Penelitian Inovatif STIKes Medistra Indonesia: Family Meeting Program (FMP 2C1S) Dalam Mencegah Risiko Kekambuhan Stroke

SINARPAGINEWS.COM, BEKASI – Tim Peneliti STIKes Medistra Indonesia dan Universitas Bhayangkara Bekasi melakukan kegiatan penelitian bersama (Joint Research)  dengan pendanaan Hibah Kemendiktisaintek Tahun anggaran 2025 di RSUD Cengkareng Jakarta Barat pada tanggal 22 September 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk Kunjungan Pertama untuk Kegiatan Penelitian  kepada pasien Stroke berupa Upaya Pemulihan Pasien Stroke Terhadap Kejadian Stroke Berulang di RSUD Cengkareng pada tanggal 22 September 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran keluarga dalam mengurangi risiko kekambuhan stroke berulang melalui rancangan model Peer Support-Family Meeting Program (FMP 2C1S) dalam bentuk terapi kelompok dengan beberapa tahapan mulai dari tahap Persiapan yaitu perkenalan dilanjutkan dengan norma Kelompok mencakup perilaku, Tahap Transisi yaitu klarifikasi perasaan, Kerja Kelompok satu sama lain saling bekerja sama dan tahap akhir yaitu Tahap terminasi.

Stroke yaitu kondisi medis serius yang mengancam jiwa di mana aliran darah yang buruk ke otak menyebabkan sel-sel mengalami kemaatian. Penyakit serebrovaskular ini merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang utama di seluruh dunia. Dalam data survei menunjukan bahwa penyakit stroke Sekitar 80% populasi dunia berisiko terkena stroke. Setiap tahunnya terdapat 13,7 juta kasus baru, kasus stroke per tahun. Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan angka kekambuhan yang tinggi, terutama pada pasien yang kurang mendapat dukungan sosial dan psikologis setelah masa perawatan medis. Upaya pencegahan kekambuhan tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga membutuhkan intervensi yang menyentuh dimensi emosional, psikologis, dan sosial keluarga.

Family Meeting Program (FMP) hadir sebagai inovasi berbasis keluarga dengan pendekatan counseling, coping mechanism, dan stress management (2C1S). Program ini dirancang untuk menciptakan ruang dialog antara pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan guna meningkatkan pemahaman, kesiapan, serta keterampilan keluarga dalam menghadapi tantangan pasca stroke. Melalui counseling, pasien dan keluarga diberi pendampingan psikososial untuk mengurangi kecemasan, meningkatkan penerimaan, serta memperkuat motivasi dalam menjalani proses pemulihan. Pendekatan coping mechanism difokuskan pada penguatan strategi menghadapi masalah, baik melalui dukungan emosional maupun praktis, sehingga keluarga mampu menjadi sumber kekuatan bagi pasien. Sementara itu, stress management membantu keluarga mengelola tekanan psikologis, mencegah burnout caregiver, serta menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pemulihan pasien.

Oleh karena itu Tim Peneliti STIKes Medistra Indonesia membantu melakukan Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Keluarga Pasien sebagai yang mendampingi pasien selama penyembuhan. Manfaat yang diharapkan antara lain Meningkatkan pengetahuan untuk mendampingi pasien, sikap dan perilaku untuk mencegah terjadinya Stroke berulang, dengan melalui Kunjungan pertama dengan melakukakan hal hal yang yang harus diperhatikan keluarga selama mendampingi perawatan pasien hingga proses penyembuhan. Integrasi ketiga pendekatan tersebut, FMP 2C1S tidak hanya berfungsi sebagai wadah komunikasi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan keluarga dalam pencegahan kekambuhan stroke. Inovasi ini berpotensi menjadi model intervensi komprehensif yang mendukung kualitas hidup pasien sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai pilar utama dalam perawatan jangka panjang.

Kegiatan melibatkan dosen yang terdiri Ns. Lina Indrawati, M.Kep, Ns. Kiki Deniati, Kep dan Psikolog Sarita Candra Merida, M.Psi serta dibantu beberapa mahasiswa serta narasumber dari RSUD Cengkareng yaitu Ns. Ratna Anggraeni sebagai Kepala Ruang Cherry dengan materi Manfaat Family Meeting bagi Keluarga. Kegiatan ini juga didampingi oleh tim perawat dari RSUD Cengkareng. Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Tim Peneliti dari STIKes Medistra Inonesia kepada keluarga pasien stroke yang dirawat di RSUD Cengkareng pada tanggal 22 September 2025 merupakan salah satu bentuk kontribusi riset keperawatan dalam implementasi issue SDGs no 3 yaitu meningkatkan Kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat, khususnya pasien stroke dan keluarga yang merawatnya. Kegiatan ini juga sejalan dengan visi STIKes Medistra Indonesia, yaitu menjadi Perguruan Tinggi yang memilki keunggulan kompetitif, berciri humanistik dan bereputasi global yang berdampak bagi Masyarakat.

Sumber: Tim Peneliti STIKes Medistra Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *