Asep Chaerulloh Ketua Komite Seni Rupa Garut 2025-2029, Dari Akar Lokal Menuju Percakapan Global

Mantan Pegawai KPK RI

SINARPAGINEWS.COM, GARUT – Garut bukan sekadar wilayah geografis, melainkan ruang peradaban visual tempat sejarah, spiritualitas, alam, dan manusia saling berkelindan. Seni rupa Garut lahir dari akar yang dalam: tanah pegunungan, tradisi Sunda, kisah rakyat, dan pergulatan batin masyarakatnya. Namun selama ini, kekayaan tersebut kerap terfragmentasi—hadir sebagai karya, tetapi belum sebagai gerakan kultural yang terorganisir.

Komite Seni Rupa Garut menggelar pemilihan Ketua, dalam musyawarah pemilihan Ketua, Asep Caherulloh terpilih sebagai Ketua, Minggu (19/1/2026).

garut
Asep Chaeruloh, Ketua Komite Seni Rupa Garut Periode 2025-2029 Terpilih (Foto: Istimewa)

Komite Seni Rupa Garut dibentuk sebagai ruang temu, ruang rawat, dan ruang dorong bagi seniman lintas generasi dan lintas medium. Komite ini bukan sekadar organisasi, melainkan ekosistem: merawat nilai dan identitas; mendorong mutu dan keberanian artistik; serta membuka jalur legitimasi nasional dan internasional.

Di tengah dunia seni rupa global yang bergerak menuju isu identitas, keberlanjutan, jejak produksi (traceability), dan etika peradaban, seni rupa Garut memiliki modal kuat. Komite ini hadir untuk memastikan bahwa karya seniman Garut tidak terjebak sebagai folklor, tetapi tampil sebagai narasi kontemporer yang berakar dan berdaya saing.

Komite Seni Rupa Garut berpijak pada keyakinan bahwa: Seni rupa bukan hanya ekspresi estetika, melainkan alat membaca zaman, membangun kesadaran, dan menjaga martabat manusia.

VISI

Menjadikan Garut sebagai simpul seni rupa berbasis identitas lokal yang diakui dalam ekosistem seni nasional dan global.

MISI

  1. Mengonsolidasikan seniman, kurator, akademisi, dan komunitas seni rupa Garut.
  2. Meningkatkan kualitas artistik, kuratorial, dan profesionalisme seniman.
  3. Mengembangkan narasi seni rupa Garut yang kontekstual dan kontemporer.
  4. Membuka akses pameran, residensi, dan pasar seni nasional–internasional.
  5. Membangun sistem dokumentasi, arsip, dan legitimasi karya seniman Garut.
garut
Musyawarah pemilihan Ketua Komite Seni Rupa Garut Periode 2025-2029, Senin (19/1/2026) di Aula PGRI Cabang Garut Kota, Jl. Sudirman No. 1, Kel. Kota Kulon, Kec. Garut Kota, Kab. Garut (Foto: Istimewa)

ROAD MAP KOMITE SENI RUPA GARUT

Road Map dibuat dengan Horizon 5 Tahun (Bisa dikembangkan ke 10–15 tahun)

FASE 1 – KONSOLIDASI & LEGITIMASI (Tahun 1)

Fokus : membangun fondasi organisasi dan kepercayaan.

Program kunci:

  1. Deklarasi Komite Seni Rupa Garut
  2. Pemetaan seniman & medium (lukis, patung, grafis, instalasi, new media)
  3. Penyusunan AD/ART & kode etik seniman
  4. Diskusi publik & temu seniman rutin
  5. Pameran perdana bertema “Akar & Jejak Garut”

Output utama:

  1. Struktur organisasi resmi
  2. Database seniman Garut
  3. Narasi kolektif seni rupa Garut

FASE 2 – PENGUATAN KUALITAS & NARASI (Tahun 2)

Fokus: kualitas artistik dan kuratorial.

Program kunci:

  1. Klinik kuratorial & artist talk
  2. Penulisan narasi karya (artist statement bilingual)
  3. Workshop medium & pendekatan kontemporer
  4. Kolaborasi dengan akademisi & kurator nasional

Output utama:

  1. Karya dengan narasi kuat dan terdokumentasi
  2. Kurator lokal Garut yang tumbuh
  3. Katalog seni rupa Garut (cetak & digital)

FASE 3 – EKSPANSI NASIONAL (Tahun 3)

Fokus: pengakuan nasional.

Program kunci:

  1. Pameran lintas daerah (Bandung, Jakarta, Yogyakarta)
  2. Partisipasi di art fair & biennale nasional
  3. Kerja sama dengan galeri & institusi seni
  4. Program residensi seniman nusantara di Garut

Output utama:

  1. Nama seniman Garut masuk ekosistem nasional
  2. Jejaring kurator dan kolektor
  3. Reputasi Garut sebagai kantong seni rupa
garut
Musyawarah pemilihan Ketua Komite Seni Rupa Garut Periode 2025-2029, Senin (19/1/2026) di Aula PGRI Cabang Garut Kota, Jl. Sudirman No. 1, Kel. Kota Kulon, Kec. Garut Kota, Kab. Garut (Foto: Istimewa)

FASE 4 – INTERNASIONALISASI TERARAH (Tahun 4)

Fokus: global exposure yang bermartabat.

Program kunci:

  1. Pameran tematik internasional berbasis isu global
  2. identitas, lingkungan, spiritualitas, traceability)
  3. Digital passport karya (geo-tag, proses, narasi)
  4. Kolaborasi residensi internasional
  5. Pengiriman karya ke galeri & platform global

Output utama:

  1. Seniman Garut tampil di ruang global
  2. Karya memiliki standar dokumentasi internasional
  3. Kolektor internasional mulai terhubung

FASE 5 – KELEMBAGAAN & KEBERLANJUTAN (Tahun 5)

Fokus: kesinambungan peradaban seni.

Program kunci:

  1. Pusat Arsip & Dokumentasi Seni Rupa Garut
  2. Yayasan / badan hukum pendukung seni rupa
  3. Skema pendanaan berkelanjutan (hibah, kolektor, CSR)
  4. Pendidikan seni lintas generasi (mentorship)

Output utama:

  1. Ekosistem seni rupa Garut yang mandiri
  2. Regenerasi seniman
  3. Warisan seni rupa sebagai aset peradaban daerah

POSISI STRATEGIS KOMITE

  1. Komite Seni Rupa Garut bukan pesaing komunitas, melainkan:
  2. Orkestrator narasi
  3. Penjaga mutu
  4. Jembatan lokal–global
  5. Penjaga martabat seni rupa Garut

 

Sumber: Asep Caheruloh (Ketua Komite Seni Rupa Garut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *