Bappeda dan DLH Kota Sukabumi Matangkan Skema RDF, Dorong Transformasi Penanganan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

SINARPAGINEWS.COM, KOTA SUKABUMI-Persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di banyak daerah, termasuk di Kota Sukabumi. Pertumbuhan aktivitas masyarakat yang terus meningkat berbanding lurus dengan volume sampah yang dihasilkan setiap hari. Di tengah tantangan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi mulai menyiapkan langkah strategis melalui pendekatan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi melakukan pembahasan intensif dengan pihak SCG (Siam Cement Group) terkait rencana pengelolaan sampah menggunakan skema RDF (Refuse Derived Fuel), Selasa (05/05/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun sistem penanganan sampah yang tidak lagi berorientasi pada pembuangan semata, melainkan mampu memberikan nilai tambah melalui konsep ekonomi sirkular.

RDF sendiri merupakan teknologi pengolahan sampah yang mengubah sampah domestik menjadi bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Nantinya, sampah yang telah diproses akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar industri, khususnya industri semen.

Bappeda Kota Sukabumi mengambil peran penting dalam merancang arah kebijakan serta sinkronisasi program lintas sektor agar pengelolaan sampah berbasis RDF dapat berjalan terintegrasi dan berkelanjutan.

Perencanaan matang dinilai menjadi kunci agar program tersebut tidak hanya berjalan dalam jangka pendek, tetapi mampu menjadi solusi lingkungan di masa depan.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi berfokus pada aspek teknis pengelolaan sampah, mulai dari pola pemilahan, pengangkutan, hingga kesiapan infrastruktur pendukung. Kolaborasi dengan pihak industri menjadi langkah strategis untuk memastikan hasil pengolahan sampah memiliki nilai manfaat yang nyata.

Keterlibatan SCG sebagai mitra industri juga membuka peluang terciptanya kerja sama yang saling menguntungkan. Di satu sisi, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan, sementara di sisi lain industri memperoleh alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Skema RDF dinilai menjadi salah satu solusi inovatif dalam menghadapi persoalan keterbatasan lahan TPA sekaligus menekan dampak pencemaran lingkungan. Selain itu, konsep ini juga dinilai sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan dan pengurangan emisi karbon.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan sektor industri, Kota Sukabumi menunjukkan komitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam tata kelola lingkungan. Harapannya, langkah ini dapat menjadi fondasi kuat menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, modern, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *