Modus Cari Untung, Wali Murid Dipaksa Beli Seragam Rp 1,5 Juta

SINARPAGINEWS.COM , REJANG LEBONG – Bak kata pepatah banyak jalan menuju roma, di tahun ajaran baru semua serba gratis. Tapi diduga modus cari untung besar sekolah ,” paksa” siswa baru jahit 6 STEL Pakaian dengan harga Rp 250 ribu alias Rp 1,5 juta di salah satu penjahit yang sudah diarahkan oknum guru. Hal ini diduga terjadi di SMPN 2 Rejang Lebong.

” Anak saya mau jahit tempat lain yang lebih murah Idak boleh. Masok alamater cuma sepotong Rp 250.000. Tempat lain Ado yang cuma Rp 125.000,” kata sumber tak mau ditulis nama.

Karena merasa terpaksa sumber akhirnya sanggup membayar cicilan ke penjahit yang diarahkan. ” Dak jahit disitu anak Kito kelak digenjet nyo. Pakso la bayar separoh dulu,” ujarnya dengan nada kecewa.

Kepala SMPN 2 Rejang Lebong Junaidi, S.Pd membantah keras kalau pihaknyaengarahkan siswa menjahit ke salah satu penjahit. ” Dulu memang Ado penjahit izin menawarkan ke siswa. Katonyo la ada izin dari atasan, entah aku Idak tahu. Yo silakan,” kata Junai.

Jika ada orang tua keberatan kata Junai silakan jahit di tempat yang lebih murah. ” Idak Ado kami arahkan apo lagi dipakso. Silakan la jahit dimano Dio mau,” demikian Junaidi.
Sementara Kadisdikbud Zakaria mengatakan segera mengklarifikasi hal itu dengan kepala sekolah.

” Kelak Kito klarifikasi dengan kepsrknyo,” ujar Zakaria.sembari menambahkan sudah ada surat edaran ke sekolah sekolah agar tidak mengkoordinir ata mengarahkan wali murid menjahit pakaian seragam ke salah satu penjahit.

Tapi praktiknya hal itu diam diam terjadi mungkinkah Kadisdikbud itu hanya tutup mata? Aparat lah yang harus turun karena harga pakaian mencekik leher wali murid. ( Ish)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *