INARPAGINEWS.COM BANDUNG – Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahawarman Jawa Barat, gelar Pelantikan Komandan Resimen Mahasiswa Mahawarman periode 2026 – 2031, dan Buka puasa bersama , pada hari Sabtu, 07 Maret 2026 bertempat di Skomenwa, jalan Surapati No. 29, Bandung.
Serah terima jabatan dari pejabat PLT Ervin Muhammad SH. kepada Ir.Ali Budiman
Dalam kesempatan ini Ir.Budiono Kartohadiprodjo, mantan Ketua Korps Menwa Indonesia, yang saat ini menjabat sebagai ketua Dewan Pengawas dan Disiplin Pengurus Pusat Korps Menwa Indonesia , menyampaikan pesan,
” Saya berharap Danmen yang baru , dan semua anggota Menwa, harus menjiwai betul arti dari janji Kehormatan Menwa, yaitu Panca Dharma Satya , khususnya pada butir yang pertama , yang berbunyi, Kami adalah mahasiswa warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
Pancasila harus diterapkan betul dalam kehidupan sehari hari oleh setiap anggota Menwa.
Karena Pancasila itu yang membangun persatuan bangsa. Pancasila itu pemersatu, didalamnya ada kekeluargaan dan gotong royong. Kekuatan bangsa Indonesia adalah Persatuan
Menwa harus menjaga betul persatuan , jangan terpecah belah.
Untuk membangun persatuan, setiap individu harus mempunyai rasa toleransi.Tanpa ada saling toleransi yang tinggi, tidak mungkin kita bisa bersatu.
Rohnya Menwa itu adalah Panca Dharma Satya,Jadi setiap anggota Menwa bukan saja harus hafal untain kata ini, tapi juga harus betul betul menjiwainya dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari hari ” demikian pesannya
Komandan Menwa yang baru terpilih, Ir. Ali Budiman , menyampaikan
” Harapan saya, Resimen Mahawarman bisa lestari mewariskan filosofi kita ,melengkapi ke ilmuan dengan ilmu Keprajuritan. Tradisi ini harus kita lanjutkan dengan dinamika yang sudah disesuaikan dengan kondisi saat ini Kita harus menyesuaikan program program kita.
Bicara soal program,
Pertama : program kita kedepan akan bekerjasama dengan organisasi dan perusahaan untuk kegiatan lapangan dan kegiatan sosial.
Kedua: kegiatan sosial lingkungan.
Misal ada abrasi pantai kita tanami tembakau, ada lahan kritis, kita tanami pohon.
Harapan kita akan bekerjasama dengan gubernur Jawa Barat, KDM.
Ketiga: Melatih Metigasi masyarakat, agar jika terjadi bencana masyarakat memahami apa yang sebaiknya dilakukan. Masyarakat kita belum terlatih dan terkoordinasi, sehingga
Walau dibeberapa daerah ada banyak jalur evakuasi, tapi masyarakat belum memahami nya, belum jelas metigasinya,
maka Menwalah sebagai masyarakat sipil terlatih yang diharapkan akan menjadi garda terdepan untuk menularkan berbagi ilmu tentang metigasi ini kepada masyarakat
Keempat : Harapan saya internal ke Menwa, kita bisa bersatu kembali dalam satu organisasi yang bulat, yang tidak bisa dipecah belah.
Saat ini kita tidak perlu lagi membesar besarkan perbedaan.
Menwa boleh berbeda, ada KONAS, KMI, KOMENWA, dsb. Emblem Menwa boleh berbeda, tapi yang terpenting di dadanya masih merah putih, pedoman nya pancasila.
Lebih luasnya, saya akan mendatangi semua untuk melakukan pendekatan dan bisa duduk bersama agar kita bisa bersatu kembali dan amanah yang dberikan, bisa membawa Menwa kembali ke pangkuan Skomenwa Surapati 29.
Sedangkan untuk Pendidikan dasar Menwa saat ini, hanya perlu sedikit perubahan disesuaikan dengan dinamika yang ada, dengan cara memberi wawasan yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.
Musuh kita dulu adalah fisik.
Musuh kita saat ini adalah Tekhnologi dan Ideologi: informasi, tekhnologi informasi.
Pendidikan Dasar tujuannya untuk membentuk karakter.
Ini waktunya tidak bisa disingkat singkat atau dibagi dua, sebagian online, sebagian fisik.
Karena di Diksar inilah kita digembleng dengan mengalami kelelahan basah, kelelahan kering,kelelahan mental kelelahan yang bersifat tekanan mental, karena inilah yang bisa menggembleng untuk bisa berubah.
Misal yang awalnya anak manja, menjadi lebih berkarakter.
Untuk membentuk karakter tidak mungkin bisa dengan mempersingkat waktu latihan, jika disingkat jadi seperti peserta outbond saja , walau sukses, tapi pembentukan karakternya tidak dapat.
Cuma yang kita perlukan dari pendidikan adalah filosofinya,
Apa yang kita tawarkan bukan rekrutan seperti jaman dulu hanya gagah gagahan tapi kosong tanpa filosofinya.
Contohnya dalam filosofi latihan menembak,
Sama dengan kita merencanakan kehidupan, disitu ada Plan (merencanakan ), Do ( tools nya apa?), Action, lalu kita Evaluasi.
Kalo berhasil, yang perlu dipertahankan adalah keberhasilannya, karena yang susah adalah mempertahankan keberhasilan.
Filosofi lainnya, kita terbiasa berlatih untuk mendapat keberhasilan yang tinggi dengan Zero Accident, tapi tetap dengan beban yang berat tanpa harus mengurangi waktu, dan materinya
Karena kita harus terbiasa dengan tantangan dan kita mampu menghadapinya
Ini ilmu yang didapat dari Pendidikan Dasar Menwa, yang sangat bermanfaat yang dapat kita terapkan dalam profesi, pekerjaan, dan dalam kehidupan sehari hari.
Tugas kita saat ini utk bisa meluruskan kembali ke budaya bangsa, kearifan lokal, dan kejiwaannya “. Demikian pungkas Ali Budiman. (Lies)








