Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Puasa Ramadhan 1447 H, Disperindag Kota Sukabumi Tingkatkan Pengawasan Bahan Pokok Penting

SINARPAGINEWS.COM, KOTA SUKABUMI – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Sukabumi meningkatkan pengawasan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting menjelang Ramadan 1447 H hingga nanti Idul Fitri. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi lonjakan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Kepala Disperindag Kota Sukabumi, Een Rukmini mengatakan, pemantauan dilakukan setiap hari, mencakup pergerakan harga, distribusi, hingga ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional maupun modern. “Kami akan terus memantau setiap hari, mulai dari harga hingga ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan,” ujar Een (11/2).

Menurutnya, intensifikasi pengawasan menjadi langkah strategis, karena periode menjelang Ramadhan kerap diiringi peningkatan permintaan yang berpotensi memicu kenaikan harga. Sebagai penguatan pengawasan, Diskumindag dalam waktu dekat akan membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan.

Satgas ini bertugas memastikan penerapan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai surat edaran pemerintah, sekaligus mencegah praktik penimbunan dan permainan harga di tingkat pedagang. “Kami akan turun langsung ke seluruh pasar bersama satgas, untuk memastikan apakah surat edaran tersebut benar-benar diterapkan,” tegasnya.

Satgas tersebut juga akan melakukan pemantauan distribusi guna memastikan tidak terjadi hambatan pasokan yang dapat memicu gejolak harga.

Selain pengawasan, Diskumindag bersama Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh kecamatan pada tanggal 5–13 Februari 2026. Program ini menjadi instrumen intervensi pemerintah daerah untuk menahan laju kenaikan harga serta menjaga pasokan pangan menjelang Ramadhan.

“Dalam GPM, pemerintah menyediakan bahan pokok penting dengan harga distributor atau dibawah harga pasar. Seperti beras, bawang, gula, telur, dan minyak goreng,” pungkas Een.

Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan inflasi daerah. (Deni Silalahi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *