SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengerahkan ratusan taruna dari satuan pendidikan vokasinya untuk membantu penanganan korban bencana di sejumlah wilayah di Sumatra. Para taruna diturunkan langsung ke lokasi terdampak guna mempercepat proses pemulihan pascabencana, terutama di area yang sulit dijangkau alat berat.
Salah satu Taruna Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Muhammad Ridho, menyatakan kesiapan penuh untuk terlibat langsung di lapangan. Ia mengaku antusias dapat berkontribusi membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Saya siap 100 persen sebagai taruna yang diterjunkan ke Sumatra untuk membantu para korban terdampak bencana. Kami akan bekerja semaksimal mungkin membantu pemerintah,” ujar Ridho dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Sabtu, 17 Januari.
Ridho menuturkan, para taruna tidak hanya mengandalkan tenaga fisik, tetapi juga menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menjalani pendidikan vokasi. Kontribusi tersebut diharapkan dapat membantu proses evakuasi, pembersihan, hingga penanganan awal pascabencana.
Dalam penugasan ini, para taruna dibekali sejumlah peralatan pendukung, seperti tali, sarung tangan, sepatu khusus, serta berbagai alat bantu sederhana untuk kegiatan pembersihan lumpur dan puing di lokasi terdampak.
KKP tercatat telah menerjunkan sebanyak 1.142 taruna dari berbagai satuan pendidikan vokasi ke wilayah bencana di Sumatra. Pengerahan tersebut difokuskan untuk membantu pembersihan area permukiman dan fasilitas umum yang tidak dapat dijangkau alat berat.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, kondisi di lapangan cukup menantang, terutama karena ketebalan lumpur yang menyulitkan proses pembersihan. Oleh karena itu, peran taruna dinilai sangat krusial.
“Saya sudah ke sana dan medannya luar biasa. Kami sudah memberikan pembekalan kepada para taruna. Tugasnya banyak, salah satunya membersihkan lumpur karena lumpur di sana cukup tinggi,” kata Trenggono saat melepas keberangkatan taruna di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma beberapa waktu lalu.
Trenggono menegaskan, pengerahan taruna merupakan bagian dari komitmen kehadiran negara di tengah masyarakat yang tertimpa bencana. Ia juga menyatakan KKP siap menambah jumlah personel apabila dibutuhkan untuk mendukung percepatan pemulihan di wilayah terdampak. ***





