SINARPAGINEWS.COM, YAMAN – Dilansir dari laman Pars Today (21/9/26), Para ulama Yaman dengan tegas menolak dan mengecam klaim rezim Saudi mengenai penargetan Makkah dan Madinah (Dua Masjid Suci).
Menurut Pars Today, para ulama Yaman mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa klaim rezim Saudi tentang penargetan Makkah dan Madinah sama sekali tidak berdasar, palsu, dan tidak memiliki kredibilitas. Mereka menyebut tuduhan ini sebagai rekayasa mesin propaganda Saudi yang dirancang untuk mencoreng citra bangsa Muslim Yaman dan gerakan perlawanan mereka yang sah.
Pernyataan tersebut mencatat bahwa klaim-klaim ini tidak lebih dari fitnah dan tuduhan palsu dari rezim yang terkenal suka berbohong dan merekayasa cerita. Para ulama Yaman menekankan bahwa rekam jejak kejahatan rezim Saudi terhadap rakyat Yaman dan umat Islam dipenuhi dengan tindakan agresi, blokade, penyebaran ketakutan, dan hasutan perpecahan; fitnah baru ini hanyalah tambahan dalam daftar kejahatan mereka.
Peringatan bagi Negara-Negara Sekutu Arab Saudi
Para ulama Yaman memperingatkan negara mana pun agar tidak bergabung dalam agresi terhadap rakyat Yaman, seraya mencatat bahwa rezim Saudi melakukan kejahatan terhadap Makkah, Madinah, dan situs-situs suci, namun melimpahkan tuduhan tersebut kepada rakyat Yaman. Mereka menggambarkan taktik ini sebagai upaya untuk memberikan peluang emas bagi musuh Zionis serta menyulut konflik dan perselisihan di kalangan umat Islam.
Kecaman atas Eksploitasi Dua Masjid Suci oleh Saudi
Para ulama Yaman secara tegas menolak eksploitasi Dua Masjid Suci oleh rezim Saudi demi kepentingan agenda kolonial, melemahkan dunia Islam, dan menguasai kekayaan umat Muslim. Mereka menegaskan bahwa membela kesucian Islam adalah kewajiban seluruh umat Muslim, dengan rakyat Yaman berada di garis depan upaya tersebut. Dalam konteks ini, para ulama Yaman menyoroti nasib Masjid Al-Aqsa—yang saat ini berada di bawah tekanan dan pendudukan rezim Zionis perampas—serta menekankan perlunya memberikan perhatian pada isu krusial yang dihadapi dunia Islam ini.
Menggagalkan Konspirasi Media
Para ulama Yaman menegaskan bahwa upaya fitnah berulang kali yang dilakukan rezim Saudi untuk mencoreng citra perlawanan rakyat Yaman—seperti halnya upaya-upaya sebelumnya—pasti akan gagal. Mereka mengutip ayat-ayat Al-Qur’an di mana Allah berjanji akan menyingkap kebenaran dan mengungkap para pendusta. **Seruan kepada Orang-orang Merdeka di Seluruh Dunia**
Para ulama Yaman menyerukan kepada seluruh orang merdeka di seluruh dunia, serta para ulama dan pemimpin negara-negara Islam, untuk berpihak pada rakyat Yaman yang tertindas dan tidak terpedaya oleh propaganda media yang menyesatkan dari rezim Saudi. Mereka menegaskan bahwa kepalsuan klaim-klaim tersebut juga telah terungkap jelas melalui peristiwa-peristiwa yang terjadi di Gaza.
Kritik terhadap Sikap Pasif
Para ulama Yaman mengkritik lembaga-lembaga akademik dan keagamaan tertentu, serta tokoh-tokoh terkemuka, karena mengambil sikap pasif terhadap kejahatan rezim Saudi terhadap rakyat Yaman. Mereka menyatakan bahwa pihak-pihak tersebut seharusnya menyuarakan dukungan bagi rakyat Yaman, alih-alih tetap diam menghadapi kejahatan perang yang dilakukan oleh rezim Saudi.
Apresiasi atas Sikap Para Ulama Dunia Islam
Dalam bagian lain pernyataan tersebut, para ulama Yaman mengapresiasi sikap berani yang diambil oleh sejumlah ulama di seluruh dunia Islam, termasuk Mufti Kesultanan Oman dan Mufti Bali. Mereka mendesak seluruh ulama Muslim dan lembaga Islam—termasuk Al-Azhar Al-Sharif dan Persatuan Ulama Muslim Internasional (International Union of Muslim Scholars)—untuk berupaya mengakhiri agresi dan blokade terhadap Yaman, serta tidak terpengaruh oleh seruan provokatif yang bertujuan mencoreng citra rakyat Yaman. **Undangan untuk Mengunjungi Yaman**
Para ulama Yaman mengundang para ulama dan tokoh terkemuka dari seluruh dunia Islam untuk mengunjungi Yaman dan menyaksikan secara langsung kekejaman agresi Saudi, dampak blokade, serta pembunuhan langsung yang menimpa rakyat Yaman. Mereka juga mendesak para ulama untuk menunaikan kewajiban mereka terkait peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung di Gaza, Palestina, Lebanon, Suriah, dan Iran, serta menunjukkan semangat dalam membela kesucian Islam.
Kecaman atas Penodaan Ka’bah
Para ulama Yaman mengecam penodaan terhadap Ka’bah Suci yang dilakukan oleh rezim Saudi. Mereka menyebutkan berbagai contoh, termasuk penggunaan Ka’bah sebagai tempat untuk diinjak-injak, pembangunan “replika Ka’bah” bagi seorang penjahat Zionis, aksi wanita-wanita yang tidak bermoral menari di sekitar Ka’bah, penyelenggaraan perayaan yang penuh hura-hura dan kemaksiatan di tanah Dua Masjid Suci, penyebaran kerusakan moral dan kemaksiatan, izin masuk bagi orang Yahudi ke wilayah Dua Masjid Suci, serta tindakan-tindakan keji lainnya.
Ancaman Nyata terhadap Dua Masjid Suci
Para ulama Yaman menegaskan bahwa ancaman sesungguhnya terhadap Makkah, Madinah, dan Ka’bah yang mulia berasal dari pangkalan militer AS di wilayah Barat dan wilayah-wilayah pendudukan. Mereka menyoroti pembukaan wilayah udara Arab Saudi bagi pesawat Zionis serta penyerahan pengelolaan keamanan situs-situs suci—termasuk hotel-hotel bagi jemaah haji dan umrah—kepada perusahaan-perusahaan Zionis, seraya menganggap tindakan-tindakan tersebut sebagai pengkhianatan terhadap kesucian Islam.
Ucapan Selamat atas Kemenangan Yaman
Para ulama Yaman menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Yaman atas kemenangan besar dan pencapaian strategis mereka di Pantai Barat serta wilayah-wilayah lainnya, seraya menyambutnya sebagai kemenangan bagi Palestina dan seluruh umat Islam. Mereka menyerukan kepada rakyat Yaman untuk berupaya—melalui rasa syukur, memohon ampunan, menjauhi kesombongan dan keangkuhan, serta memperkuat keteguhan hati—dalam mengerahkan kekuatan dan sumber daya demi pembebasan setiap jengkal tanah Yaman. Dukungan bagi Angkatan Bersenjata Yaman
Para ulama agama Yaman menyerukan dukungan terhadap industri militer dan mendorong partisipasi dalam gerakan mobilisasi umum serta program pelatihan militer dan peningkatan kapasitas; mereka juga mengapresiasi pencapaian besar unit rudal dan pesawat nirawak (drone), sistem pertahanan udara, angkatan laut, dan seluruh formasi militer Yaman. Selain itu, mereka mengakui peran yang dimainkan oleh suku-suku Yaman dalam mempertahankan wilayah, kehormatan, kebanggaan, dan martabat bangsa.
Dukungan bagi Perjuangan Palestina
Para ulama juga menekankan sikap teguh rakyat Yaman terkait isu sentral umat Islam—yakni Palestina dan Masjid Al-Aqsa—serta menyampaikan apresiasi atas sikap yang diambil oleh Iran, Lebanon, dan Suriah dalam hal ini. (Pars Today)






