wakapolrestabes Bandung. Pada tahun yang sama, Dadang juga pernah dipercaya sebagai Sekretaris Pribadi Kapolri.
Kariernya berlanjut di lingkungan Mabes Polri. Dadang pernah menjabat Koorspripim Polri, Asesor Utama Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri, serta Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.
Pada 2017, Dadang dipercaya menjadi Kapolrestabes Medan. Dua tahun kemudian, ia mendapat penugasan sebagai Karorenmin Bareskrim Polri.
Pada 2020, Dadang kembali bertugas di Sumatera Utara setelah ditunjuk sebagai Wakapolda Sumut. Setelah itu, ia masuk ke bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Polri.
Pada 2023, Dadang menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Setahun kemudian, pada 20 September 2024, ia dipercaya menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri.
Dadang Hartanto Seorang Guru Besar
Selain berkarier di kepolisian, Dadang memiliki latar belakang akademik di bidang administrasi publik.
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengukuhkan Dadang sebagai Guru Besar Ilmu Administrasi Publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada 27 Mei 2023. Ia menjadi salah satu profesor di lingkungan UMSU.
Dadang menyandang gelar Prof. Dr. H. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. Ia menempuh pendidikan sarjana di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian serta pendidikan magister dan doktoral di Universitas Indonesia dalam bidang administrasi publik.
Pengukuhan guru besar tersebut juga dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Dalam orasi ilmiahnya, Dadang membahas tata kelola pemerintahan dan organisasi pembelajar dalam menghadapi lingkungan yang dinamis.
Pernah Menjadi Komandan Upacara HUT Bhayangkara
Nama Dadang juga mencuat ketika ia dipercaya menjadi Komandan Upacara Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, pada 1 Juli 2025.
Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara.
Sebelum mendapat penugasan sebagai Kapolda Metro Jaya, Dadang menjabat Kapolda Maluku. Jabatan itu kini diserahkan kepada Irjen Suwondo Nainggolan melalui mutasi yang tertuang dalam ST/2205/X/KEP./2026.
Penunjukan sebagai Kapolda Metro Jaya menempatkan Dadang pada salah satu jabatan kewilayahan strategis di tubuh Polri. Ia membawa pengalaman dari sejumlah posisi di bidang operasional, reserse, manajemen, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Kini, Dadang akan memimpin Polda Metro Jaya setelah menjalani perjalanan karier kepolisian selama lebih dari dua dekade.**






