Leumpunk Club Sukabumi Bangun Gerakan Berbagi, Sedekah Jalanan Jadi Ruang Merawat Solidaritas Sosial

SINARPAGINEWS.COM, KOTA SUKABUMI – Di tengah meningkatnya tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, gerakan berbagi yang dilakukan warga secara mandiri menjadi salah satu penopang tumbuhnya solidaritas sosial. Semangat itu ditunjukkan Komunitas Leumpunk Club Sukabumi melalui program Sajalan (Sedekah Jumat di Jalan) yang secara konsisten membagikan makanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pada Jumat (17/7/2026), sebanyak 35 anggota komunitas turun langsung ke sejumlah ruas jalan di Kota Sukabumi dengan membawa 100 paket nasi. Aksi dimulai dari kawasan Lapang Merdeka, Jalan Perintis Kemerdekaan, hingga Jalan Lettu Bakri. Sasaran penerima bantuan meliputi petugas kebersihan, pengemudi ojek, pekerja harian, pemulung, dan masyarakat yang dijumpai dalam kondisi membutuhkan.

Di balik satu bungkus nasi yang dibagikan, tersimpan pesan yang lebih besar daripada sekadar bantuan konsumsi. Program ini menjadi simbol bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari inisiatif masyarakat tanpa harus menunggu program formal atau bantuan institusi.

Ketua Leumpunk Club Sukabumi, Iqmal Hari Ramdan, mengatakan program Sajalan lahir dari kesadaran anggota komunitas untuk menghadirkan manfaat nyata sekaligus membangun budaya saling peduli di tengah kehidupan masyarakat.

“Kami ingin menjadikan hari Jumat sebagai momentum berbagi. Insyaallah kegiatan ini akan terus kami laksanakan secara rutin, minimal dua kali setiap bulan, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ujarnya.

Menurut Iqmal, komunitas tidak seharusnya hanya menjadi ruang berkumpul bagi anggotanya. Lebih dari itu, komunitas memiliki tanggung jawab sosial untuk menumbuhkan empati, memperkuat kepedulian, dan mengajak generasi muda berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan.

“Kami berharap gerakan kecil ini dapat menginspirasi komunitas lain. Perubahan besar sering kali lahir dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan penuh keikhlasan,” katanya.

Di berbagai daerah, gerakan sosial berbasis komunitas terus berkembang sebagai bentuk partisipasi warga dalam menjawab persoalan sosial di lingkungan sekitarnya. Kehadiran komunitas yang mampu bergerak secara mandiri menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi modal sosial yang kuat di tengah masyarakat Indonesia.

Konsistensi menjadi tantangan utama bagi setiap gerakan sosial. Karena itu, komitmen Leumpunk Club untuk menjalankan program Sajalan sedikitnya dua kali setiap bulan menjadi indikator bahwa aksi ini diarahkan bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan sebagai gerakan yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar membagikan makanan, Sajalan menghadirkan ruang perjumpaan antara mereka yang memiliki kesempatan berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Dari ruang-ruang sederhana di pinggir jalan itulah nilai kemanusiaan, empati, dan gotong royong terus dipelihara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *