Wakil Walikota Bobby Dorong Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah

SINARPAGINEWS.COM KOTA SUKABUMI – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dengan memulai pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Pesan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri Jalan Santai dalam rangka Milad ke-60 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Dies Natalis ke-16 Universitas Madani Nusantara (UMN) di Kampus UMN, Ahad (20/9/2026).

Kegiatan yang melibatkan peserta dari Kota dan Kabupaten Sukabumi itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad KAHMI dan Dies Natalis UMN. Sejumlah unsur turut hadir, di antaranya Penasihat KAHMI sekaligus Rektor UMN, Presidium KAHMI Sukabumi Raya, Wakil Rektor II dan III UMN, civitas akademika, pengurus KAHMI, Forkopimcam Citamiang, Kelurahan Cikondang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, panitia serta peserta jalan santai.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sekaligus mengucapkan selamat atas Milad KAHMI ke-60 dan Dies Natalis UMN ke-16.

Menurut Bobby, enam dekade perjalanan KAHMI tidak terlepas dari berbagai kontribusi alumni dalam kehidupan masyarakat. Perjalanan panjang tersebut, kata dia, menjadi bagian dari sejarah pengabdian, pemikiran dan kiprah alumni di berbagai bidang.

Ia berharap nilai intelektualitas, keislaman dan semangat pengabdian kepada masyarakat tetap menjadi landasan KAHMI dalam menjalankan perannya ke depan.

Sementara bagi UMN, usia ke-16 diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat kualitas pendidikan. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter, integritas dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Bobby kemudian mengaitkan kegiatan jalan santai dengan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan lingkungan.

Ia meminta masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah, terutama dengan memisahkan sampah organik dan residu. Kebiasaan tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya mengurangi persoalan sampah sebelum sampai ke tempat pemrosesan akhir.

“Persoalan sampah harus kita tangani dari hulu. Kalau hanya mengandalkan penanganan di hilir, tentu tidak cukup,” ujar Bobby.

Ia juga mengajak berbagai elemen masyarakat berperan dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus mendukung upaya pemerintah mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul.

Selain persoalan lingkungan, Bobby menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan dan alumni.

Menurutnya, keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi tidak boleh menghentikan upaya pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi dan pengabdian bersama untuk menjaga kualitas pelayanan dasar dan pelayanan publik.

Kolaborasi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, penerangan jalan, kesehatan hingga pendidikan.

Melalui momentum Milad KAHMI dan Dies Natalis UMN, Bobby berharap hubungan antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat semakin kuat sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Sukabumi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *