SINARPAGINEWS.COM,JAKARTA – Penyanyi dan performer asal Malaysia, Syed Iqbal, mulai memperluas kiprahnya ke industri musik Indonesia. Membawa musik bernuansa Islami, Syed Iqbal ingin karya-karyanya tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan positif kepada pendengar.
Syed Iqbal yang pernah menempuh pendidikan di Al-Azhar University, Mesir, mengaku ingin memperkenalkan karya musiknya kepada masyarakat Indonesia. Latar belakang pendidikan dan pengalamannya selama berada di Mesir turut memengaruhi karakter musik yang dibawakannya.
“Saya ingin memperkenalkan lagu-lagu saya di Indonesia. Mudah-mudahan bisa diterima dan menghibur masyarakat. Musik bukan sekadar hiburan. Lagu yang dibawakan dengan bahasa Arab diharapkan memberikan ketenangan bagi pendengarnya ketika memahami makna yang terkandung di dalamnya,” kata Syed Iqbal saat jumpa pers di Jakarta (20/9).
Syed Iqbal juga memiliki kemampuan berbahasa Arab, Melayu, dan Inggris. Kemampuan tersebut menjadi salah satu modal baginya untuk menjangkau pendengar dari berbagai negara sekaligus memperkuat karakter musik yang menggabungkan unsur budaya dan pesan spiritual.
Salah satu karya yang menjadi perhatian adalah single “Basstamam” yang dirilis pada 2025. Lagu tersebut mencatat sejumlah pencapaian di Malaysia, di antaranya masuk jajaran Top 10 Malaysia Viral dan menempati peringkat ketujuh di ERA, salah satu kanal radio populer di Malaysia.
Popularitas “Basstamam” juga terlihat di media sosial. Lagu tersebut telah digunakan oleh lebih dari 395 ribu pengguna TikTok dalam berbagai konten.
‘Basstamam’ Raih Jutaan Streams
Tak hanya di media sosial, lagu “Basstamam” juga mencatat capaian di sejumlah platform digital. Berdasarkan data yang disampaikan dalam press conference, lagu tersebut telah meraih lebih dari 5 juta streams di berbagai platform.
Rinciannya, “Basstamam” mencatat sekitar 3,8 juta streams di YouTube Music, sementara video musiknya telah ditonton sekitar 2,4 juta kali. Di Spotify, lagu tersebut mencatat sekitar 1,7 juta streams.
Capaian itu menjadi bagian dari perjalanan Syed Iqbal dalam memperkenalkan musik bernuansa Islami kepada audiens yang lebih luas. Indonesia menjadi salah satu pasar yang ingin dijangkau untuk mengembangkan karier dan memperkenalkan karya-karyanya.
Bimo Maxim Dukung Kiprah Syed Iqbal di Indonesia
Untuk memperluas aktivitasnya di Indonesia, Syed Iqbal kini mendapat dukungan dari Bimo Maxim yang terlibat dalam manajemen Syed Iqbal di Indonesia.
Manajemen tersebut akan membantu pengembangan jaringan, komunikasi, promosi, hingga membuka peluang kerja sama Syed Iqbal dengan berbagai pihak di industri musik Tanah Air.
Kehadiran manajemen di Indonesia juga diharapkan dapat menjadi jembatan bagi Syed Iqbal untuk lebih dekat dengan penikmat musik Islami. Kedekatan budaya dan bahasa antara Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu peluang yang ingin dikembangkan.
Syed Iqbal pun membuka kesempatan untuk berkolaborasi dengan musisi Indonesia. Menurutnya, perjalanan bermusik masih panjang sehingga dirinya masih terus belajar dan mengembangkan kemampuan, baik dalam bernyanyi maupun menciptakan lagu.
Melalui karya-karyanya, Syed Iqbal berharap musik dapat menjadi ruang untuk menyampaikan pesan positif sekaligus memberikan ketenangan kepada pendengar.
Baginya, musik Islami tidak harus hadir dalam bentuk yang kaku. Perpaduan kreativitas, budaya, bahasa, dan pesan spiritual dapat menjadi cara untuk menjangkau generasi muda dan pendengar dari berbagai latar belakang.**






