SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Polda Metro Jaya menyiapkan 17.628 personel gabungan untuk mengamankan 37 agenda yang berlangsung di wilayah hukumnya, Selasa (29/9/2026).
Dari 37 agenda tersebut, sebanyak 20 kegiatan merupakan penyampaian pendapat di muka umum. Sementara 17 kegiatan lainnya berupa aktivitas masyarakat, seperti wisuda, pameran, hingga dies natalis.
Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto Eko Purwono meminta seluruh personel yang bertugas mengedepankan sikap sabar dan humanis. Anggota juga diminta tidak mudah terpancing oleh situasi di lapangan.
“Yang paling utama, kita semua harus benar-benar sabar dan tidak terprovokasi,” ujar Dekananto.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan sejumlah aksi penyampaian pendapat tersebar di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Beberapa titik yang menjadi perhatian pengamanan di antaranya kawasan DPR/MPR RI, Bundaran HI hingga Dukuh Atas, serta Silang Selatan Monas.
Dari total personel yang dikerahkan, sebanyak 4.998 personel ditempatkan untuk mengamankan kawasan DPR/MPR RI. Mereka terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta Pamdal DPR-MPR RI.
Budi mengatakan, pengamanan tidak hanya ditujukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan tertib, tetapi juga menjaga aktivitas masyarakat lainnya tetap berlangsung.
“Pelaksanaan tugas tetap mengedepankan pola komunikatif, pendekatan humanis, dan koordinasi agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib, sementara aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan,” kata Budi.
Sementara untuk lalu lintas, petugas akan melakukan pengaturan secara situasional. Penyesuaian arus kendaraan dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan dan perkembangan setiap kegiatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga mobilitas warga, termasuk aktivitas perekonomian, pendidikan, ibadah, dan kepentingan publik lainnya.
Polda Metro Jaya juga mengimbau peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Peserta diminta mengikuti arahan petugas, menghormati masyarakat lain yang sedang beraktivitas, serta tidak merusak fasilitas umum.
“Personel di lapangan telah diarahkan untuk bertindak profesional dan humanis. Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan baik,” pungkas Budi.






