SINARPAGINEWS.COM, KOTA SUKABUMI – Pelaksanaan wisuda mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Syamsul Ulum Kota Sukabumi dilaksanakan di Gedung Sulandjana, Jalan Selabintana, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Selasa 14 Oktober 2025.
Sebanyak 311 mahasiswa dari dua program studi yakni Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Pemerintahan melaksanakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Tahun Akademik 2024-2025.
Dalam kesempatan itu, Ketua STISIP Syamsul Ulum Kota Sukabumi, Aang Rachmatullah berpesan kepada para wisudawan untuk bisa membawa manfaat yang nyata terhadap kemajuan bangsa dan negara pasca menjadi sarjana.
“Saya berharap bahwa para wisudawan yang sudah lulus, yang sudah jadi sarjana harus berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara, khususnya Sukabumi dan sekitarnya, wabil khusus mungkin kami berharap bahwa dengan adanya lulusan dari kami, itu bisa meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Jawa Barat dan nasional,” kata Aang.
Dalam komitmennya untuk mempersiapkan sarjana yang mampu bersaing serta kompeten, STISIP Syamsul Ulum, menurutnya lebih mengedepankan standar untuk mencetak generasi yang berkualitas dan bermanfaat di masyarakat.
“Pada dasarnya kita mempunyai sebuah tujuan, untuk lebih memberikan sebuah motivasi dan juga hal-hal yang positif supaya mereka nanti itu bisa mempunyai sebuah kapabilitas, punya integritas, lalu menjadi seorang sarjana,” paparnya.’
Wisudawan berprestasi yaitu Diko Ilham Muhammad dari jurusan Ilmu Pemerintahan mengatakan, pendidikan tinggi merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan sebagai bekal untuk bersaing di era globalisasi.
“Alasan saya berkuliah pertama di zaman digitalisasi ini mungkin mahasiswa sudah di ambang kejenuhan. Tetapi saya disini akan menolak bahwa pembicaraan diluar sana mahasiswa sangat tidak berguna,” ungkapnya.
Perjuangannya untuk lulus menjadi sarjana tidaklah mudah. Dia harus membagi waktu berkuliah dengan kegiatan berorganisasi sosial membantu masyarakat.
“Perjuangan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh. Pertama support dari orang tua, kedua support dari dosen-dosen. Sehingga ketika ingin berkiprah memperjuangkan mahasiswa terbaik itu aktif dalam organisasi dan juga berkiprah dengan mahasiswa diluar STISIP Syamsul Ulum dan lain sebagainya,” pungkasnya. (Deni Silalahi)






