SINARPAGINEWS.COM KAB. SUKABUMI- Langit Kadudampit malam itu menjadi saksi lahirnya sejarah baru bagi dunia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Sukabumi. Di tengah gema ayat suci dan tepuk tangan para hadirin, Kecamatan Waluran tampil mengejutkan dengan meraih juara umum MTQ XLVII tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 2026.
Bukan sekadar kemenangan biasa.
Ini adalah momen ketika wilayah selatan Sukabumi berhasil mematahkan dominasi panjang Kecamatan Cisaat yang selama bertahun-tahun identik dengan gelar juara umum.
Berdasarkan hasil akhir, Waluran mengumpulkan 135 poin, unggul atas Cisaat dengan 125 poin dan Jampangkulon yang meraih 105 poin.
Namun di balik angka-angka itu, tersimpan cerita tentang perjuangan panjang para santri, guru ngaji, dan masyarakat yang selama ini membangun kekuatan Al-Qur’an jauh dari sorotan.
Waluran datang tanpa banyak gemuruh. Tidak membawa kemewahan, tidak pula menjadi unggulan utama. Tetapi dari kesederhanaan itu, lahir para peserta yang mampu menunjukkan kualitas dan keteguhan di atas panggung MTQ.
Camat Waluran, H. Habiburrohman, mengaku haru atas capaian tersebut. Baginya, kemenangan ini menjadi sejarah pertama bagi kecamatan yang berada di selatan Kabupaten Sukabumi itu.
“Ini sejarah bagi Waluran. Alhamdulillah, kerja keras para santri, pembina, dan masyarakat akhirnya membuahkan hasil,” ujarnya.
Menariknya, Waluran tidak mengikuti seluruh cabang perlombaan. Mereka hanya fokus pada beberapa cabang seperti tahfidz, tilawah, dan kaligrafi. Namun keterbatasan itu justru menjadi kekuatan yang digarap dengan sungguh-sungguh.
“Kami akan terus melakukan pembinaan dan mencoba mengikuti cabang lain pada MTQ berikutnya,” katanya.
Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada seluruh masyarakat Waluran yang telah memberikan dukungan penuh kepada para peserta dan pengurus LPTQ.
“Ini kemenangan bersama masyarakat Waluran,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan mencari juara, melainkan bagian dari upaya membentuk generasi Qurani yang berakhlak dan berbudaya.
Menurutnya, para pemenang harus menjadikan prestasi tersebut sebagai langkah awal menuju level yang lebih tinggi, termasuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Semoga prestasi ini terus meningkat dan mampu membawa nama baik Kabupaten Sukabumi di tingkat provinsi,” ungkapnya.
Kepada peserta yang belum berhasil, bupati meminta agar tetap semangat dan tidak berhenti belajar.
“Teruslah berlatih dan jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk lebih baik ke depan,” pesannya.
Ketua Panitia MTQ XLVII, H. Ade Suryaman, menambahkan bahwa para juara akan menjalani pembinaan intensif oleh LPTQ Kabupaten Sukabumi sebagai persiapan menghadapi MTQ tingkat Jawa Barat.
Di penghujung acara, kemenangan Waluran terasa lebih dari sekadar perebutan poin. Ia menjadi simbol bahwa daerah-daerah yang selama ini bergerak dalam senyap ternyata mampu melahirkan cahaya besar. Dari selatan Sukabumi, Waluran kini menulis namanya sendiri dalam sejarah MTQ Kabupaten Sukabumi. (Deni Silalahi)






