Syekh Nurjati atau Idhofi Mahdi Adalah Pendahulu Wali Songo di Tanah Cirebon Jawa Barat

SINARPAGINEWS.COM, CIREBON – Syekh Nurjati adalah merupakan  pendahulu Wali Songo di Tanah Cirebon Jawa Barat, yang dikenal juga dengan nama Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Dzatul Kahfi yang bernama asli Idhofi Mahdi merupakan keturunan dari Syekh Datuk Ahmad.

Syekh Nurjati  lahir di Malaka sekitar pertengahan abad ke-14, setelah beranjak dewasa pergi ke Mekkah untuk menuntut ilmu dan berhaji. Syekh Datuk Kahfi kemudian pergi ke Bagdad dan menemukan jodohnya dengan Syarifah Halimah serta mempunyai putra putri. Kemudian Syekh Datuk Kahfi diutus oleh Raja Bagdad untuk berdakwah di tanah Jawa.

Syekh Datuk Ahmad mempunyai adik yang bernama Syekh Datuk Sholeh, ayahanda dari Syekh Siti Jenar (Abdul Jalil). Jadi Syekh Datul Kahfi adalah saudara sepupu dari Syekh Siti Jenar.

Riwayat Keluarga

Syaikh Datuk Kahfi menikah dengan Syarifah Halimah/ Nyi Ratna Jatiningsih/ Nyi Rara Api sewaktu menuntut Ilmu di Baghdad. Syarifah Halimah putri dari Ali Nurul Alim/ Ali Nurul Alam. – Ali Nurul Alim putra dari Jamaludin al Husain dari Kamboja, yang merupakan putra dari Ahmad Shah Jalaludin. Jadi, Syekh Nurjati menikah dengan saudara secicit  dengan dikaruniai empat orang anak, yakni :

1.Syekh Abdurakhman (yang kelak di Cirebon bergelar Pangeran Panjunan).

2.Syekh Abdurakhim (kelak bergelar Pangeran Kejaksan).

3.Syarifah Fatimah (yang bergelar Syarifah Bagdad).

4.Syekh Datul Khafid (kadang-kadang disebut juga sebagai Syekh Datul Kahfi, sehingga membuat rancu dengan sosok ayahnya.

Syaikh Datuk Kahfi Juga Mempunya Istri Bernama Nyai Rara Anjung akan tetapi tidak dikaruniai keturunan.

Syaikh Datuk Kahfi Juga Menikah dengan Hadijah, Cucu dari Haji Purwa Galuh (Raden Bratalegawa, orang pertama yang pergi berhaji dari Jawa Barat, yang saat itu masih bernama Kerajaan Galuh). Dan dikaruniai satu orang putri Nyai Ageng Muara.

Penerus ajaranya Syaikh Datuk Kahfi   murid-muridnya yang terkenal  antara lain: Ki Danu Sela, Ki Samadullah atau Pangeran Walangsungsang, Nyi Indang Geulis, Nyi Mas Ratu Rarasantang.(Ibunda Syarif Hidayatullah/ Sunan Gunung Jati),Syaikh Siti Jenar,Sunan Gunung Jati, Maulana Magribi, Pangeran Makdum,Sunan Kalijaga,Maulana Syekh Bantah.  Syekh Majagung, Mbah Kuwu Cirebon (Pangeran Cakrabuana).

Keterkaitan Syekh Quro dengan Syekh Nurjati

Syekh Quro merupakan utusan Raja Campa. Secara geneologis, Syekh Quro dan Syekh Nurjati adalah sama-sama saudara seketurunan dari Amir Abdullah Khanudin generasi keempat.

Syekh Quro datang terlebih dahulu ke Amparan bersama rombongan dari angkatan laut Cina dari Dinasti Ming yang ketiga dengan Kaisarnya, Yung Lo (Kaisar Cheng-tu). Armada angkatan laut tersebut dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam Po Tay Kam.

Mereka mendarat di Muara Jati pada tahun 1416 M. Mereka semua telah masuk Islam. Armada tersebut hendak melakukan perjalanan melawat ke Majapahit dalam rangka menjalin persahabatan. Ketika armada tersebut sampai di Pura Karawang, Syekh Quro (Syekh Hasanudin) beserta pengiringnya turun. Syekh Quro pada akhirnya tinggal dan menyebarkan ajaran agama Islam di Karawang. Kedua tokoh ini dipandang sebagai tokoh yang mengajarkan Islam secara formal yang pertama kali di Jawa Barat. Syekh Quro di Karawang dan Syekh Nurjati di Cirebon. Ketika armada Cheng Ho singgah di Pura Karawang, Syekh Quro dan pengiringnya turun, di antara pengiringnya adalah putranya yang bernama Syekh Bentong alias Kiyai Bah Tong alias Tan Go Wat.

Keharmonisan dakwah antara Cirebon dan Karawang

Cucu Syekh Ahmad dari Nyi Mas Kedaton, bernama Musanudin. Kelak Musanudin menjadi lebai di Cirebon, memimpin Masjid Agung Sang Cipta Rasa pada masa pemerintahan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati). Sedang Syekh Ahmad merupakan anak dari Syekh Quro dengan Ratna Sondari, putri Ki Gedeng Karawang.

Nasab Syaikh Datuk Kahfi

Syekh Datuk Kahfi, putra dari Syekh Datuk Ahmad, seorang ulama besar. Syekh Datuk Ahmad putra dari Maulana Isa, yang juga seorang tokoh agama yang berpengaruh pada zamannya.Berikut ini Silsilah Nasab Syaikh Datuk Kahfi:

Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Sayyidah Fathimah Az-Zahra/Ali bin Abi Thalib, binti

Al-Imam Al-Husain bin

Al-Imam Ali Zainal Abidin bin

Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin

Al-Imam Ja’far Shadiq bin

Al-Imam Ali Al-Uraidhi bin

Al-Imam Muhammad An-Naqib bin

Al-Imam Isa Ar-Rumi bin

Al-Imam Ahmad Al-Muhajir bin

As-Sayyid Ubaidillah bin

As-Sayyid Alwi bin

As-Sayyid Muhammad bin

As-Sayyid Alwi bin

As-Sayyid Ali Khali’ Qasam bin

As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin

As-Sayyid Alwi Ammil Faqih bin

As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin

As-Sayyid Abdullah bin

As-Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin

As-Sayyid ‘Isa ‘Alawi bin

As-Sayyid Ahmad/ Syaikh Datuk Ahmad

As-Sayyid Maulana Idhofi Mahdi/ Syaikh Datuk Kahfi

Syekh Nurjati meninggal dan dimakamkan di Gunung Jati  yang gapura bersayap di pintu makam Syekh Nurjati sebagai penanda masuknya agama  Islam di Cirebon awal abad ke 15-17 Masehi.(*)

Oleh : Warya Sumirta Manggala,

Referensi Sejarah: sejarah Wali Songo, , Suluk Abdul Jalil Jilid 1- 7, KH. Agus Sunyoto.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *