SINARPAGINEWS.COM, PURWAKARTA – SMK Nagrak Boarding School Purwakarta gelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M di Aula Kampus SMK Nagrak dalam lingkungan Pondok Pesantren Rahmat Lil Alamin (PARLA) Jalan Raya Nagrak RT.004/RW002 Desa Nagrak, Kecamatan Darangdan, Purwakarta, Rabu (16/9/2026).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini mengususng tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW sebagai Role Model Generasi Muda di Era Digital” membawa makna yang sangat relevan dengan tantangan zaman sekarang. Menjadikan Rasulullah SAW Kompas Utama di Tengah Gempuran Tren Anak muda masa kini sangat mudah terpengaruh oleh para influencer atau idola pop global.
Tema ini bertujuan mengingatkan bahwa idola terbaik sepanjang masa yang patut ditiru gaya hidup, kesederhanaan, dan kebijaksanaannya adalah Rasulullah SAW.

Kegiatan ini dihadiri Ketua MUI Kecamatan Darangdan KH. Ade Syafe’i, S.Pdi., Sekretaris Forum Pondok Pesantren Kecamatan Darangdan Ust. Candra Irawan, Ketua Yayasan Rahmat Lil Alamin (YARLA) H. Asep Ruslan MS, S.Hut, Ketua Pembina YARLA KH. Asep Rahmat, M.Ag., Kepala SMK Nagrak Asep Mulyana, SP., MM., Ketua Panitia Dian Sukmawati, A.Md., jajaran guru, staf TU, siswa-siswi, orang tua murid, dan para tamu undangan.
Lantunan sholawat yang bergema dari tim Hadroh SMK Nagrak seketika memecah keheningan, menggetarkan sudut-sudut kalbu yang haus akan kedamaian. Setiap pukulan terbang bukan sekadar ketukan irama, melainkan detak kerinduan ribuan jiwa yang membuncah kepada Sang Baginda Nabi Muhammad SAW.
Suasana semakin hening dan syahdu ketika untaian tawasul mulai dipanjatkan. Isak haru menyusup tipis di antara barisan pendengar. Seolah-olah waktu terhenti, membawa setiap pikiran melayang mendekati tempat kelahiran Sang Nabi Muhammad SAW. Rasa bakti dan rasa syukur melingkupi udara, meleburkan segala lelah menjadi doa-doa khusyuk yang membumbung tinggi ke angkasa.
Tak berhenti di situ, gema Marhaba berkumandang mengalun lembut, membelai jiwa yang penuh dosa dengan kehangatan salam keselamatan. Puncaknya, ketika ayat suci Al-Quran dilantunkan dengan begitu merdu dan penuh penghayatan, bening ayat-ayat langit itu menetes basah ke dalam sanubari, membuat setiap mata bergetar dan meneteskan air mata haru.
Melalui kreativitas para siswa-siswi SMK Nagrak, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan lagi sekadar acara rutin, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang mengetuk, menggetarkan, dan meluluhkan hati demi mengagungkan Sang Kekasih Allah.

Ketua Yayasan Rahmat Lil Alamin (YARLA), H. Asep Ruslan MS, S.Hut., atau yang akrab disapa Kang Asep, menegaskan bahwa momentum Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hari ini bukanlah sekadar rutinitas tahunan yang berlalu tanpa bekas. Ini adalah cermin besar untuk kita bertanya pada diri sendiri, sejauh mana hidup kita telah meneladani Rasulullah SAW.
“Keterampilan teknis dan keahlian (hard skills) yang kalian tempa di SMK Nagrak Purwakarta memang kunci untuk menaklukkan dunia kerja. Tapi ingatlah, ilmu tanpa akhlak hanyalah bahaya yang terampil. Tanpa dibentengi akhlakul karimah yang dicontohkan Rasulullah SAW, sehebat apa pun keahlian yang kalian miliki tidak akan pernah membawa keberkahan, baik untuk diri sendiri maupun sesame,” ungkap Kang Asep.
“Jangan cari pahlawan semu di luar sana. Jadikan Nabi Muhammad SAW sebagai real role model satu-satunya teladan sejati dalam setiap helaan napas dan langkah kaki kita sehari-hari. Pulanglah dari tempat ini tidak hanya dengan ilmu yang bertambah, tetapi dengan hati yang lebih lembut dan jiwa yang lebih mulia,” ujar Ketua YARLA dalam sambutannya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala SMK Nagrak Purwakarta, Asep Mulyana, SP., MM., berharap kegiatan ini mampu membentuk adab dan karakter positif siswa di tengah gempuran arus informasi digital.
”Mudah-mudahan acara ini memunculkan adab-adab yang jauh lebih baik bagi siswa-siswi SMK Nagrak di era digital ini, serta melahirkan generasi yang lebih baik ke depan,” ujar Asep Mulyana.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala SMK Nagrak Purwakarta, Asep Mulyana, SP., MM., berharap kegiatan ini mampu membentuk adab dan karakter positif siswa di tengah gempuran arus informasi digital.
”Mudah-mudahan acara ini memunculkan adab-adab yang jauh lebih baik bagi siswa-siswi SMK Nagrak di era digital ini, serta melahirkan generasi yang lebih baik ke depan,” ujar Asep Mulyana.
Hadir sebagai penceramah Ketua MUI Kecamatan Darangdan, KH. Ade Syafi’i, S.Pd.I., mengingatkan kewajiban umat Islam untuk ma’rifat, yakni mengenal dan memahami secara mendalam sosok Nabi Muhammad SAW sebagai manusia teragung penutup para Nabi dan Rasul.

KH. Ade Syafi’i menyoroti pentingnya tradisi peringatan hari besar Islam (PHBI) seperti Maulid dan Rajaban sebagai sarana edukasi publik, terutama bagi mereka yang tidak berkesempatan menimba ilmu agama secara khusus.
”Bayangkan kalau tidak ada acara seperti ini di lembaga pendidikan atau di lembur (kampung), teuing rek jiga kumaha generasi urang. Fenomena maraknya orang yang mengaku Nabi sejak zaman dahulu hingga sekarang seperti di Jawa, ada yang mengaku nabi bernama Tukimin menjadi alasan mengapa kita wajib mengetahui silsilah, nasab, dan sejarah perjuangan Rasulullah SAW yang sebenarnya,” terang KH. Ade Syafi’i.
Rangkaian acara ditutup dengan rasa syukur dari pihak penyelenggara. Ketua Panitia Pelaksana, Dian Sukmawati, A.Md., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
”Alhamdulillah acara berjalan lancar dari awal hingga selesai. Kami berharap kita semua tidak hanya mengenang kelahiran beliau, tetapi benar-benar dapat meneladani akhlak mulia Nabi dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Dian. (Asep Ruslan)






