Lempar Pisau Indonesia Menembus Dunia, Eiger Adventure Talk Show Bersama Asep Tedi dan Ellen Ramlan

SINARPAGINEWS.COM, KOTA BANDUNG – Eiger Adventure menggelar Talk Show mengusung tema  Lempar Pisau Indonesia Menembus Dunia bersama Ellen Ramlan dan Asep Tedi Respati, pada hari Sabtu (31/10/2026) bertempat di Eiger Adventure Flagship Store di Jalan Sumatra No.23 kota Bandung.

Bertindak sebagai narasumber adalah Asep Tedi, Ellen Ramlan, dan Taufik Wijaya selaku ketua D’Lempar Pisau Indonesia (DLempis).

Pada kesempatan ini Fikri Fauzi Rahmawan Marketing Communications Jawa Barat Eiger Adventure, menyampaikan, “Acara ini dibuat karena  ingin membuat wadah (Community) Hubungan  dengan  berbagai  Teman  Komunitas untuk berkegiatan , seperti dengan menyelenggarakan  talk show, dan lain lain di toko Eiger.”

“Olahraga lempar pisau  termasuk kegiatan luar ruang yang memang berkaitan  dengan brand kita. Kami sangat bangga  dan kedepannya semoga  Organisasi Lempar Pisau bisa berkolaburasi dengan Eiger Adventure.”

“Harapan kami  olahraga lempar pisau akan semakin dikenal oleh masyarakat, dan semakin  berkembang pesat sehingga menjadi cabang olahraga prestasi yang dipertandingkan baik nasional maupun internasional,” ungkap Fikri.

Dari Indonesia menuju Ulan-Ude Rusia

Dua Atlet olahraga lempar pisau  dari  Indonesia berhasil menembus dunia, raih  Dua Medali Emas dan Dua Medali  Perunggu dalam ajang Word Cup Sport Knife Throwing Rusia 2026, di Ulan – Ude, Republik Buryatia, Rusia pada 26 – 29 September 2026.

Dibalik keberhasilan tersebut terdapat perjalanan panjang yang tidak lepas dari ketekunan, persiapan, dukungan  dan semangat untuk membawa nama Indonesia ke tingkat dunia.

Mengenal Sejarah Olahraga  Lempar Pisau

Lempar Pisau di Indonesia  dikembangkan oleh sekelompok  mahasiswa Seni rupa ITB sekitar tahun 1988, dan baru diperkenalkan pada masyarakat setelah adanya media sosial Facebook,  dengan membentuk group D’Lempar Pisau Indonesia. Pertama kali diperkenalkan dan diperagakan  secara langsung pada masyarakat pada tahun 2009 dalam acara Bike Braga festival (event Bikers Brotherhood MC Indonesia) dilanjut pada acara  di  Braga festival tahun 2010, sehingga lempar pisau  semakin dikenal masyarakat.

Misi saat itu kegiatan  ini harus menjadi aktifitas yang resmi yang bisa dipertandingkan, maka pada 22/03/2010 dibentuklah wadah organisasi yang bernama D’Lempar Pisau Indonesia (D’Lempis).

Slogannya adalah Beware of Flying Metal, yang ditetapkan oleh Scott Gracia.

Anggota D’lempis  bukan hanya  berada di Indonesia, tapi  juga  dari Amerika dan Eropa.

Perkembangan olahraga Lempar Pisau di Indonesia

Kemampuan olahraga Lempar Pisau yang semula hanya dikuasai  oleh instansi tertentu (TNI,Kepolisian, Menwa),  sejak 2010 sudah dikembangkan menjadi olahraga  yang memiliki aturan yang cukup baku. Dalam perkembangannya  semakin disempurnakan dengan mengadopsi Regulasi regulasi  dari Amerika dan Eropa.

Selain itu D’Lempis  diakui oleh lembaga internasional yang bernama  International  Knife Thowers Hall Of Farm (IKTHOF), yaitub organisasi yang berlokasi di Austin Texas Amerika.

Regulasi  olahraga lempar pisau D’Lempis pun  mengadopsi dari IKHTOF.

Dan kesepakatan pelempar sedunia adalah dilarang melempar pada makhluk hidup ( tanaman hidup)

D’lempar Pisau Indonesia adalah komunitas  pertama yang mensosialisasikan  lempar pisau pada masarakat dan menjadi cikal bakal olahraga lempar pisau di Indonesia.

Saat ini ada dua wadah  organisasi besar lempar pisau di Indonesia, yang pertama adalah Perkumpulan Olahraga Lempar Pisau dan Kapak Indonesia (PORLEMPIKA) yang lahir dari D’Lempis pada 24/09/2017. Saat ini sedang berjuang untuk menjadi cabang olahraga Prestasi  dibawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Yang kedua adalah Lempar Pisau Kreasi Nasional (Lempiknas) yang memiliki Legalitas dibawah naungan Komite  Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI)  pada tahun 2023.

Perjalanan Atlet menuju Kompetisi Internasional

Kedua atlet Indonesia  mengikuti kompetensi internasional diawali dengan  mendapat undangan untuk mengikuti Word Cup Knife Throwing Rusia 2026, yang diselenggarakan oleh  International Sport Knife Throwing Association (ISKTA) di Patriot Regional Martial Arts Center (RCE Patriot) Ulan-  Ude, Republik Buryatia, Rusia , pada 26 – 29 September 2026.

Menurut Asep Tedi , ”  Undangan  berawal dari  seringnya berkomunikasi dengan mereka,  bercerita tentang perkembangan olahraga  Lempar Pisau di Indonesia, akhirnya mereka tertarik karena mereka butuh informasi perkembangan olahraga Lempar Pisau di Indonesia dan memiliki keinginan membawa olahraga ini ke Olimpiade, seperti halnya Porlempika yang  memiliki keinginan menjadi cabang olahraga di bawah naungan KONI.”

IKSTA itu sendiri adalah organisasi internasional yang menaungi dan mengembangkan  olah raga lempar pisau dengan anggota lebih dari 20 negara, serta menyelenggarakan berbagai kejuaraan tingkat dunia.

Kejuaraan ini di support oleh kementrian olahraga Rusia.

Adapun kedua atlet dari Indonesia antara lain Ellen Ramlan M.Sn. merupakan salah seorang  pendiri D’Lempar Pisau Indonesia , Dewan Penasehat Porlempika serta Dewan Pakar Lempiknas. Sedangkan Ir. Asep Tedi Respati adalah Ketua Porlempika Jawa Barat dan Ketua Bidang Pembinaan dan Organisasi di Lempiknas.

dlempis
Juara dunia lempar pisau Asep Tedi dan Ellen Ramlan bersama Tim Redaksi Sinarpaginews Asep Ruslan dan Lies Kurniaty

Pengalaman meraih  Prestasi di Ulan – Ude Rusia

Perjuangan atlet Indonesia  bertanding  dengan 90 atlit dari 16 negara, dari 3 benua: Asia, Afrika ,Eropa ,  membuahkan hasil , dengan diraihnya dua medali emas dan dua medali perunggu.

Adapun dua medali emas diperoleh oleh Asep Tedi  dari katagori No Spin dan Quick Draw Throw, dan satu  medali perunggu diraih Asep Tedi pada katagori Full Spin 9 M. Ellen Ramlan meraih  satu medali perunggu pada  katagori  Quick Draw.

Indonesia meraih juara ke 3  (tiga) perolehan medali terbanyak, setelah Rusia dan Mongolia.

Asep tedi menyampaikan  Regulasi di Federasi Rusia  berbeda dengan Indonesia, yang paling kerasa adalah pada  pisau yang dipergunakan lebih berat  dan semua katagori dilakukan dengan jenis pisau yang sama.Untuk wanita lebih pendek dari laki laki. Kategori yang dipertandingkan disana  meliputi No Spin, Full Spin dan  Quick Draw Throw,  dengan jarak 5, 6, 7, 8 hingga 9 meter. dan Long Distance mulai jarak 10 M.

ISKTA menyelenggarakan  pertandingan setiap tahun, sejak 2022, dan baru 2026 Indonesia menjadi peserta.

Hasil perkembangan  dari ISKTA,  dibentuknya Asia  Sport Knife Throwing Federation (ASKTF) ruang lingkup Asia tapi dibawah ISKTA, ditandatangani oleh enam negara antara lain : Cina, Srilangka, Nepal, India,Indonesia, Mongolia .

Program tahun 2027  akan dilaksanakan 3 (tiga) Kejuaraan , yaitu  1x kejuaraan Asia dan 2x kejuaraan dunia, antara lain :

Pertama : Asia championships akan dilaksanakan di Nepal

Kedua : Word Cup adalah  Kejuaraan antar negara

Ketiga : Word champion ships. Kejuaraan perorangan

Ketiga kejuaraan ini menjadi peluang untuk atlit Indonesia untuk mengikuti kejuaraan internasional, terlebih jika didukung oleh pemerintah Indonesia.

Kesan mengikuti Kejuaraan Ulan -Ude

Menurut Ellen Ramlan, setiap gagasan  pasti dirancang dengan cita cita suatu saat nanti   bisa ikut  kejuaraan di kancah dunia. Dan ikut kejuaraan di Rusia  ini saya menyebutnya Dream Control karena mimpi menjadi Kenyataan.

Harapan Untuk Masa Depan Olahraga Lempar  Pisau di Indonesia

Taufik berharap para pelempar pisau di Indonesia akan  lebih terpacu untuk berlatih dan bisa membuktikan prestasinya sehingga bisa mengikuti kejuaraan internasional

Ellen Ramlan berharap, keikut sertaan dalam kejuaraan internasional  ini , akan  menjadi point penting untuk menjadi pertimbangan khusus bagi KONI untuk menerima olahraga lempar pisau  menjadi olahraga prestasi dibawah naungan KONI, mengingat secara internal di Indonesia,  semua persyaratan sudah terpenuhi.

Sedangkan menurut Asep Tedi, keikut sertaan kejuaraan di Rusia berdampak tidaknya untuk  diterima tidaknya olahraga Lempar Pisau menjadi anggota KONI, tergantung  aturan yang  diterapkan oleh KONI.

Akan tetapi diharapkan dapat membuka jalan bagi olahraga  lempar pisau  untuk menjadi bagian dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Harapan untuk generasi muda, akan lebih banyak yang mau mempelajari olahraga ini  karena kedepannya olahraga lempar pisau memiliki prospek yang bagus, bahkan bukan tidak mungkin bisa dijadikan jalur prestasi,” pungkas Asep Tedi. (Lies Kurniaty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *