KKN Bina Desa Sakti 2026 UPS Tegal Resmi Dimulai di Kabupaten Cirebon, Fokus Wujudkan Program Berdampak bagi Masyarakat

 

SINARPAGINEWS.COM, CIREBON – Universitas Pancasakti (UPS) Tegal kembali memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bina Desa Sakti (BDS) 2026. Kegiatan penerjunan mahasiswa secara resmi diterima di Bapperida Kabupaten Cirebon, dengan melibatkan 104 mahasiswa yang akan mengabdi selama tiga bulan di Kecamatan Gegesik.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bapperida Kabupaten Cirebon, Dangi, S.Si., M.Sc., M.T., Camat Gegesik Tri Angga Riyadhimansyah, S.STP., M.AP, Ketua KKN Bina Desa Sakti UPS Tegal Royan Hidayat, S.T., M.T., para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KKN.

Sebanyak 104 mahasiswa ditempatkan di tujuh desa di Kecamatan Gegesik, yakni Desa Jagapura Lor, Jagapura Kulon, Sibubut, Jagapura Kidul, Gegesik Kulon, Panunggul, dan Jagapura Wetan dengan pendampingan tiga Dosen Pembimbing Lapangan.

Mewakili Rektor Universitas Pancasakti Tegal, Ketua KKN Bina Desa Sakti Royan Hidayat, S.T., M.T. menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon yang kembali memberikan kepercayaan kepada UPS Tegal untuk melaksanakan program pengabdian di wilayah tersebut.

“Atas nama Rektor dan keluarga besar Universitas Pancasakti Tegal, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapperida Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Kecamatan Gegesik yang telah menerima mahasiswa kami untuk melaksanakan KKN Bina Desa Sakti 2026,” ujarnya.

Royan menjelaskan, sebelum penerjunan mahasiswa, tim telah melaksanakan survei lapangan guna mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sebagai dasar penyusunan program kerja. Seluruh kegiatan KKN diarahkan pada lima pilar utama, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan penguatan jati diri Pancasila.

Menurutnya, KKN Bina Desa Sakti tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga harus memberikan dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa diminta menyusun program berdasarkan kebutuhan riil di lapangan dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan.

Ia juga berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika akademik, membangun komunikasi yang intensif dengan masyarakat, serta aktif berbaur selama masa pengabdian.

“Manfaatkan waktu tiga bulan ini untuk belajar langsung dari masyarakat. Pengalaman di lapangan menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi desa,” pesannya.

Selain pengabdian, Royan menegaskan bahwa KKN tahun ini juga menghasilkan luaran akademik berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI/Hak Cipta), jurnal pengabdian kepada masyarakat, serta buku ber-ISBN yang disusun bersama dosen pembimbing dan mahasiswa.

Pada tahun 2026, KKN Bina Desa Sakti Universitas Pancasakti Tegal dilaksanakan di 70 desa yang tersebar di tiga provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Cirebon, Dangi, S.Si., M.Sc., M.T., menyampaikan apresiasi atas konsistensi UPS Tegal yang telah beberapa kali menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai lokasi pelaksanaan KKN.

“Kami mengucapkan terima kasih karena Universitas Pancasakti Tegal kembali hadir di Kabupaten Cirebon. Kami membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan berbasis data dan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia berharap keberadaan mahasiswa tidak hanya menjalankan program rutin, tetapi juga mampu menghasilkan pemetaan yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah daerah.

Pada bidang pendidikan dan budaya, mahasiswa diminta memetakan keberlanjutan seni dan budaya lokal, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan vokasi, termasuk antusiasme generasi muda terhadap pelestarian budaya daerah.

Di sektor kesehatan, Bapperida menyoroti tingginya angka anemia yang diperkirakan mencapai sekitar 70 persen akibat pola hidup dan konsumsi masyarakat. Mahasiswa diharapkan melakukan pemetaan terhadap perilaku hidup sehat serta pola konsumsi makanan dan minuman masyarakat sebagai bahan evaluasi pemerintah daerah.

Untuk bidang ekonomi, perhatian diarahkan pada transformasi ekonomi masyarakat dari sektor pertanian menuju pengembangan UMKM. Pemerintah juga berharap mahasiswa mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, termasuk persoalan ketersediaan pakan yang menjadi isu strategis daerah.

Sementara pada aspek lingkungan, mahasiswa diminta mengkaji perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, termasuk faktor penyebab apabila budaya membuang sampah pada tempatnya belum berjalan optimal.

Pada pilar jati diri Pancasila, Bapperida berharap mahasiswa memetakan perkembangan nilai-nilai budaya dan nasionalisme generasi muda, termasuk tradisi Mauludan yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Cirebon.

“Data yang dikumpulkan selama tiga bulan ke depan kami harapkan dapat menjadi satu modul karya ilmiah yang mampu mendukung penyusunan kebijakan pemerintah daerah,” ungkap Dangi.

Selain itu, mahasiswa juga didorong membantu desa dalam penyusunan profil desa berbasis potensi lokal serta promosi tradisi melalui konten digital dan video pendek di media sosial. Menurutnya, pendekatan tersebut akan memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan dibandingkan program-program fisik yang bersifat administratif.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, KKN Bina Desa Sakti 2026 diharapkan mampu menghadirkan inovasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta menghasilkan rekomendasi berbasis ilmiah yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Cirebon.(Hid/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *