UHN Padukan Sains, Teknologi, dan Talenta Lewat Seni Instalasi Robot Gatotkaca

SINARPAGINEWS.COM, TEGAL– Peresmian dan pelantikan Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal pada Sabtu (9/8/2025) dimeriahkan dengan pameran seni instalasi unik berupa robot Gatotkaca setinggi 2,3 meter. Karya tersebut dibuat oleh Umar Mustofa (36), seniman kontemporer asal Desa Harjawinangun, Balapulang, Tegal, Jawa Tengah.

Acara pelantikan Rektor Sudirman Said ini tak hanya berisi seremoni peresmian, tetapi juga menampilkan berbagai agenda menarik, seperti pameran karya mahasiswa dan UMKM, hiburan musik, serta kuliah umum oleh jurnalis senior dan public figure Najwa Shihab bertema “Shaping Future Leader” yang diikuti ratusan mahasiswa.

Sebelum kuliah umum dimulai, Sudirman Said bersama Najwa Shihab berkeliling area pameran. Keduanya sempat meninjau langsung robot Gatotkaca karya Umar.

Umar mengungkapkan, minatnya pada seni instalasi robot sudah tumbuh sejak kecil. Pada 2015, ia kembali ke kampung halaman untuk menekuni hobinya, memanfaatkan limbah besi dan barang bekas elektronik sebagai bahan utama. Baginya, seni instalasi tak hanya soal estetika, tetapi juga sarana mengangkat narasi budaya Jawa ke dalam konteks seni modern yang relevan dengan masyarakat masa kini.

“Pembuatan robot Gatotkaca ini memakan waktu sekitar satu setengah bulan. Harusnya bisa lebih cepat, tapi saya juga sedang mengerjakan beberapa pesanan instalasi robot lainnya,” ujarnya.

Kisah Gatotkaca yang diangkat Umar sarat nilai kepahlawanan. Dalam epos Mahabarata, Gatotkaca dikenal sebagai anak Bima dan Dewi Arimbi yang memiliki kekuatan luar biasa, mampu terbang tanpa sayap, dan membesarkan tubuhnya seperti raksasa. Ia gugur sebagai pahlawan ketika melindungi Arjuna dari serangan senjata Vasasi Sakti milik Karna, menjadikannya simbol kesetiaan dan pengorbanan.

Umar berharap karya seni kontemporer seperti ini dapat menyampaikan pesan moral, jati diri, dan pengorbanan secara universal, sekaligus memperkaya ekspresi budaya tanpa kehilangan akar tradisi. “Melalui seni, gerak budaya akan terus hidup dan memberi konteks bagi generasi berikutnya,” tuturnya.(Hid/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *