SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum mendorong penguatan tata kelola serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor jasa konstruksi untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur nasional yang kian kompleks dan berkelanjutan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan pentingnya kolaborasi, integritas, dan soliditas seluruh pemangku kepentingan sebagai fondasi utama dalam mendorong kemajuan sektor konstruksi. Menurut dia, tanpa sinergi yang kuat antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri, target pembangunan akan sulit tercapai.
“Tanpa kolaborasi yang kuat, tantangan pembangunan yang semakin kompleks akan sulit diatasi,” ujar Dody.
Sejalan dengan itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Riky Aditya Nazir menyebut tahun 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat tata kelola jasa konstruksi yang adaptif terhadap perkembangan regulasi dan teknologi. Ia mewakili Direktur Jenderal Bina Konstruksi Boby Ali Azhari dalam kegiatan coffee morning bersama asosiasi jasa konstruksi terakreditasi yang digelar Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).
“Tanpa kolaborasi yang kuat dan profesionalisme yang konsisten, kita akan sulit menghadapi tuntutan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan. Semua pihak harus berkomitmen pada standar mutu, keselamatan, dan inovasi,” kata Riky.
Ia menjelaskan, fokus penguatan sektor jasa konstruksi ke depan mencakup transformasi digital layanan, peningkatan kualitas sertifikasi badan usaha, serta pengembangan kompetensi tenaga kerja konstruksi. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun industri yang lebih profesional dan berdaya saing.
Ketua LPJK Insannul Kamil menambahkan, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi sekaligus membahas isu-isu krusial di sektor konstruksi, termasuk kepastian regulasi dan peningkatan kualitas layanan.
“LPJK hadir sebagai mitra strategis masyarakat jasa konstruksi dengan membangun ruang dialog terbuka, partisipatif, dan solutif,” ujar Insannul.
Menurut dia, seluruh elemen ekosistem—mulai dari asosiasi badan usaha, asosiasi profesi, rantai pasok, hingga lembaga sertifikasi—merupakan aset penting yang perlu dijaga dan dikembangkan bersama.
Melalui penguatan kolaborasi dan peningkatan kapasitas SDM, Kementerian PU optimistis sektor jasa konstruksi nasional akan semakin siap mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan kompetitif di tingkat global.





